Anak tantrum? Lakukan 4 langkah ini untuk mengatasinya!

Anak tantrum? Lakukan 4 langkah ini untuk mengatasinya!

Tantrum pada balita memang bikin kesal. Bagaimana mengatasinya dan mencegahnya agar kebiasaan buruk ini dapat hilang?

Tantrum pada anak masih belum teratasi? Masih saja kesal dengan anak yang sering tantrum di mal? Menendang-nendang atau memukul Anda karena tidak dibelikan mainan? Apa cara mengatasi tantrum anak?

Apakah Anda pun menjewer atau mencubit saat anak mulai mengeluarkan ‘jurus andalan’ mereka? Tantrum tidak dilawan dengan jeweran atau cubitan karena tangisan mereka akan semakin keras.

Orang tua mana yang tidak kesal kalau si kecil lagi tantrum di tempat umum? Bahkan orang tua pun bisa mendadak tantrum jika teriakan nyaring si kecil makin menjadi.

Beberapa orang tua masih bisa mengendalikan emosi dengan tidak memarahi si kecil di depan orang banyak. Namun, ada pula orang tua yang langsung memukul atau ‘sekedar’ membentak anak saat itu juga.

wajah anak tantrum Membuat Gemas

Apakah Hanya Anak yang dilanda Tantrum?

Pada dasarnya, tantrum dapat menyerang anak dan dewasa. Bahkan kita pun sering tantrum, meski pelampiasannya bukan seperti balita.

Nah, apa cara mengatasi tantrum anak yang tepat?

1. Mencari Tahu Penyebab Tantrum

Yang ini memang tidak mudah karena balita yang sudah menangis keras akan semakin memberontak apabila ditanya. Sebagai orang tua, kita harus tahu tanda-tanda anak yang mulai menunjukkan kekesalannya.

Bisa jadi ia capek atau lapar. Ajak bicara secepatnya dan cari tahu mengapa ia kesal, sebelum mereka mulai menghentakkan kaki sambil berteriak-teriak.

2. Menghindari Tantrum

Tantrum pada balita kerap terjadi saat mereka menginginkan sesuatu. Toko mainan dan supermarket adalah tempat favorit anak-anak—selama orang tua membelikan apa yang mereka inginkan di situ.

Namun tidak semua keinginan anak harus dituruti oleh orang tua, bukan? Karena itulah, ada baiknya anak tidak diajak ke tempat-tempat tersebut. Jika memang terpaksa, pastikan orang tua membuat perjanjian bahwa si balita tidak meminta apa-apa. Ingatkan mereka apabila mereka menunjuk sesuatu yang tidak perlu dibeli.

mengatasi tantrum pada anak lead

3. Reward

Saat mereka patuh dengan perjanjian tadi, orang tua pun harus menghargai usaha mereka. Buatkan makanan kesukaan mereka, atau memberi keleluasaan bagi mereka untuk bermain lebih lama. Namun hal ini tidak perlu diungkapkan sebelum perjanjian dibuat, karena mereka pasti akan menuntut ‘reward’ ini.

4. Jangan Mengalah

Duh, kesannya memang tega banget yaa… Namun, tantrum yang tidak terkendali akan berimbas negatif kepada kepribadian anak. Saat dewasa nanti, sulit baginya untuk mengalah kepada orang lain, sehingga berimbas pada kehidupan karir dan sosial mereka.

Saat mereka mulai meminta yang tidak-tidak, cobalah sedikit bermain dengan meminta seperti ini ‘kalau kakak minta mainan mahal itu, mama juga minta diambilkan bintang yang di langit ya. Satu saja’.

Saat si balita mengatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin, maka orang tua pun bisa berujar bahwa saat ini orang tua masih belum memiliki cukup uang ntuk membeli mainan kesukaannya. Atau, si balita masih memiliki banyak mainan yang sama sekali belum tersentuh.

stop bertanya kenapa dapat cegah tantrum

Selain itu, untuk menghadapi tantrum, berikut 4 cara yang dapat Parents terapkan agar anak tahu bahwa Anda peduli padanya dan ingin membuatnya merasa nyaman.

Berikut 4 hal yang disarankan Faber dan Mazlish, dikutip Asian Parent Singapura:

Berikan perhatian penuh pada anak dan dengarkan keluhannya.

Tepat ketika anak masuk ke fase 2 dan 3, cobalah berada di samping anak. Berikan perhatian penuh dan dengarkan ia tanpa Anda perlu mengucapkan sepatah kata pun. Ini akan membantu mengalihkan perhatiannya dan mencegah ia benar-benar tantrum.

Berikan tanggapan singkat.

Akan terasa bedanya bila Parents memberi respon walaupun singkat terhadap penjelasan anak, misalnya dengan mengucapkan, “Oh, gitu…” atau “Hmmm…”

Bantu ia mengenali perasaannya.

“Bunda ngerti  perasaan kamu, nak. Pasti kesel banget ya” akan membantu mengurangi intensitas kemarahan.

Berikan anak apa yang menjadi fantasinya.

Seringkali tantrum berkaitan dengan sesuatu yang kecil dan remeh. Misalnya anak ingin memakai celana piyamanya saat diajak pergi kondangan. Daripada mengatakan bahwa celana piyamanya jelek, katakan saja, “Wah, seru juga ya pakai celana tidur ke pesta. Coba temanya pesta piyama, pasti lebih seru…” Hal ini akan mengalihkan perhatiannya dan Parents bisa pelan-pelan membujuknya.

Kalau Anda punya pengalaman unik soal mengatasi balita tantrum, yuuk, share pengalaman Anda..

Baca juga artikel menarik lainnya:

Mengatasi Anak Pemarah

Mengatasi Anak Mengamuk di Tempat Umum

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner