Terong untuk ibu menyusui berbahaya, mitos atau fakta? ini penjelasannya

Terong untuk ibu menyusui berbahaya, mitos atau fakta? ini penjelasannya

Apakah benar terong berbahaya untuk ibu menyusui?

Ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi berbagai buah dan sayuran untuk memperkaya nutrisi di dalam ASI-nya. Namun hingga sampai saat ini, masih ada perdebatan antara buah dan sayur yang boleh dan tidak diperbolehkan untuk ibu menyusui. Salah satunya tentang sayur terong untuk ibu menyusui.

Terong untuk ibu menyusui, berbahaya atau tidak?

terong untuk ibu menyusui

Beberapa orang berpendapat bahwa terong tidak baik untuk ibu menyusui. Sebab terong dapat memberikan efek negatif pada bayi yang sedang disusui.

Dilansir dari Live Strong, American Pregnancy Association memang merekomendasikan untuk menghindari varietas sayuran tertentu untuk mencegah gas berlebihan pada Si Kecil. Salah satunya ialah sayuran terong.

Hal itu dikarenakan tingginya kandungan serat di dalam sayuran terong yang dapat memicu gas berlebihan di dalam tubuh.

Lebih lanjut, Josh Axe, seorang naturopath dan penulis buku laris “Eat Dirt” mengatakan meskipun terong sehat untuk sebagian orang. Namun terong dapat berbahaya untuk orang yang memiliki perut sensitif.

“Sayur terong mengandung alkaloid yang melindungi mereka dari bug dan jamur (ketika tanaman tersebut tumbuh di kebun). Sayangnya, bahan kimia ini dapat memicu masalah pencernaan,” ujarnya dalam New York Post.

Terong untuk ibu menyusui berbahaya, mitos atau fakta? ini penjelasannya

Penting untuk diingat bahwa penjelasan Josh Axe tersebut tidak hanya tertuju pada ibu menyusui secara keseluruhan. Penjelasan itu hanya tertuju pada orang yang memiliki perut sensitif.

Jadi, bila ibu menyusui tidak memiliki perut sensitif. Maka mengonsumsi terong selama menyusui sebenarnya aman-aman saja selama tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Gina Neill, ahli diet dari Loyola University Health System justru menyayangkan bila ibu menyusui tidak dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan dan mengonsumsi makanan yang ia sukai hanya karena khawatir akan kualitas ASI-nya.

“Belum ada bukti ilmiah yang mendukung asumsi bahwa makanan atau minuman tertentu bisa membuat bayi jadi rewel atau sakit. Jadi ibu menyusui tidak membutuhkan menu khusus,” ujar Neill.

Artikel terkait: Terong untuk MPASI balita, ini 3 manfaat pentingnya

Manfaat terong untuk ibu menyusui

Terong untuk ibu menyusui berbahaya, mitos atau fakta? ini penjelasannya

Dilansir dari Medical News Today, terong merupakan salah satu sayuran yang kaya akan serat, rendah kalori, dan dapat memberikan banyak manfaat untuk tubuh.

Berbagai penelitian telah menunjukan bahwa makanan nabati seperti terong dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Berikut ini adalah beberapa manfaat sayur terong untuk kesehatan:

1. Menyehatkan jantung

Kandungan serat, kalium, vitamin C, vitamin B6, dan fitonutrien dalam terong dapat mendukung kesehatan jantung.

Selain itu, sebuah ulasan dalam American Journal of Clinical Nutrition (AJCN) pada 2008 menjelaskan bahwa makan makanan yang mengandung flavonoid tertentu, seperti anthocyanin dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung.

Konsumsi sayuran dan buah yang mengandung antosianin sebanyak tiga porsi atau lebih per minggu yang  memiliki risiko penyakit jantung 34% lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit.

Manfaat ini bisa didapatkan ketika Anda mengonsumsi terong.

2. Menurunkan kolesterol darah

Terong untuk ibu menyusui berbahaya, mitos atau fakta? ini penjelasannya

Penelitian telah menunjukkan bahwa ketika kelinci dengan kolesterol tinggi mengonsumsi jus terong. Kelinci tersebut memiliki berat badan dan kadar kolesterol darah yang lebih rendah.

Asam klorogenik dalam terong terbukti menurunkan kadar LDL. Ini juga bertindak sebagai agen antimikroba, antivirus, dan anti kanker.

3. Mencegah kanker

Polifenol dalam terong telah terbukti memiliki efek anti kanker. Antosianin dan asam klorogenik melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Pada gilirannya ini dapat mencegah pertumbuhan tumor dan invasi serta penyebaran sel kanker.

Antikanker antosianin di dalam terong juga dapat mencegah pembuluh darah baru membentuk tumor, mengurangi peradangan, dan memblokir enzim yang membantu sel kanker untuk menyebar.

4. Fungsi kognitif

Terong untuk ibu menyusui berbahaya, mitos atau fakta? ini penjelasannya

Temuan dari penelitian pada hewan menunjukkan bahwa nasunin, antosianin dalam kulit terong adalah antioksidan kuat yang dapat melindungi membran sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas.

Ini juga membantu dalam pengangkutan nutrisi ke dalam sel dan memindahkan limbah dari tubuh ke saluran sekresi.

Penelitian juga menunjukkan bahwa anthocyanin membantu mencegah peradangan saraf dan memperlancar aliran darah ke otak.

Ini bisa membantu meningkatkan daya ingat dan mencegah gangguan mental yang berkaitan dengan usia.

5. Membantu program penurunan berat badan

Serat makanan umumnya dikenal sebagai faktor penting dalam manajemen berat badan. Senyawa ini meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan.

Terong adalah salah satu sayuran yang dikenal memiliki serat yang cukup tinggi.

6. Kesehatan hati

Penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dalam terong dapat membantu melindungi hati dari racun tertentu.

Risiko mengonsumsi terong terlalu banyak yang harus diwaspadai

terong untuk ibu menyusui 2

Tak dapat dipungkiri bila mengonsumsi terong terlalu banyak dapat menyebabkan masalah kesehatan tertentu.

Nasunin, fitokimia yang ditemukan dalam terong berikatan dengan besi dan mengeluarkannya dari sel. Ini mungkin bermanfaat bagi orang yang memiliki terlalu banyak zat besi dalam tubuh mereka. Namun tidak bermanfaat untuk mereka dengan kadar zat besi yang rendah.

Terong juga bagian dari keluarga jenis tanaman nightshade. Nightshades mengandung alkaloid termasuk solanin yang dapat memperburuk radang sendi atau peradangan.

Tidak ada penelitian yang cukup untuk mengkonfirmasi hal ini. Namun banyak orang dengan kondisi ini yang melaporkan bahwa mereka membutuhkan bantuan ketika terlalu banyak mengonsumsi terong.

Lebih lanjut, terong mengandung oksalat. Oksalat dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal. Batu ginjal dapat menyebabkan nefropati oksalat akut atau bahkan kematian ginjal.

Oleh karena itu, makanan yang mengandung oksalat seperti terong tidak direkomendasikan bagi mereka yang rentan terhadap pembentukan batu ginjal. Orang dengan batu ginjal harus membatasi asupan makanan yang mengandung oksalat seperti terong.

***

Anda bisa bergabung dengan jutaan ibu lainnya di aplikasi theAsianparent untuk berinteraksi dan saling berbagi informasi terkait kehamilan, menyusui, dan perkembangan bayi dengan cara klik gambar di bawah ini.
TAP-Web-Banner_Food & Nutrition

Referensi: Medical News Today, New York Post

Baca juga

Ingin diet alami tanpa efek samping? Konsumsi terong sekarang juga!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner