TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Mengenal Tradisi Lebaran Ketupat yang Dilakukan Seminggu Setelah Idulfitri

Bacaan 4 menit
Mengenal Tradisi Lebaran Ketupat yang Dilakukan Seminggu Setelah Idulfitri

Tradisi ini dilakukan satu minggu setelah Idulfitri.

Tak hanya perayaan lebaran Idulfitri, masyarakat muslim di Jawa juga akan merayakan perayaan berikutnya yang dikenal sebagai lebaran ketupat. Perayaan ini dilakukan seminggu setelah Idulfitri berlangsung. Tradisi lebaran ketupat telah lama dilakukan turun temurun untuk kembali berkumpulnya para anggota keluarga serta melaksanakan beberapa hajat bersama sanak saudara yang berada jauh dari mereka.

Kendati nama lebaran ini adalah ketupat, namun tahukah Anda bahwa tidak semua daerah di Jawa menyajikan ketupat sebagai makanan khas mereka, lo. Misalnya saja seperti di Pekalongan, warga sekitar justru menjadikan lupis sebagai makanan khas perayaan tersebut untuk berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara.

Melansir dari berbagai sumber, berikut kami rangkumkan informasi mengenai lebaran ketupat, tradisi masyarakat muslim di Jawa yang dilakukan seminggu setelah lebaran Idulfitri.

Sejarah Tradisi Lebaran Ketupat

Lebaran Ketupat

Sumber: Pinterest

Beberapa sumber menyebutkan bahwa tradisi ini sudah lama ada di masyarakat Jawa, diperkirakan sejak masa Wali Songo. Salah satu bagian dari Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa dan memperkenalkan lebaran Idulfitri serta lebaran ketupat adalah Sunan Kalijaga.

Mengutip dari laman Suara, kala itu Sunan Kalijaga mengajarkan kepada masyarakat umat muslim untuk berpuasa enam hari di bulan Syawal. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berisikan bahwa pahala puasa selama setahun penuh bagi mereka yang berpuasa di bulan Ramadan, serta dilanjutkan enam hari di bulan Syawal.

Setelah enam hari melaksanakan puasa syawal, masyarakat Jawa kemudian melakukan perayaan kembali berupa lebaran ketupat pada tanggal 8 Syawal.

Dalam bahasa Jawa sendiri, ketupat mengandung filosofi ngaku lepat atau mengakui kesalahan. Tak berbeda jauh dengan lebaran Idulfitri, pada lebaran ini juga akan melakukan tradisi sungkeman. Sungkeman dilakukan antara seorang anak yang bersimpuh dan memohon maaf kepada orang tuanya.

Baca juga: 13 Cara Membuat Ketupat Cantik untuk Hari yang Fitri

Tradisi Sungkeman untuk Saling Memaafkan

sungkeman

Sumber: Pinterest

Meski lebaran ketupat tidak tercantum dalam Al-Quran, serta bukan pula ajaran dari Rasulullah SAW. Namun, perayaan ini memang menjadi perayaan besar lainnya bagi masyarakat muslim di tanah Jawa.

Melalui tradisi ngaku lepat atau sungkeman yang dilakukan, ini menjadi ajang saling memaafkan dan bukti kasih sayang satu sama lain. Tak hanya kepada orang tua, tetapi juga kepada masyarakat lainnya agar saling memaafkan sebagaimana simbol ketupat yang telah dianut masyarakat Jawa.

Sebagai simbol maaf bagi masyarakat Jawa, nantinya seseorang yang berkunjung akan disuguhkan ketupat untuk dimakan. Ketika orang tersebut menyantapnya, maka secara otomatis mereka telah membukakan pintu maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan antara kedua belah pihak.

Baca juga: 6 Cara Membuat Ketupat Lembut dan Tahan Lama

Makna Tradisi Lebaran Ketupat

lebaran ketupat

Sumber: Pinterest

Ketupat memang menjadi salah satu makanan yang disajikan masyarakat Indonesia di hari raya Idulfitri. Namun, tak hanya sebagai hidangan hari raya, ternyata ketupat sendiri memiliki makna spesial yang terkandung di dalamnya.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ketupat atau kupat dikenal oleh masyarakat Jawa sebagai ngaku lepat atau mengakui kesalahan. Melalui ketupat yang disajikan, dengan ini masyarakat Jawa dapat saling mengakui kesalahan dan memaafkan dengan penuh keikhlasan. Itulah mengapa setiap orang yang berkunjung akan disajikan ketupat untuk disantap, agar mereka bisa menerima kesalahan dan memaafkan satu sama lain.

Mengutip dari CNN, ketupat juga mengandung filosofi lain. Bungkus ketupat yang terbuat dari janur kuning atau lambang penolak bala bagi orang Jawa. Sementara itu, bentuk segi empat pada ketupat juga memiliki cerminan dari “kiblat papat lima pancer.” Istilah tersebut memiliki makna “ke mana pun manusia menuju, pasti selalu kembali kepada Allah.”

Baca juga: 7 Menu Pendamping Makan Ketupat di Hari Raya, Menggugah Selera!

Makanan Pendamping Lebaran Ketupat

lebaran ketupat

Sumber: Pinterest

Tak hanya menyajikan ketupat, umumnya perayaan ini juga akan menyajikan makanan pendamping ketupat berupa opor. Tak sekadar menyajikan, opor sendiri dinilai memiliki makna khusus dalam perayaan lebaran ketupat.

Di mana salah satu bahan utama pembuatan opor yakni santan. Dalam bahasa Jawa, santan disebut pangapunten atau memohon maaf. Sehingga keduanya identik dengan perayaan hari raya untuk saling memaafkan antar umat muslim.

Lebih lanjut, tradisi lebaran ketupat ini memang sudah dilakukan oleh hampir seluruh masyarakat Jawa. Namun, perayaan ini diketahui mulanya hanya dilakukan oleh masyarakat di daerah Durenan, Trenggalek, Jawa Timur. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini pun semakin dikenal masyarakat Jawa. Hingga kemudian menjadi hal umum yang dilakukan seminggu setelah lebaran Idulfitri.

Baca juga:

Cerita mitra kami
Fakta soal APeePooCalypse Terungkap: Bahaya Pup Bercampur Air Pipis yang Terjadi di Setiap Popok Bayi!
Fakta soal APeePooCalypse Terungkap: Bahaya Pup Bercampur Air Pipis yang Terjadi di Setiap Popok Bayi!
Gejala dan Penyebab Alergi Makanan pada Anak, Parents Perlu Tahu!
Gejala dan Penyebab Alergi Makanan pada Anak, Parents Perlu Tahu!
Pilihan bekal camilan enak dan sehat untuk Si Kecil saat traveling
Pilihan bekal camilan enak dan sehat untuk Si Kecil saat traveling
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

11 Tradisi Lebaran yang Masih Tetap Terjaga Kelestariannya

Bukan Ketupat, Ini 9 Makanan Khas Lebaran yang Unik dari Berbagai Negara

14 Jenis Makanan Khas Lebaran, Manakah yang Paling Parents Suka?

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Rianti

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Warisan Budaya
  • /
  • Mengenal Tradisi Lebaran Ketupat yang Dilakukan Seminggu Setelah Idulfitri
Bagikan:
  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

  • 20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

    20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

  • 26 Contoh Cerita Rakyat Singkat dari Berbagai Daerah Indonesia

    26 Contoh Cerita Rakyat Singkat dari Berbagai Daerah Indonesia

  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

  • 20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

    20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

  • 26 Contoh Cerita Rakyat Singkat dari Berbagai Daerah Indonesia

    26 Contoh Cerita Rakyat Singkat dari Berbagai Daerah Indonesia

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti