Mulai jenuh dengan pasangan? Ini saran dari psikolog untuk mengatasinya

Mulai jenuh dengan pasangan? Ini saran dari psikolog untuk mengatasinya

Jenuh dengan pasangan? Jangan dibiarkan dan lakukan beberapa saran dari psikolog ini.

Pernikahan sudah mulai terasa ‘basi’. Hubungan dengan pasangan pun sudah terasa menjemukan. Lalu, adakah cara menghilangkan rasa jenuh dengan pasangan yang efektif?

Pertanyaan di atas mungkin akan terbesit bagi pasangan yang telah memasuki fase pernikahan yang kian matang. Misalnya, saat pernikahan memasuki usia 7 sampai 10 tahun. Pada umumnya usia pernikan di atas 5 tahun, pasangan suami istri sudah mulai menemukan rutinitas kehidupan yang terasa sangat membosankan.

Belum lagi, jika banyak konflik yang sulit diatasi. Kondisi inilah yang kemudian bisa memunculkan rasa bosan dalam pernikahan, termasuk jenuh dengan pasangan.

Parents sedang memasuki fase ini?

Pada dasarnya, setiap titik dalam kehidupan tentu saja ada kalanya merasa jenuh, hal ini pun berlaku dalam pernikahan. Wajar saja. Seperti yang diungkapkan Psikolog Klinis Dewasa bernama Nadya Pramesrani, M.Psi, Psikolog dari Rumah Dandelion, rasa bosan sebenarnya tidak selama berdampak buruk.

“Selama pasangan suami istri masih memiliki komitmen, sebenarnya rasa bosan dengan pasangan, bukan suatu yang buruk melainkan pertanda untuk berusaha memperbaiki hubungan,” ujarnya.

Artinya, rasa jenuh ini tentu saja perlu dikendalikan untuk mencegah segara risiko yang bisa mengancam pernikahan. 

Saat saya hubungi, Nadya menegaskan bahwa sebenarnya rasa jenuh pada pasangan bisa diatasi dengan mudah. Namun memang kunci utama yang perlu diperhatikan adalah pentingnya memulai perubahan dari diri sendiri.

“Saat seseorang sudah berkeluarga, ia punya tanggung jawab di rumah dan di kerjaan, apalagi saat sudah punya anak. Pasangan seringkali terjebak dalam rutinitas, jamak bagi siapapun merasakan bosan atau jenuh, karena rutinitas tersebut,” kata Nadya.

Artikel terkait: 5 Tips Menjadi Ibu Rumah Tangga yang Sukses dan Bahagia

cara menghilangkan jenuh dengan pasangan

Cara menghilangkan jenuh dengan pasangan menurut psikolog

Lebih lanjut, Nadya mengutarakan bahwa saat kita menyadari bahwa sudah mulai merasa jenuh, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

“Jadi kita kembali ke masalahnya dulu, perhatikan tenaga, menjaga kebugaran tubuh, aspek hidup sehat, istirahat cukup, yang pertama menjaga kebugaran tubuh, ada hal-hal yang harus dilakukan, seperti relasi dengan pasangan dan mengembangkan diri. Mulainya memang perlu dari diri sendiri dulu,” ucap Nadya.

Dengan memerhatikan tenaga dan menjaga kebugaran tubuh, maka seseorang bisa menghindari perasaan jenuh dengan pasangannya. Sebab hidup sehat akan membuat tubuh kita lebih positif lagi saat berkomunikasi dengan pasangan. 

Selain itu, jangan remehkan aktivitas fisik  seperti berolahraga karena bisa membantu mengeluarkan kita dari rutinitas yang itu-itu saja. Begitupun dengan mengembangkan diri sendiri. 

Artikel terkait: Kata Pakar: 13 Tips melakukan hubungan seksual yang akan meningkatkan gairah di atas ranjang

“Cobalah melakukan hal baru untuk mengembangkan diri, sehingga nanti tidak akan terjebak dalam rutinitas, passion-nya juga terjaga, secara pribadi jadi lebih bahagia, bantu berinteraksi dengan pasangan. Kalau misalnya terjebak dalam rutinitas, ngobrol dengan pasangan juga jadi sulit,” sambung Nadya.

Nadya juga menekankan ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk mengatasi kejenuhan dengan pasangan. Apa saja?

“Pertama perhatikan ikatan kedua belah pihak. Pastikan situasi mendukung, agar nyaman, dan suasana komunikasi yang kondusif sehingga pesan yang ingin diutarakan bisa sampai dengan baik,” paparnya. 

Selanjutnya, Anda tentu saja perlu lebih peka dan mengenali kebutuhan pasangan. “Jangan hanya berkeluh kesah. Biasanya perempuan hanya ingin bercerita saja, tapi dia nggak tahu yang dibutuhkan pasangannya, sedangkan laki-laki bawaan ingin masalah selesai, bukan keluh kesah. Kondisi ini yang perlu dipahami sehingga komunikasi bisa berjalan dengan lancar,” tandas Nadya.

Selain berkomunikasi, perhatikan kualitas dan kuantitas hubungan seksual. “Jangan lupa dan sepelekan kebiasaan yang sederhana, misalnya makan malam berdua. Usahakan tidak perlu ada gawai untuk meningkatkan keintiman dengan pasangan.”

Seperti yang diungkapkan Nadya, lewat cara ini harapannya keintiman bisa terbangun kembali.

 

Baca juga: 

7 Tanda suami sayang istri, Bunda wajib banget baca ini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner