TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

8 Tahap Perkembangan Keluarga agar Pernikahan Bahagia, Cinta Saja Tidak Cukup!

Bacaan 6 menit
8 Tahap Perkembangan Keluarga agar Pernikahan Bahagia, Cinta Saja Tidak Cukup!

Memahami tahap perkembangan keluarga, diharapkan bisa membantu pasutri lebih siap menghadapi tantangan pernikahan.

“Ketika kita tahu apa saja tahap perkembangan keluarga, maka kita bisa siap menghadapi kondisi atau perubahan yang ada. Dengan demikian, kita bisa cepat menyadari apa saja tantangannya. Kalau kita enggak tahu, terkadang kita jadi punya harapan yang tertalu tinggi yang sebenarnya memang sulit untuk terpenuhi.”

Penjelasan Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psikolog ini sepertinya memang perlu dipahami oleh individu yang akan memasuki fase baru dalam hidupnya. Pernikahan.

Seperti yang kita ketahui, meskipun menjalani pernikahan yang bahagia jadi impian semua pasangan. Kenyataannya ketika dijalani memang tidak semudah yang dibanyangkan. Lah, wong, perkara meletakan handuk di atas kasur atau menarik baju sembarangan sampai bikin susunan pakaian di lemari saja bisa memicu konflik.

Belum lagi persoalan dengan mertua atau ipar, atau masalah pola asuh yang diterapkan kepada anak yang terasa begitu berbeda? Umh, atau persoalan yang tak kalah pelik lagi seperti kehilangan sparkling saat berdekatan dengan pasangan? Rasanya begitu hambar.

Kondisi seperti inilah yang kemudian menjadikan setiap pasangan suami istri perlu memahami apa saja tahapan perkembangan keluarga.

Artikel Terkait: Hubungan Pernikahan Semakin Hari Semakin Hambar? Kenali Penyebab dan Tips Mengatasinya

Pentingnya Memahami Tahap Perkembangan Keluarga

tahap perkembangan keluarga

Beberapa waktu lalu theAsianparent mengadakan sesi IG live bersama Mbak Nina Teguh, begitu saya kerap menyapa Mbak Anna Surti. 

Psikolog keluarga jebolan Universitas Indonesia ini kemudian menjelaskan bahwa tahap perkembangan keluarga memang perlu dipelajari dan dipahami setiap individu yang memulai hidup baru dalam jenjang pernikahan dan berakhir ketika mereka masuk kategori lanjut usia.

Nina Teguh melanjutkan, “Perkembangnya itu akan berbeda, saat bayi, balita, remaja, dewasa hingga memasuki pernikahan. Nyatanya yang berkembang ini tidak hanya sebatas pada individu saja namun bagaimana kita berinteraksi dengan sistemnya, atau orang-orang terdekat. Maka, di sini perkembangnya juga akan berbeda-beda.”

Dilanjutkan Nina, “Pakar psikologi perkembangan itu memperhatikan perkembangan setiap individu, termasuk saat beriteraksi dalam sistemnya atau keluarga. Seorang ahli, Daulav, juga memperhatikan bagaimana perkembangan tahap perkembangan keluarga dari mulai awal, pembentukan keluarga atau beginning hingga akhir saat sudah lansia.”

Alasan mengapa setiap individu yang sudah memasuki gerbang pernikahan perlu paham tahap perkembangan keluarga karena tidak terlepas agar siap menerima kondisi atau perubahan, kita bisa cepat menyadari apa saja tantangannya.

“Kalau kita enggak tahu, terkadang kita jadi punya harapan yang tertalu tinggi yang sebenarnya memang sulit untuk terpenuhi,” ujar Nina lagi.

“Contohnya, saat kita usia 20 tahunan, tapi kita sudah menikah dan baru punya bayi. Sementara kita melihat teman kita yang lain, kok, masih seru-seruan. Masih mengejar karier, masih meeting di sana, hang out di sana. Lalu kenapa saya, kok, enggak bisa?”

“Tidak bisa lagi karena memang tahapannya sudah berbeda. Jika sudah menyadari kalau kondisi sudah berbeda dengan teman-temannya, maka akan bisa belajar untuk paham sehingga kita bisa berperilaku dengan baik dan punya kesempatan yang lebih untuk mendapatkan keharmonisan di dalam keluarga,” papar Nina Teguh.

Artikel Terkait: Menikah Tanpa Cinta, Apakah Bisa Bahagia? Ini Kata Psikolog

8 Tahap Perkembangan Keluarga

Dijelaskan Nina Teguh, tokoh psikolog perkembangan keluarga, Duvall, membagi delapan tahapan. Dimulai dari awal menikah hingga lansia, pada saatnya anak-anaknya akan mandiri dan memiliki cucu.

1. Tahap Pengantin Baru dan Belum Memikili Anak (Beginning Family)

tahap perkembangan keluarga

Tahapan awal, pasangan suami istri akan saling beradaptasi, termasuk dengan keluarga besarnya.

“Meski sudah pacaran lama, tidak menjamin sudah saling terbuka dan mengenal dengan dalam, lo. Biasanya di tahapan awal ini juga bisa muncul konflik dengan keluarga pasangan. Jadi perlu penyusuaikan, mulai mendiskusikan visi dan misi keluarga.”

2. Tahap Bertambahnya Anggota Keluarga, Anak Pertama (Child Bearing Family)

tahap perkembangan keluarga

Tahapan selanjutnya tentu akan memiliki tantangan berbeda, pasangan suami istri mulai belajar menjadi orang tua baru. Sehingga perlu menyiapkan diri dan memahami apa saja tantangnnya, dan tahu bagaimana menjaga hubungan yang memuaskan dengan pasangan.

3. Memiliki Anak Usia Prasekolah (Families with Preschoolers)

8 Tahap Perkembangan Keluarga agar Pernikahan Bahagia, Cinta Saja Tidak Cukup!

Artikel Terkait: 10 Hal yang Hanya dipahami Ibu dengan Anak Usia ‘Threenager’ (3 tahun)

Saat anak memasuki usia prasekolah, memasuki usia 3 tahun hingga 5 tahun, artinya sudah memasuki tahap ke-3. Beberapa keluarga juga mulai memiliki dua anak, sehingga perlu membagi fokus secara adil dengan ke dua anak.

Maka, peran suami istri pun akan berubah karena perlu membantu anak untuk memasuki dunia sekolah sehingga bisa beradaptasi, memastikan rasa aman setiap anggota keluarga, memantu kakak agar siap dengan kehadiran adik kecilnya, termasuk bisa membagi waktu untuk pasangan dan diri sendiri.

4. Keluarga dengan Anak Sekolah (Families with Children)

8 Tahap Perkembangan Keluarga agar Pernikahan Bahagia, Cinta Saja Tidak Cukup!

“Anak mulai memasuki usia sekolah, ini tantangnnya akan berbeda lagi. Kalau sekarang, yang mulai banyak dikeluhkan di masa pandemi ini adalah tantangan menemani anak sekolah online. Ketika punya anak usia sekolah, apalagi dua anak atau lebih, ibu memang bisa ‘berakrobat’. Bagaimana mengasuh anak sesuai perkembangnya, tapi juga harus menyelesaikan tugasnya sendiri,” tukas Nina Teguh.

5. Memiliki Anak Remaja (Families with Teenagers)

8 Tahap Perkembangan Keluarga agar Pernikahan Bahagia, Cinta Saja Tidak Cukup!

Keluarga dengan anak remaja tentu saja memiliki tantangan tersendiri.

Seperti yang diutarakan Mbak Nina, “Saat punya anak usia remaja, saat anak mau masuk SMP, anak akan punya perkembangan sendiri. Anak ini bisa lebih mandri, lebih abstrak tapi cerderung melihat segala sesuatunya dilihat hitam putih saja. Di masa ini sering kali terjadi pertengkaran antara anak dan orang tua, akhirnya bisa membuat situasi ‘panas’ juga antara ibu dan ayahnya.”

Itulah mengapa diperlukan keterampilan mengatasi masalah ini. Tahap perkembangan keluarga ini juga menantang orang tua untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak dan pasangan. 

6. Keluarga dengan Anak Dewasa (Launching Center Families)

8 Tahap Perkembangan Keluarga agar Pernikahan Bahagia, Cinta Saja Tidak Cukup!

Berbeda lagi di tahapan ke-6 ini, di mana anak mulai mandiri dan punya kehidupan di luar. Sebelum memasuki tahapan ini, orang tua perlu membantu anak untuk mandiri dan bertanggung jawab agar bisa hidup mandiri. 

7. Keluarga Usia Pertengahan (Middle Age Families)

8 Tahap Perkembangan Keluarga agar Pernikahan Bahagia, Cinta Saja Tidak Cukup!

Umumnya, tahapan ini, orang tua sudah berpikir untuk pensiun. Anak mulai dewasa dan memiliki keluarga.

8. Keluarga Usia Lanjut

8 Tahap Perkembangan Keluarga agar Pernikahan Bahagia, Cinta Saja Tidak Cukup!

Tahap perkembangan keluarga terakhir adalah pada saat Anda dan pasangan sudah memasuki usia lanjut dan memutuskan pensiun. Bahkan, ada salah salah satunya yang telah meninggal dunia. Saat inilah suami-istri bertugas untuk saling menjaga, mempertahankan hubungan baik dengan anak dan sosial masyarakat.

Jadi, sudah sampai mana tahap perkembangan keluarga Anda dan pasangan? Sudah siap menghadapi tantangan dan mencari tahu bagaimana menyelesaikannya?

Baca Juga:

10 Tanda Pasangan Mencintai Anda, Sederhana Namun Bermakna

Cegah Anak Jadi Generasi Sandwich, Bagaimana Menyiapkan Dana Pensiun Mulai Sekarang?

“Setelah menikah, sikap suamiku berubah jadi kasar,” curhatan seorang Bunda

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Pernikahan
  • /
  • 8 Tahap Perkembangan Keluarga agar Pernikahan Bahagia, Cinta Saja Tidak Cukup!
Bagikan:
  • 50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

    50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

    12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

  • 50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

    50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

    12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti