TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

3 Jenis Tahi Lalat pada Anak, Mana yang Berisiko Kanker?

Bacaan 5 menit
3 Jenis Tahi Lalat pada Anak, Mana yang Berisiko Kanker?

Hati-hati, tidak semua tahi lalat pada anak dianggap aman dan tidak mengganggu kesehatan.

Hampir semua orang memiliki tahi lalat. Ada yang memiliki 1, 2, atau bahkan lebih dari 5. Tahi lalat pada anak biasanya sudah ada sejak anak lahir. Itulah mengapa dikatakan tahi lalat sebagai tanda lahir.

Pada umumnya, warna dan ukuran tahi lalat pada anak tak berubah. Kalau pun berubah –seiring dengan pertambahan usia- warna, ukuran, bentuk, atau teksturnya tidak mengalami perubahan drastis. Jika sampai berubah drastis, pertanda tahi lalat harus mendapatkan intervensi medis karena bisa jadi berisiko kanker atau masalah kulit lain.

Sebelum mendapati kemungkinan tahi lalat berisiko kanker, mari kita pahami jenis tahi lalat pada anak yang umum ditemukan.

Artikel terkait: https://id.theasianparent.com/cara-menghilangkan-tanda-lahir

Jenis-jenis Tahi Lalat

3 Jenis Tahi Lalat pada Anak, Mana yang Berisiko Kanker?

Tahi lalat pada anak umumnya muncul ketika melanosit, sel pembentuk melanin dewasa, tumbuh dalam kelompok bukannya menyebar di kulit.

Tahi lalat dapat ditemukan pada setiap bagian tubuh dalam berbagai bentuk, warna, dan ukuran dalam kisaran 1 hingga hampir 40. Warnanya bervariasi dari hitam, cokelat, cokelat muda, juga merah.

Ini dia tiga jenis tahi lalat yang perlu Bunda ketahui: 

  1. Congenital moles (tahi lalat bawaan)

Tahi lalat yang sudah ada di tubuh bayi saat ia dilahirkan disebut congenital moles. Tahi lalat ini berbentuk seperti cafe au lait (bercak atau bintik datar pada kulit) yang ukurannya dapat bervariasi, begitu juga dengan warna, bentuk, tekstur, dan rambutnya. Ya, tahi lalat ada yang berambut, loh!

Hanya 1 dari 100 bayi baru lahir yang memiliki kemungkinan memiliki tahi lalat bawaan. Jenis tahi lalat pada anak ini biasanya berukuran 4 inci atau bisa juga lebih besar.

  1. Acquired moles (tahi lalat yang diperoleh)

Jenis tahi lalat ini muncul atau berkembang di kemudian hari, seiring perjalanan waktu. Kemunculannya biasanya dikarenakan paparan sinar matahari yang berlebihan yang kemudian merusak jaringan kulit.

Salah satu contoh tahi lalat ini adalah freckles (bitnik-bintik) pada wajah –meski banyak juga yang mendapatinya secara genetika. Ciri dari tahi lalat jenis ini adalah berwarna cokelat dengan berbagai bentuk dan ukuran –kurang dari 1/4 inci. 

  1. Atypical moles (tahi lalat atipikal)

Ukuran tahi lalat atipikal lebih besar dibandingkan dengan jenis tahi lalat pada umumnya. Tepinya tidak beraturan, bentuknya bisa mendatar atau menonjol.

Warnanya berkisar cokelat muda hingga cokelat tua. Jenis tahi lalat atipikal sering juga disebut sebagai nevus displastik dan terlihat seperti melanoma. Tahi lalat ini memiliki peluang lebih besar untuk berubah menjadi melanoma dan bertekstur lentur juga berbulu.

Kapan Harus Khawatir dan Periksa Tahi Lalat pada Anak ke Dokter?

3 Jenis Tahi Lalat pada Anak, Mana yang Berisiko Kanker?

Sesungguhnya, tahi lalat pada yang sudah ada di kulitnya sejak lahir kurang rentan terhadap kanker jika dibandingkan dengan yang berkembang seiring bertambahnya usia. Namun, jika tahi lalat di bagian wajah atau tubuhnya cenderung berkembang dan berubah warna, ini saatnya Bunda perlu memeriksakannya ke dokter kulit.

Berikut ini tanda-tandanya:

  • Tahi lalat tumbuh dan berkembang dengan cepat.
  • Ukuran, warna, atau bentuknya berubah. Warna tahi lalat yang dianggap umum adalah cokelat, hitam, atau warna kulit. Menjadi tidak umum jika tahi lalat berwarna merah, merah muda, putih, biru, atau terkadangwarna-warna ini juga bisa bercampur dengan warna cokelat atau hitam –bisa mengarah ke melanoma.
  • Perubahan tekstur atau tinggi.
  • Terasa gatal atau bersisik.
  • Tahi lalat menjadi keras.
  • Mengeluarkan darah.
  • Memiliki lebih dari 50 tahi lalat di seluruh tubuh.

Tahi lalat yang muncul setelah berusia 50 tahun juga harus diperiksa dan dipantau secara teratur, karena ada kemungkinan besar berubah menjadi melanoma dan dapat mengancam jiwa. Melanoma adalah jenis kanker kulit yang dimulai dengan melanosit. Itu menyebar dengan cepat mencapai ke bagian lain dari tubuh dan merusak jaringan yang ada di dekatnya.

Ukuran melanoma umumnya lebih besar dari penghapus pensil (atau sekitar 6 mm). Selain ukuran, bentuk, warna, atau penampilan keseluruhan pun dapat berubah. Penderitanya akan mengalami gatal-gatal atau pendarahan di area tahi lalat –padahal sebelumnya tidak pernah.

Artikel terkait: https://id.theasianparent.com/tanda-lahir

Risiko dan Penyebab Kanker Kulit pada Anak 

tanda merah pada bayi - tahi lalat

Sumber: Pinterest

Sangat penting bagi orang tua untuk memahami potensi risiko kesehatan bagi buah hatinya, juga mengetahui langkah-langkah menjaga kesejahteraan mereka. Informasi mengenai kanker kulit pada anak memang tidak banyak, namun Anda bisa mengetahuinya dari penjelasan ini.

Menurut UnityPoint Health, risiko melanoma meningkat pada anak berusia 15 tahun. Dan paparan radiasi ultraviolet juga riwayat sengatan matahari yang parah lah yang membuat anak menjadi lebih rentan terhadap kanker kulit. Selain itu, anak-anak berkulit dan berambut terang juga berisiko lebih tinggi terkena melanoma pediatrik.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa tanda yang menyebabkan tahi lalat bisa berisiko kanker pada anak:

  • Riwayat keluarga dengan kanker kulit.
  • Berkulit terang dan berambut terang.
  • Paparan sinar matahari dan sinar ultraviolet yang berlebihan.
  • Memiliki banyak tahi lalat.
  • Terapi radiasi atau penggunaan tanning bed.

Yang Penting untuk Bunda Lakukan

Setelah Bunda mengetahui jenis, gejala, dan tandanya, sekarang waktunya Bunda melakukan evaluasi mengenai tahi lalat pada anak ini.

  • Identifikasilah tanda dan gejala di atas.
  • Lakukan pemeriksaan tahunan dari setiap tahi lalat pada tubuh anak, dengan begitu Bunda bisa mencurigai tahi lalat berisiko kanker kulit.
  • Gejala kanker atau melanoma dari tahi lalat pada anak-anak mirip dengan orang dewasa.
  • Untuk anak yang sudah besar, nasihati anak untuk juga mengawasi tubuh mereka apabila ada perubahan pada tahi lalat di tubuhnya.
  • Ingat, kanker jika dideteksi dini dan bisa disembuhkan. Anda hanya perlu mengamatinya saja.
  • Jika ada perubahan yang serius, segera konsultasikan dengan dokter kulit.

Semoga informasi tahi lalat pada anak ini bermafaat ya, Parents. 

Baca juga:

Pilu, Seorang Ayah Bagikan Potret Wajah Kesakitan Putrinya yang Sekarat

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Anak laki-laki ini mengucapkan 3 kata terakhir pada ibunya sebelum menyerah pada kanker

14 makna tahi lalat di wajah tentang kepribadian Anda, nomor 5 tidak menyangka!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ester Sondang

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • 3 Jenis Tahi Lalat pada Anak, Mana yang Berisiko Kanker?
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti