Surat terbuka dari bayi baru lahir untuk para orangtua agar selalu kuat

lead image

Jangan khawatir iAyah dan Bunda tersayang... Bayi kalian ini memang agak rewel, tapi sebenarnya ia baik-baik saja kok.

Apa yang ada di pikiran bayi saat ia baru saja lahir ke dunia ini? Jika ia sudah bisa menulis surat, mungkin inilah surat terbuka bayi untuk orangtua yang telah sabar mengasuhnya.

Surat terbuka bayi ini ditulis oleh klinik melahirkan untuk mendukung para orangtua yang masih beradaptasi dengan bayi mereka. Jika orangtua merasa bahwa mengurus bayi itu melelahkan, maka bayi pun sebenarnya diam-diam memberi semangat untuk orangtuanya agar tak menyerah.

Berikut isi surat terbuka bayi ini:

Ayah dan Bunda tersayang…

Tolong simpan surat dariku ini di mana saja Ayah dan Bunda bisa membacanya dan mengulangi kembali bila sedang menghadapi hal yang berat atau kalian sedang sedih.

Tolong jangan berharap terlalu banyak padaku sebagai seorang bayi yang baru lahir, atau bahkan pada diri kalian sendiri sebagai orangtua.

Beri aku dan juga Ayah dan Bundaku waktu enam minggu sebagai hadiah. Beri aku waktu enam minggu untuk tumbuh, berkembang, matang, menjadi lebih stabil dan mudah diasuh, waktu enam minggu bagi Ayah dan Bunda untuk beristirahat dan bersantai, membiarkan tubuh Bunda kembali normal.

Artikel terkait: Tahapan tumbuh kembang bayi 1 bulan.

Tolong beri aku makan saat aku lapar. Karena aku tidak pernah tahu rasa lapar saat masih berada di rahim. Aku tidak memahami detik dan waktu karena tak ada artinya buatku.

Tolong gendong, peluk, cium, sentuh, belai, dan usap aku sambil bersenandung. Dulu aku selalu dipeluk erat di rahimmu dan tak pernah sendirian sebelumnya.

Maafkan jika aku sering menangis. Aku tidak bermaksud membuat hidup Ayah dan Bunda sengsara, satu-satunya cara untuk mengatakan bahwa aku tidak nyaman adalah dengan menangis.

Bersabarlah dengan kondisiku dan tak lama lagi, saat aku semakin matang dan dewasa, aku akan semakin jarang menangis dan lebih banyak waktu untuk bersosialisasi.

Tolong luangkan waktu untuk mencari tahu tentang segala sesuatu mengenai diriku. Apa yang membedakan aku dengan kalian atau berapa banyak dari diriku yang mirip dengan Ayah dan Bunda.

Tolong perhatikan aku dengan seksama dan aku akan memberitahu Ayah dan Bunda apa saja yang membuatku tenang, nyaman, dan menghibur hatiku.

Harap diingat bahwa aku cukup tangguh dan dapat bertahan dengan kesalahan wajar yang akan Ayah dan Bunda buat kepadaku. Selama kalian melakukannya atas dasar cinta, aku tak akan terluka.

Tolong jangan kecewa saat aku tidak menjadi bayi sempurna seperti yang Ayah dan Bunda harapkan. Tolong jangan kecewa dengan diri kalian sendiri jika Ayah dan Bunda merasa bukan orangtua yang sempurna.

Tolong rawat diri kalian. Makanlah makanan bergizi, istirahat cukup, dan olahraga tratur sehingga saat kita bersama, Ayah dan Bunda memiliki kesabaran dan energi untuk menjagaku. Obat terbaik dalam menangani bayi yang rewel adalah jika Bunda cukup istirahat.

Tolong jaga hubungan Ayah dan Bunda. Apa gunanya ikatan keluarga jika tidak ada keluarga yang menemaniku kelak.

Selalu ingat ini dalam benak Ayah dan Bunda. Aku seperti ini hanya untuk sementara waktu, meski sekarang terasa selamanya untuk kalian.

Walau kehadiranku telah menjungkirbalikkan kehidupan Ayah dan Bunda, tolong ingat-ingat lagi bahwa tak lama lagi hidup kalian akan kembali normal.

 

Nikmatilah waktu bersamaku. Aku tidak akan pernah kembali jadi bayi kecil kalian lagi!

Untuk orangtua baru, punya bayi adalah kebahagiaan dan ujian. Ada saat-saat di mana orangtua jenuh dengan bayi lucu kesayangannya karena rasa lelah yang tak terkira.

Banyak kesalahan yang dilakukan para orangtua baru kepada anaknya hingga membuatnya merasa bersalah dan merasa jadi orangtua yang buruk. Padahal bayi akan selalu memaafkan orangtuanya yang masih beradaptasi dengan kehidupan yang baru.

Jika Parents merasa jadi orangtua yang buruk karena menemukan masalah saat mengurus anak, tenang saja. Anak Anda juga sedang belajar mencintai Anda.

Nikmatilah waktu-waktu berharga bersama bayi Anda yang lucu karena tanpa sadar tiba-tiba ia sudah tumbuh dewasa. Kuncinya adalah jangan lupa bahagia.

Referensi: theAsianparent Singapura

 

Baca juga: 

Surat Terbuka Seorang Ibu, “Ketika Kau Merasa jadi Ibu yang Gagal…”