Cara Mengenali dan Mendeteksi Jika Anak Mengalami Pelecehan Seksual

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Sering menitipkan anak di bawah jangkauan penjagaan orang lain? Berikut hal-hal yang perlu Anda sadari apabila anak mengalami pelecehan seksual.

Beberapa waktu yang lalu, cukup banyak pemberitaan di sejumlah media massa yang membahas tentang pelecehan seksual anak, bahkan hingga sampai pada tahap kekerasan seksual. Banyak orang tua yang mulai khawatir dan semakin meningkatkan penjagaan terhadap buah hatinya.

Namun apakah Anda menyadari bahwa situasi tersebut bisa terjadi kapan saja tanpa Anda sadari? Seorang ibu bernama Tonya GJ Prince berbagi cerita mengenai dirinya yang pernah mengalami pelecehan seksual sewaktu kecil tanpa disadari oleh ibunya.

Kisah ini melintas kembali dalam ingatannya saat sedang menjemput buah hatinya sehabis menghadiri pesta Halloween di rumah temannya. Sesampainya di sana, Tonya diberitahu oleh ayah dan nenek dari teman anaknya tersebut bahwa buah hatinya berperilaku baik selama pesta berlangsung.

Sebagai orang tua, kabar ini cukup membuat Tonya merasa tenang. Namun tak berapa lama, ia merasa janggal karena situasi ini persis dengan pelecehan seksual yang pernah ia alami saat dijemput oleh ibunya setelah bermain dari rumah salah satu kerabat laki-lakinya yang masih remaja.

Seperti dilansir For Every Mom, situasi yang dialami Tonya ini digambarkan dalam 3 kondisi:

1. Ibu Tonya bahkan tidak sadar bahwa Tonya telah diancam oleh kerabatnya tersebut sebelum mereka sampai di rumahnya. Terkadang remaja ini akan berdiri di belakang sambil mengepalkan tangannya seakan ingin meninju atau memberikan tatapan jahat kepada Tonya.

2. Ibu dari Tonya mulai menanyakan seperti, "Apakah kamu bersikap baik di sana?" atau "Apakah kamu mendengarkan orang-orang dengan baik?" tepat di depan orang yang menggunakannya sebagai eksperimen untuk seks. Otomatis sebagai anak kecil, Tonya tak akan berani berkata jujur jika sebelumnya ia telah diancam.

3. Dikarenakan Tonya telah berbohong bahwa dirinya seakan baik-baik saja, ia tak akan mungkin untuk mengganti jawabannya dan memberikan alasan mengapa ia berbohong kepada ibunya.

Menurut Tonya, jika Anda bertanya kepada si kecil apakah mereka baik-baik saja atau tidak di depan orang lain, maka mereka akan merasa tertekan dan cenderung akan mengatakan hal yang positif.

Oleh karena itu, Anda memerlukan pendekatan khusus untuk mengetahui kondisi sebenarnya yang dialami oleh si kecil ketika berada dalam jangkauan penjagaan orang lain. Berikut beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan secara pribadi kepada si kecil:

  • Apakah kamu menikmati pestanya atau tidak?
  • Apa saja yang kamu lakukan di sana?
  • Bagian mana dari pesta tersebut yang menjadi favorit kamu?
  • Bagian mana yang paling tidak menarik menurutmu?
  • Apakah kamu merasa aman?
  • Apakah ada lagi yang ingin kamu ceritakan?

Sudah sepatutnya sebagai orang tua untuk mempertanyakan hal-hal kecil sekalipun dalam kehidupan si buah hati untuk menjauhi hal-hal yang tak diinginkan, seperti pelecehan seksual.

Parents bisa mengingat dan menerapkan tips di atas kepada si buah hati agar ia terbiasa untuk bercerita secara detil saat mereka sedang tidak berada di sisi Anda.

 

Jika anak alami kekerasan seksual, silakan menghubungi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum APIK Jakarta. Telepon: 021-87797289 Fax: 021-87793300. Email : [email protected]

Baca juga:

 

Video: Gambaran Pelecehan Seksual pada Anak yang Bikin Bergidik

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Better Parenting