Tes Kehamilan Kuno yang Dilakukan Manusia pada Zaman Dahulu

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Metode tes kehamilan kuno ini dilakukan sebelum teknologi medis mengalami kemajuan seperti sekarang. Bahkan ada yang dapat dibuktikan secara ilmiah.

Sebelum dunia kedokteran mengalami kemajuan seperti sekarang, ada berbagai cara kuno yang digunakan untuk mengetahui apakah seorang perempuan sedang mengandung atau tidak. Beberapa jenis tes kehamilan kuno itu mungkin menjijikkan, namun nyatanya hal tersebut memang pernah digunakan oleh manusia pada zaman dulu.

Berikut ini adalah alat tes kehamilan kuno yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya. Disarikan dari Ifl Science.

1. Mencampur urine dengan wine

Pada abad keenam belas di Eropa, para wanita yang diyakini sebagai Nabi atau memiliki mukjizat, bisa mengetahui apakah seorang wanita sedang hamil atau tidak melalui bau dan warna urin dari wanita tersebut.

Prosedurnya dilakukan dengan cara mencampur urine perempuan dengan wine untuk mengetahui apakah ada bayi di dalam rahimnya atau tidak.

Dan ternyata, metode tersebut memiliki fakta ilmiah di dalamnya. Karena alkohol bereaksi terhadap protein tertentu yang dihasilkan oleh hormon kehamilan, dan protein ini memengaruhi konsistensi pada urin perempuan hamil.

2. Mencipratkan urin ke benih gandum

Cara tes kehamilan kuno ini dilakukan pada abad keempat belas sebelum Masehi di Mesir. Konon, hal ini terjadi pada masa pemerintahan Raja Firaun Akhenaten, suami Ratu Nefertiti.

Jika seorang perempuan ingin mengetahui apakah dirinya sedang hamil atau tidak, maka dia harus mencipratkan urinenya pada benih gandum dan benih jelai (sejenis tanaman padi). Diyakini, cara ini juga bisa memprediksi jenis kelamin bayi yang dikandung.

Jika benih yang terkena urine bertunas atau berkecambah, maka diyakini perempuan yang dites urinenya sedang mengandung. Apabila benih gandum yang bertunas, maka bayinya perempuan dan bila benih jelai yang tumbuh, maka bayinya lelaki.

Artikel terkait9 Cara Unik Prediksi Jenis Kelamin Bayi yang Sering Dipercayai

Dilaporkan bahwa teknik ini bisa berfungsi sebagai tes kehamilan kuno karena hormon kehamilan di dalam urine bisa mendorong pertumbuhan tunas pada benih gandum dan jelai. Arkeolog mengemukakan bahwa cara ini memiliki akurasi hingga 70% untuk mengetahui kehamilan seseorang.

3. Menggunakan Tikus

Tahun 1920, peneliti menemukan sebuah hormon kehamilan yang bernama hCG. Saat itu, alat tes kehamilan dengan stik belum ditemukan.

Para peneliti pun menggunakan tikus sebagai tes kehamilan kuno. Tikus betina akan disuntik dengan air seni perempuan.

Dan jika di air seni tersebut mengandung hCG, maka si hewan pengerat akan menjadi aktif secara seksual. Karena hormon hCG memengaruhi kondisi panas tubuh si tikus.

Tes kehamilan kuno dengan menggunakan tikus ini dinamakan Tes Aschheim-Zondek atau Tes A-Z, sesuai nama peneliti yang menemukannya. Secara mengejutkan, metode ini memiliki akurasi sebesar 98%.

Baca juga: Akuratkah Alat Uji Kehamilan Anda? Dokter Menjawab Mitosnya!

4. Memasukkan bawang merah ke vagina

Hipocrates , seorang filsuf dan ahli di bidang medis percaya, bahwa dengan memasukkan bawang merah ke vagina perempuan, bisa menentukan apakah perempuan tersebut hamil atau tidak.

Caranya, potongan bawang merah dimasukkan ke vagina perempuan. Dan bila keesokan harinya nafas dan mulut perempuan tersebut berbau bawang, maka dia tidak hamil.

Hipocrates berasumsi bahwa rahim berfungsi sebagai jalan udara. Bila ada bayi di dalam rahim, jalan udara akan terhalang.

Jika tidak ada, maka jalan udara akan bebas dari penghalang, sehingga menghasilkan nafas berbau bawang.

5. Katak

Seorang ilmuwan dari Afrika Selatan bernama Lancelot Hogben melakukan procbaan pada katak bercakar. Hal ini dilakukan karena telur katak lebih mudah diperiksa dibandingkan telur tikus.

Dalam percobaan ini, Hogben menggunakan katak bercakar dari Afrika Selatan yang bernama Xenopus Laevis. Dia menemukan bahwa katak ini bekerja cukup bagus sebagai tes kehamilan perempuan.

Jika katak betina disuntik dengan urine dari perempuan yang sedang hamil, maka katak tersebut akan bertelur pada hari yang sama. Karena keakuratannya, metode ini menjadi cukup populer di Eropa pada tahun 1930-an.

 

Baca juga:

13 Alat Kontrasepsi Kuno yang Digunakan Orang Pada Zaman Dahulu





Kehamilan