7 Tanda Bayi Kekurangan ASI yang Perlu Parents Tahu

Waspadai tanda bayi kekurangan ASI dan tanda bayi lapar berikut ini.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

ASI adalah nutrisi yang dihasilkan oleh sekresi kelenjar payudara ibu dan merupakan nutrisi terbaik untuk bayi. ASI dapat mencegah malnutrisi karena ASI mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan bayi dengan tepat, mudah digunakan secara efisien oleh tubuh bayi dan melindungi bayi terhadap infeksi.

Ketika bayi merasa lapar dan diabaikan, tentu saja bisa membuatnya rewel dan lemas.

Disamping itu, kekurangan ASI dapat membuat bayi mengalami dehidrasi yang memicu masalah kesehatan lebih parah. 

Oleh karena itu, seorang ibu harus mengetahui tanda bayi yang kekurangan ASI, terutama pada bulan pertama.

Artikel terkait: Berapa Banyak Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir? Cek, Yuk!

Apa Tanda Bayi Kekurangan ASI?

Tanda bayi kekurangan ASI yang bisa dilihat adalah berat badannya menurun, bayi jarang buang air kecil, kotoran bayi sedikit dan cenderung berwarna gelap, hingga bayi sering rewel. 

Berikut ini penjelasan lengkapnya:

1. Berat Badan Menurun

Bila berat badan bayi terus menurun lebih dari 10% dibanding berat lahir atau berat badan bayi belum kembali seperti berat lahir pada usia 10 sampai 14 hari setelah lahir, ini adalah salah satu tanda asupan ASI-nya tidak mencukupi.

Bunda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi masalah ini.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

2. Bayi Jarang Pipis dan Urine Tampak Berwarna Pekat

Salah satu tanda bayi kekurangan ASI ialah, bisa dilihat dari banyaknya popok yang ia basahi. 

Bila frekuensi buang air kecil (BAK) bayi < 6 kali sehari dan urine berwarna kuning pekat, maka Bunda harus waspada ASI yang diperoleh bayi kurang. 

Bahkan, terkadang bisa tampak butiran halus kemerahan pada popok bayi (yang mungkin berupa kristal urat pada urine).  

3. Kotoran Bayi Hanya Sedikit dan Berwarna Gelap

Pada bayi usia 4 hari sampai 4 minggu, maka setidaknya frekuensi buang air besar (BAB) > 4 kali sehari dengan volume paling tidak 1 sendok makan, tidak hanya berupa noda membekas pada popok bayi.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Begitu juga seharusnya warna feses kekuningan dengan butiran-butiran berwarna putih susu diantaranya (seedy milk)

Apabila frekuensi BAB sedikit dan warna feses bayi setelah usia 5 hari masih berwarna hitam seperti ter (mekonium) atau transisi antara hijau kecokelatan, maka mungkin ini merupakan salah satu tanda bayi kurang mendapat ASI yang perlu Bunda waspadai. 

4. Bayi Lebih Rewel dan Terlihat Lemas

Bila bayi cukup mendapat ASI, maka bayi akan tampak puas setelah menyusu dan tidur lebih tenang. 

Namun bila bayi kurang mendapat ASI, maka ia akan lebih sering menangis dan rewel, sampai pada akhirnya bayi akan terlihat lemas dan lebih sering jatuh tertidur karena kelelahan.

5. Bibir dan Mata Bayi Terlihat Kering

Bila bayi tidak mendapat asupan cairan yang cukup dari ASI, bibir bayi akan terlihat kering dan saat bayi menangis tidak tampak air mata yang keluar. 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

6. Sering Menyusu Namun Masih Tidak Puas

Mungkin Bunda merasa bingung bila melihat bayi sudah sering menyusu, tetapi terlihat tidak kenyang ataupun puas dan makin sering menangis.

Ini bisa menandakan, ia tidak cukup mendapat ASI.

Penyebabnya bisa karena ASI tidak keluar, suplai ASI yang kurang, atau ada masalah di bayi yang membuatnya tidak bisa mengisap dengan benar.

7. Tidak Adanya Perubahan Bentuk Payudara 

Produksi ASI mulai berlimpah pada hari ke-2 sampai ke-4 setelah melahirkan, yang bisa dilihat pada perubahan bentuk payudara ibu yang bertambah besar, berat, lebih hangat dan seringkali ASI menetes spontan. 

Bila tanda-tanda ini tidak dirasakan oleh Bunda, maka kemungkinan produksi ASI masih belum banyak.

Atau, bila Bunda sudah merasakan tanda-tanda ini, namun setelah selesai menyusui payudara masih terasa berat dan kencang, maka kemungkinan bayi tidak tuntas menyusu atau ada kesulitan pada bayi saat mengisap sehingga ASI tidak keluar.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Artikel terkait: Bagaimana Pelekatan Menyusui yang Benar? Pelajari di Sini, Bunda!

Apa yang Terjadi Jika Bayi Kekurangan ASI?

Bayi yang kekurangan ASI bisa mengalami dehidrasi dan gagal tumbuh kembang. Hal ini merupakan masalah serius yang tidak bisa dianggap sepele.

Bila Bunda melihat tanda bayi kekurangan ASI seperti yang disebutkan di atas, segeralah menghubungi dokter, bidan, atau konsultan laktasi.

Mereka bisa membantu menganalisa sumber masalahnya, dan memberikan tips untuk kesuksesan proses menyusui bagi Bunda dan bayi.

Artikel terkait: Kenali Tanda Dehidrasi pada Bayi dan Cara Menanganinya ini Sebelum Terlambat

Apa Tanda-tanda Bayi Lapar?

Bayi tidak selalu berkomunikasi lewat tangisan, jadi tanda bayi lapar juga bisa diketahui dari bahasa tubuhnya yang meliputi:

  • Menjilat bibir, atau membunyikan bibirnya
  • Membuka dan menutup mulutnya dalam gerakan berulang seperti sedang menyusu
  • Mengisap jari, atau pakaian.

Ketiga hal di atas adalah tanda awal yang menandakan bayi sedang lapar, bila tanda tersebut tidak membuat bayi mendapatkan ASI, dia akan memberikan sinyal lain yang menandakan dia lapar dan ingin segera menyusu.

Yakni sebagai berikut:

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan
  • Menolehkan wajah pada apa pun yang menyentuh pipinya
  • Menggeliat, gelisah atau mencoba bergerak ke posisi seperti sedang menyusui
  • Menempelkan wajah di dada orang yang sedang menggendongnya
  • Bayi terlihat cemas, bahkan memukul Bunda saat digendong
  • Rewel dan menjadi tidak bisa diam
  • Menangis adalah usaha terakhirnya untuk memberi tahu bahwa dia sedang lapar.

Artikel terkait: 10 Arti Tangisan Bayi, Jenis, dan Cara Menenangkannya Saat Rewel

Seberapa Sering Bunda Harus Menyusui agar Bayi Tidak Kelaparan?

Saat masih dalam kandungan, bayi mendapatkan nutrisi, oksigen dan cairan dari ari-ari. Begitu dia lahir, dia membutuhkan semua itu dari ASI. Sehingga Bunda mungkin perlu menyusuinya lebih sering daripada yang Anda bayangkan.

Memperhatikan jadwal jam menyusui tidak selalu tepat, lihatlah bahasa tubuh bayi dengan baik.

Karena frekuensi menyusui tentunya disesuaikan dengan kebutuhan bayi, jadi dengarkan bayi Anda dan berhenti melihat jam.

Bagi bayi baru lahir, mereka perlu menyusui sebanyak 8-12 kali dalam waktu 24 jam setelah ia lahir.

Berada di dekat bayi setiap saat bisa membantu Bunda mengenali tanda bayi lapar atau membutuhkan ASI.

Namun, bila karena kondisi tertentu Anda tidak bisa berada di dekat bayi, maka Bunda perlu menyusuinya setiap 2-3 jam sekali.

Artikel Terkait: 20 Makanan yang Baik untuk Ibu Menyusui, Bantu Produksi ASI Lancar

Semoga artikel ini bermanfaat. Terus semangat menyusui, Bunda!

***

Baca Juga:

Ciri-Ciri ASI Basi yang Berbahaya Bagi Bayi, Ini Kata Ahli Laktasi

Mengenal Bahasa Bayi, Ini Dia 5 Tanda Bayi Mencintai Anda

4 Tanda Bayi Tidak Nyaman, Ini yang Bisa Parents Lakukan

Penulis

Fitriyani