TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Usia Berapa Sebaiknya Orang Tua Mengajari Perbedaan Jenis Kelamin kepada Anak?

Bacaan 4 menit
Usia Berapa Sebaiknya Orang Tua Mengajari Perbedaan Jenis Kelamin kepada Anak?

Perlu dilakukan sejak dini untuk menghindari pelecehan seksual.

Sejak anak sudah mulai bicara, biasanya orang tua akan mulai mengajari anak nama-nama dari anggota tubuhnya. Namun sering kali, orang tua melewatkan hal penting saat proses pengenalan itu., salah satunya mengajari anak mengenai perbedaan jenis kelamin.

Jadi, kapan sebenarnya mengajari anak tentang perbedaan jenis kelamin? Baca terus artikel ini, Parents.

Artikel terkait: Inilah Panduan Pendidikan Seksual untuk Anak Menurut UNICEF dan WHO

Mengapa Mengajari Perbedaan Jenis Kelamin Sering Kali Sulit?

Mengajari Anak Perbedaan Jenis Kelamin

Benar, perbedaan jenis kelamin yang dimaksud adalah perbedaan antara perempuan dan laki-laki dari segi fisik.

Bahkan, orang tua acapkali sengaja melewatkan penyebutan bagian kelamin anak.

Hal tersebut dilakukan karena banyak orang tua yang menganggap bahwa penyebutan bagian kelamin anak tetap dianggap tabu dan dapat membuat anak menjadi tidak sopan.

Tak jarang juga, orang tua kerap merasa malu atau malah bingung bagaimana menyebut alat kelamin anak agar tidak terkesan jorok atau kurang ajar.

Karena takut anak akan menyebutnya di depan orang lain.

Oleh karena itu, di samping mengajarkan bagian tubuh dengan sebutan sebenarnya, orang tua lebih memilih untuk menyebut jenis kelamin dengan perumpamaan.

Budaya dan adat ketimuran yang kental di Indonesia itu membuat kita terkungkung pada norma, sehingga untuk menyebut alat kelamin pada anak saja kita tidak bisa.

Namun, sebenarnya tidak demikian. Malah, mengajarkan anak mengenai bagian tubuh dan perbedaan jenis kelamin dari segi ilmu pengetahun sangat diperlukan sejak dini.

Kapan Sebaiknya Mengajarkan Perbedaan Jenis Kelamin kepada Anak?

Mengajari Anak Perbedaan Jenis Kelamin

Sejak bayi, anak-anak tertarik untuk mempelajari tubuh mereka.

Sehingga tidak jarang, bayi akan menyentuh area genital mereka ketika sedang telanjang, misalnya di kamar mandi atau mengganti popok.

Tingkah laku ini wajar ya, Parents. Orang tua sebaiknya tidak memarahi atau menghukum anak ketika dia melakukan hal ini.

Menurut laman Kids Health, di usia 3-6 tahun adalah masa di mana si Kecil suka bermain “dokter-dokteran”. Nah, di periode inilah Anda bisa mengenalkan tentang konsep jenis kelamin.

Di usia ini juga merupakah saat yang tepat untuk sentuhan baik (aman) dan sentuhan tidak baik (tidak aman).

Katakan kepada si Kecil, bahwa tubuh mereka adalah area privasi. Tidak seorang pun–teman atau anggota keluarga–berhak menyentuhnya.

Namun, kadang-kadang orang tua atau dokter atau perawat perlu memeriksanya jika ada keluhan sakit.

Artikel terkait: Cegah Pelecehan Seksual, Sudahkah Parents Mengajarkan Sexual Consent pada Anak?

Bagaimana Mengajari Anak Perbedaan Jenis Kelamin sesuai Usia?

Mengajari Anak Perbedaan Jenis Kelamin

Saat memandikan atau mengganti pakaian anak, ajarilah ia nama dari alat kelaminnya (penis atau vagina). Dan bagian tersebut berfungsi untuk apa.

Anda juga bisa membeli buku panduan untuk hal tersebut.

Saat anak sudah bertambah besar dan mulai bertanya tentang alat kelaminnya, Anda bisa mulai mengajari perbedaan antara lelaki dan perempuan.

Contohnya: “Kamu punya penis, karena kamu anak lelaki. Semua anak lelaki punya penis.”

Atau, “Kamu punya vagina, karena kamu anak perempuan. Semua anak perempuan punya vagina.”

Anda juga bisa memberikan jawaban tersebut saat anak Anda mulai bertanya-tanya mengapa alat kelaminnya berbeda dengan ibu atau ayahnya.

Ketika anak memasuki usia sekolah, Anda bisa mulai mengajari hal yang lebih rinci tentang alat kelaminnya. Anak umur 4-5 tahun sudah bisa diajari hal ini.

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Misalnya untuk anak lelaki, “Kantung di bawah penismu namanya scrotum/kantung kemaluan. Di dalamnya ada biji pelir/testikel.”

Dan untuk anak perempuan, “Lubang di antara kakimu namanya vagina, tonjolan kecil di atasnya adalah klitoris.”

Baik anak perempuan atau anak lelaki juga bisa diajari tentang lubang di antara pantat mereka yang bernama anus.

Fungsinya untuk buang air besar dan kentut. Demi kesehatan.

Artikel terkait: Bagaimana Menjauhkan Si Buah Hati dari Pelecehan Seksual

Hindari Menggunakan Istilah Lain

Selain mengajari anak cara menyebutkan alat kelaminnya dengan benar, Anda juga perlu mengajari anak perbedaan penyebutan saat anak mulai memasuki sekolah dan berinteraksi dengan orang lain.

Misalnya, titit untuk penis. Atau memek untuk vagina. Anda juga harus menegaskan bahwa alat kelamin adalah bagian tubuh yang sangat pribadi.

Dan tidak ada seorang pun selain si anak yang berhak menyentuhnya, kecuali orang tua saat sedang memandikan atau mencebokinya.

Hal ini untuk menghindari anak menjadi korban pelecehan seksual saat kita sedang tidak bersamanya.

Anda juga tidak boleh memaksa anak saat dia tidak mau dicium oleh kerabat.

Karena jika anak terbiasa dipaksa untuk menerima sentuhan dari orang lain, dia tidak akan bisa menolak saat ada orang asing yang berusaha melecehkannya.

Dengan mengajari anak sejak dini tentang alat kelaminnya, Anda juga akan menghindari kemungkinan anak mencari informasi dari orang lain di luar rumah. Di mana informasi tersebut tidak akan bisa Anda saring.

***

Demikianlah penjelasan tentang mengajari perbedaan jenis kelamin kepada si Kecil.

Semoga informasi ini bermanfaat, Parents.

Teaching Kids About Their Bodies
kidshealth.org/en/parents/teach-about-bodies.html

Teaching the Parts of the Body to Young Children
m.raisingchildren.net.au/articles/teaching_the_parts_of_the_body_to_young_children.html

How do I talk to my kids about sex? An age-by-age guide
www.mother.ly/parenting/how-do-i-talk-to-my-kids-about-sex-an-age-by-age-guide/

Baca Juga:

Ini Alasan Jangan Paksa Anak Peluk/Cium Saudara atau Teman Anda

Mengenalkan Perbedaan Gender Pada Anak

Anak Perempuan Lebih Cepat Bicara Daripada Anak Laki-laki, Ini Penjelasannya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Usia Berapa Sebaiknya Orang Tua Mengajari Perbedaan Jenis Kelamin kepada Anak?
Bagikan:
  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti