3 Tipe konflik yang terjadi dalam pernikahan dan cara jitu mengatasinya

3 Tipe konflik yang terjadi dalam pernikahan dan cara jitu mengatasinya

Kira-kira tipe konflik apa yang sering terjadi pada Anda dan pasangan?

Setiap pasangan suami istri pasti akan bertemu dengan yang namanya konflik, bahkan ada yang mengalaminya dalam waktu berdekatan dari konflik pertama ke konflik selanjutnya. Baik itu dari tipe konflik yang ringan, bahkan hingga yang berat sekalipun.

Sebab faktanya, pernikahan kita dan pasangan bukanlah pernikahan antara pangeran dan putri di negeri dongeng yang akan selalu berakhir bahagia. Mau tak mau, akan selalu ada perselisihan dan konflik yang terjadi di antara kita.

Artikel terkait : Sederhana, 6 cara ini bisa membuat pasangan terus mencintai Anda

Memahami tipe konflik yang biasa terjadi antara kita dengan pasangan sangat penting untuk keharmonisan hubungan rumah tangga di masa depan. Dengan memahami tipe konflik ini, kita bisa menentukan cara pengelolaan konflik yang paling tepat.

Namun apa saja tipe konflik yang ada? Bagaimanakah cara memahaminya? Berikut ini penjelasan dari psikolog bernama Pingkan Rumondor untuk Anda.

3 Tipe konflik yang biasa terjadi dalam hubungan pernikahan

tipe konflik 3

Tige jenis konflik antara pasangan suami dan istri

Dalam akun instagram pribadinya, Pingkan Rumondor pernah membahas tentang beberapa jenis konflik. Menurut John Gottman, seorang peneliti pernikahan, ternyata terdapat 3 jenis konflik yang bisa terjadi antara pasangan suami dan istri.

Berikut ini adalah ketiga jenis tersebut:

1. Jenis konflik 1 : Masalah yang bisa diselesaikan

Contoh dari tipe konflik ini yaitu hal-hal praktis seperti pembagian tugas rumah tangga atau cara membesarkan anak. Tanpa ada persoalan lain yang lebih besar.

2. Jenis konflik 2 : Masalah berulang (perpetual problem)

Ini adalah tipe konflik yang paling sering dialami oleh pasangan suami dan istri. Masalah ini biasanya terjadi karena perbedaan kepribadian yang terus menerus berulang.

Misalnya salah satu pasangan terbiasa rapi, sementara yang lainnya cenderung berantakan.

3. Jenis konflik 3 : Masalah berulang yang “mentok” (gridlock)

Jenis konflik ini adalah hal yang tidak nyaman didiskusikan karena suami dan istri punya pendapat berbeda. Biasanya konflik ini dilandasi oleh isu yang lebih besar dari yang kelihatan.

Artikel terkait: 10 Cara berbaikan dengan pasangan setelah bertengkar

Memahami tipe konflik yang terjadi bersama pasangan

tipe konflik 1

Cara memahami konflik yang terjadi pada pasangan suami dan istri

Dalam unggahan yang berbeda, Pingkan membahas tentang cara menjaga keharmonisan dan mengelola konflik dengan pasangan. Ia mengatakan bahwa pasangan yang harmonis bukanlah pasangan tanpa konflik.

“Pasangan harmonis justru adalah pasangan yang bisa mengambil keuntungan dari konflik tersebut,” kata Pingkan.

“Maksud saya, konflik atau perbedaan dalam hubungan itu wajar dan netral. Malah bisa berujung saling pengertian dan saling mengenal, kalau konflik dikelola dengan strategis,” sambungnya.

Alasan mengapa Pingkan lebih menyarankan para pasangan suami istri untuk mengelola konflik yaitu karena konflik dalam pernikahan termasuk ke dalam jenis yang berulang. Hal tersebut hampir dialami oleh mayoritas pasangan.

“Kenapa dikelola, bukan diselesaikan? Soalnya 69% konflik dalam pernikahan adalah konflik berulang. Biasanya karena asal konflik ini adalah perbedaan kepribadian,” tambah Pingkan menjelaskan.

Untuk itu, dibandingkan harus pusing mencari cara ‘menyelesaikan’ konflik dengan pasangan. Pingkan lebih menyarankan untuk mengelolanya. Sebab ‘menyelesaikan’ konflik kadang terlalu muluk-muluk dan untungnya konflik bisa dikelola asal tahu caranya.

Artikel terkait : Hati-hati! Ucapkan kata terserah memicu konflik dengan pasangan, ini yang perlu diperhatikan

Mulailah untuk mengevaluasi konflik bersama pasangan

tipe konflik

Meski tidak mudah, tapi setiap pasangan pasti bisa mengelola konflik yang terjadi di antara mereka

Meskipun telah berprofesi sebagai seorang psikolog, tetapi Pingkan mengaku masih belajar untuk ‘mencicil’ konflik bersama pasangan. Pingkan pun mengaku itu bukan persoalan mudah, tapi bisa dilakukan jika setiap pasangan memang menginginkannya.

“Berusaha membicarakan perbedaan, sebelum meledak jadi amarah. Mudah? Tidaaak! Bisa diusahakan? Sangat bisa!,” tegas Pingkan.

“Yuk mari mulai evaluasi konflik dengan pasangan dan pelajari strategi mengelolanya,” tutupnya.

Demikianlah informasi terkait 3 jenis konflik yang sering terjadi pada pasangan suami istri menurut psikolog Pingkan Rumondor. Serta, cara menjaga keharmonisan dan mengelola konflik dengan pasangan yang bisa coba diterapkan.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda dan pasangan, ya!

Referensi: Instagram Psikolog Pingkan Rumondor

Baca juga:

Mulai jenuh dengan pasangan? Ini saran dari psikolog untuk mengatasinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner