TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Hati-hati! Ini risiko jika sering sendawa padahal perut masih kosong

Bacaan 3 menit
Hati-hati! Ini risiko jika sering sendawa padahal perut masih kosong

Bersendawa saat merasa kenyang memang wajar, tapi bagaimana jika dilakukan dalam kondisi perut kosong?

Sendawa setelah makan mungkin menjadi hal yang lumrah terjadi. Tapi, bagaimana ya kalau sering sendawa padahal perut masih kosong alias belum makan?

Perlu diketahui, sendawa ialah salah satu cara tubuh mengeluarkan gas secara alami. Kondisi ini normal terjadi, bahkan baik untuk tubuh. Pasalnya, jika sendawa tidak dikeluarkan, gas di lambung bisa berisiko membuat perut kembung yang kadang disertai dengan nyeri perut.

Artikel terkait: Stres Mengurus Rumah Tangga? Waspadai Penyakit Asam Lambung atau GERD

Sering sendawa

Sering sendawa berisiko meningkatkan asam lambung

Dr. Hendra Nurjadin, Sp. PD-KGEH, dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), mengatakan kalau kondisi sering sendawa tapi perut tidak kenyang bisa menandakan gejala asam lambung naik atau Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD).

“Kalau definisi menurut Konsensus Nasional, itu suatu gangguan di mana isi lambung mengalami reflux atau balik berulang ke atas, ke dalam esofagus (kerongkongan), sehingga menyebabkan gejala atau komplikasi berat seperti dysphagia (kesulitan menelan) dan barrett’s esophagus,” kata dr. Hendra saat ditemui beberapa waktu lalu di Jakarta.

Bila seseorang sudah mengalami gejala GERD, dr. Hendra menambahkan untuk tidak bersendawa atau sengaja disendawakan. Ia mengatakan sampai saat ini masih banyak orang sering melakukannya karena berpikir sendawa bisa meredakan nyeri asam lambung.

“Kalau tahu sudah ada gejala ini, hati-hati. Jangan sembarangan bersendawa. Sendawa itu tidak normal, harusnya itu anginnya ke bawah, bukan ke atas, tidak bisa dibolak-balik,” jelas dr. Hendra.

Sehingga sangat jelas bila sengaja bersendawa saat asam lambung naik justru memperburuk keadaan GERD.

sering sendawa bisa memperparah GERD

Apa yang terjadi bila sering sendawa yang disengaja?

Meskipun sendawa atau pelepasan gas dari dalam perut keluar lewat kerongkongan normal terjadi ketika kenyang, namun bukan berati sendawa dibisa dilakukan kapanpun atau disengaja. 

Seperti yang dipaparkan dr. Hendra, komplikasi atau risiko terburuk jika sering sendawa yang tidak terkontrol, sampai lima tahun ke atas bisa berakhir pada kanker esofagus.

“Sendawa itu normal, tapi kalau perut kosong laper lalu sendawa itu yang tidak boleh. Berarti asam lambung akan naik ke atas. Bahayanya terus setiap hari sendawa asam lambung naik, lima tahun ke atas jadi Barrett’s esophagus,” tegasnya.

Ia melanjutkan, “Asam lambung naik, pH lambung asam 2 sampai 4, bayangkan di esofagus (kerongkongan) pH nya cuma 7.2, setiap hari diiritasi pH 2, apa yang terjadi? esofagus lecet, yang lama kelamaan menebal disebut Barrett’s esofagus. Bila terus menerus lecet, terjadi peradangan yang meluas, melebar dan menebal dan sifat selnya sudah berubah, akhirnya bisa kanker, inilah perjalanan bila orang-orang suka bersendawa yang tidak terkontrol,” papar dr. Hendra.

Dijelaskan oleh dr. Hendra, barrett’s esophagus merupakan suatu kondisi di mana dinding saluran kerongkongan luka akibat teriritasi oleh asam lambung. Bila dibiarkan terus menerus akan berisiko menimbulkan perubahan sifat sel yang berujung dengan terjadinta kanker.

Terakhir, dr. Hendra menambahkan kalau sebaiknya, saat asam lambung naik, usahakan untuk tidak disendawakan. “Jadi jangan sendawa kalau perut sedang kosong.”

Hal yang bisa dilakukan adalah hindari mengonsumsi makanan pedas, terlalu asam, coklat, teh pekat, makanan berminyak atau berlemak yang berlebihan. Biar bagaimanapun, dr. Hendra mengingatkan pentingnya menjalani pola makan yang teratur, dimulai dengan porsi yang sedikit-dikit dan sering. Artinya, jangan membiasakan merasa lapar ataupun kenyang yang berlebihan. 

 

 

Baca juga:

9 Cara alami atasi maag saat hamil, Bunda wajib tahu!

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Afifah

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hati-hati! Ini risiko jika sering sendawa padahal perut masih kosong
Bagikan:
  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti