TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Surat Istri Pada Suaminya, "Suamiku, Maaf, Aku Sudah Banyak Berubah..."

Bacaan 5 menit
Surat Istri Pada Suaminya, "Suamiku, Maaf, Aku Sudah Banyak Berubah..."

Ketika punya anak, seorang wanita menjadi ibu, istri, pengasuh, koki, manager, dan banyak pekerjaan lainnya yang membuatnya jadi sosok yang berbeda dari ia saat masih gadis dulu.

Ada banyak perubahan yang terjadi ketika seorang perempuan telah menjadi istri dan ibu. Mereka adalah sosok yang berbeda dari wanita yang dulu suami nikahi.

Jika suami menyadari bahwa perlahan wanita yang ia nikahi mulai berubah, maka hal itu memang benar terjadi. Gadis muda yang dinikahi dulu, kini jadi seorang istri dan ibu yang memiliki tanggung jawab besar dalam rumah tangga.

Laura Birks menyadari hal itu sepenuhnya. Di usia pernikahannya yang menginjak 11 tahun, ia menulis surat untuk suaminya. Ia harus berkata jujur padanya bahwa ia bukanlah wanita yang dulu lagi.

Berikut isi surat Birka:

Suamiku tersayang, Aku minta maaf. Aku menyesal telah mengabaikanmu selama 4,5 tahun. Aku menyesal telah menjadikan keperluan-keperluanmu sebagai peringkat kedua. Aku bersumpah, kamu masih menjadi prioritas utama dalam hidupku. Hanya saja, saat ini memang tidak menempati prioritas puncak lagi. Aku tahu bahwa kamu pun memiliki kebutuhan, keinginan, impian, dan ambisi. Ketika aku memberitahumu bahwa aku ingin menjadi seseorang yang kamu jadikan tempat bersandar, aku benar-benar serius soal itu. Aku tahu kau capek mendengar alasan mengapa aku selalu merasa lelah dan sakit kepala. Atau ketika aku sudah terlelap ketika kamu meringkuk di samping tempat tidurku. Percayalah, aku berharap aku punya energi yang sama dengan yang aku punya lima tahun yang lalu. Sialnya tidak. Aku berharap aku punya energi yang aku miliki dua minggu yang lalu ketika aku mencuci, melipat, dan menyelesaikan 10 ember cucian. Tentu saja, kamu tidak melihat itu semua karena aku membiarkanmu mendapatkan durasi tidur yang cukup. Kita tahu bahwa apa yang kita jalani lebih tampak seperti hubungan bisnis. Dan kau benar. Beberapa hari – bahkan minggu – rasanya memang seperti itu. Aku selalu ingin melakukan hal terbaik untuk kita. Karena kita sangat bagus melakukannya bersama. Masalahnya adalah, hidupku, otakku, dan tubuhku begitu sibuk dengan menjadi seorang ibu bagi mereka, anak-anak kecil yang tampak persis seperti mu. Bahkan setelah mereka tertidur lelap dan kita sedang duduk di sofa menonton film, otak ku masih dalam mode ibu. Aku berpikir tentang besok. Aku sedang berpikir tentang 10 tahun dari sekarang. Aku ingin tahu apakah kamu memiliki pakaian kerja untuk besok. Aku khawatir tentang uang, perkembangan tubuh dan susu. Apakah kita memiliki cukup susu? Aku tidak bisa berhenti berperan sebagai seorang ibu. Ini adalah diriku saat ini, itulah adanya secara fisik, emosional, dan mental yang melelahkan. Aku tidak ingin kamu berpikir bahwa kamu tidaklah sepenting dahulu. Aku tidak bisa menjalani hidup ini tanpamu dan aku tidak ingin, begitupun sebaliknya. Tapi fakta sederhana adalah, kamu sudah dewasa dan kamu dapat melakukan hal-hal untuk diri sendiri. Kamu bisa membuat makan siang sendiri. Secara hukum kamu juga bisa mengendarai mobil, sehingga kamu bisa tahu bagaimana caranya untuk membuat janji dengan dokter. Sayangnya, ketika kamu pulang kerja, kamu selalu bertemu dengan versi terburuk dariku. Anak-anak kita lah yang mendapatkan versi terbaikku. Rahasia ya: Kadang-kadang, selama beberapa hari, selalu ada versi terbaik diriku. Namun kadang juga tidak ada versi terbaik dari diriku. Aku tidak bisa mengkhawatirkan kesehatanmu, kesehatan anak-anak, kesehatan hewan peliharaan, dan kesehatanku. Siapa yang kamu pikir jadi yang paling terabaikan? Bukan, bukan kamu.Bukan pula anak-anak kita maupun hewan peliharaan kita. Ketika aku mengatakan padamu bahwa aku tidak sedang baik-baik saja, atau ketika aku belum tidur, itu karena aku belum merawat diri sendiri. Kamu memang memberitahuku untuk segera pergi ke dokter, makan teratur, minum lebih banyak air, dan sebagainya. Tapi aku adalah prioritas terakhirku. Aku tahu bahwa aku harus mengubah itu dan aku tidak mengeluh soal itu. Aku hanya menjelaskan bahwa ketika kita harus memberikan sesuatu, namun tidak ada satu orangpun yang dapat melakukan semuanya, maka aku lah yang akan melakukannya. Aku khawatir tentang apnea tidurmu, alergimu, dan kejang lututmu. Aku khawatir tentang ruam yang Alex miliki, dan hidung beringus yang tiba-tiba saja dimiliki oleh Ben. Aku prihatin tentang telinga anjing kita dan berapa banyak biayanya jika membawa ia ke dokter hewan. Ketika aku sedang berpikir tentang hal itu, aku khawatir bahwa ikan kita memiliki terlalu banyak lumut dalam tangki mereka dan airnya perlu diganti.

Halaman berikutnya: Kau adalah orang yang paling peduli dengan semua orang di banding dengan siapapun.

Aku hanya akan menambahkan hal-hal tersebut ke dalam daftar pekerjaan yang tak pernah selesai sehingga aku akan menyesal hanya karena berusaha tidur malam ini. Kau tidak bersalah atas apapun. Aku tidak akan menyalahkanmu, atau mengharapkan hal lainnya yang berbeda. Kamu sudah melakukan hal-hal yang luar biasa untuk keluarga kita. Kamu bekerja lebih keras daripada siapapun yang aku kenal. Dibanding semua manusia yang pernah aku temui pun, kamu adalah seseorang yang paling mempedulikan orang lain, termasuk aku. Cintaku padamu selalu bertambah setiap kali kamu membantu orang lain tanpa mengharapkan balasannya. Kamu adalah orang yang terbaik, ayah yang penuh kasih untuk anak-anak kita. Itulah alasan mengapa mereka selalu menangis setiap kali kamu berangkat kerja. Hal itu memang sedikit menusuk. Namun, mengetahui bahwa kamu adalah penutan mereka di dalam hidup telah membuat hatiku dipenuhi oleh cinta dan kebanggaan. Aku memang bukan orang yang kau nikahi 11 tahun yang lalu. Aku telah berubah dan berevolusi menjadi istri, ibu, teman, dan penjaga dari semua jadwal. Aku seorang perencana pesta dan tukang belanja pribadi keluarga. Aku seorang koki yang ahli dalam membuat nugget ayam dan pasta. Aku seorang pembantu rumah tangga yang tidak dapat menjaga rumah agar selalu rapi. Akulah cheerleader sekaligus pustakawan. Aku adalah perawat pada siang dan malam hari Aku tidak akan mengubah semua itu. Aku tidak ingin ada kehidupan lain. Aku mencintaimu dan aku mencintai kehidupan yang telah kita ciptakan. Namun aku bukanlah seseorang yang secara spontan minum bir, dan seorang gadis nakal yang dulunya kamu temui. Aku adalah seorang ibu. Dan itu adalah diriku. Yang selalu mencintaimu, Istrimu

Laura Birks adalah seorang penulis lepas yang berbasis di New Jersey. Dia menghabiskan hari-harinya menulis di blog pribadinya. Setiap harinya dia akan sibuk bersama dua anak lelaki kembar berusia 4 tahun.

Setiap perempuan yang kini menjalani peran sebagai istri dan ibu akan merasakan hal yang serupa. Kita perempuan, dan kita terus berubah demi merawat keluarga.

 

Referensi: Kids Spot

Baca juga:

Surat Seorang Suami kepada Istrinya yang Menjadi Ibu Rumah Tangga

 

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Surat Istri Pada Suaminya, "Suamiku, Maaf, Aku Sudah Banyak Berubah..."
Bagikan:
  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti