Senyuman Depresi, Kesedihan Mendalam Dibalik Topeng Wajah Ceria

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Senyuman depresi ada di sekitar kita. Namun, si penderita sering tidak menyadarinya, bahkan menutupinya dengan topeng wajah ceria.

Pernahkah Anda melihat orang yang tampaknya bahagia dan berwajah ceria namun diam-diam sebenarnya menderita depresi? Fenomena tersebut dinamakan sebagai Smiling Depression (asymptomatic depressionatau senyuman depresi.

Senyuman depresi ini barangkali diderita oleh orang sekitar kita. Bisa jadi itu adalah pasangan, bos, rekan kerja, tetangga, sahabat, dan lainnya.

Ada jerit putus asa di dalam setiap senyumnya…

Saat sedang tersenyum dan tampak baik-baik saja, sebenarnya di dalam hatinya ia sedang menangis. Namun, ia tak ingin menampakkan hal tersebut di depan orang lain dengan berbagai alasan.

Misalnya malas ditanya kenapa sedang bersedih, tak ingin merepotkan orang lain, dan tak ingin dianggap lemah oleh orang lain.

Kebanyakan, orang yang mengalami senyuman depresi ini bahkan tidak mencari pertolongan dari psikolog maupun psikiater. Padahal, jika seseorang mengalami tahap senyuman depresi ini, maka artinya ia sedang mengalami tahap depresi berat.

Di balik wajah yang ceria, tersimpan perasaan suram, cemas, rasa putus asa yang sangat dalam, kesedihan yang terus menerus dirasakan, atau bahkan muncul pikiran untuk bunuh diri. Orang yang sedang berada di tahap senyuman depresi ini biasanya merasa semakin sedih ketika menyadari dirinya tak punya alasan apa pun untuk depresi.

Depresi yang lebih sering menerpa wanita ini banyak dialami oleh mereka yang memiliki keluarga baik-baik saja, suami perhatian, harta cukup, dan lainnya. Akibatnya, perasaan depresi akan membuat mereka makin merasa bersalah.

Rasa depresi memang bukan sekedar perasaan sedih belaka, melainkan dipengaruhi hormon dan zat di dalam otak yang jadi penyebab semua hal kelam yang dirasakan orang yang mengidap depresi.

Sebagian besar orang yang mengalami senyuman depresi tak mengetahui bahwa dirinya sedang depresi. Hal itu terjadi karena memang tak ada tanda khusus yang mengawalinya.

Ditambah lagi adanya anggapan bahwa orang yang mengidap penyakit mental adalah seseorang yang gila, tidak waras, dan sebagainya.

Jika Anda yang mengalami senyuman depresi ini, lakukan 5 saran dari Psychology Today berikut ini:

1. Menerima bahwa depresi itu ada

Kita sering mendengar saran untuk tidak terlalu memikirkan rasa sedih yang berlangsung terus menerus. Bahkan, jika orang yang depresi berkata bahwa ia tak bisa melenyapkan rasa sedih yang menderanya, beberapa orang justru menganggap bahwa diam-diam temannya tersebut menikmati kesedihan.

Padahal, hal pertama yang harus dilakukan agar bisa mengatasi depresi adalah mengakui bahwa penyakit mental itu memang ada di dalam tubuh kita dan harus disadari keberadaannya. Rasa putus asa, sedih, takut, khawatir, dan hal lainnya adalah sebuah sinyal yang dikirimkan tubuh kita bahwa sebenarnya kita butuh orang lain untuk mendukung kita.

2. Bicarakan hal itu pada orang yang dipercaya

Tak semua orang memahami depresi sebagai penyakit mental yang serius. Namun, percayalah bahwa tak semua orang berpikiran seperti itu.

Pikiran buruk bahwa “tidak ada yang bisa mengerti perasaanku” justru akan membuat keadaan makin buruk. Ceritakanlah kesedihan yang dialami pada orang terdekat yang dapat dipercaya.

Artikel terkait: Kenali 7 Tanda Pasangan Anda Mengalami Depresi Ini agar Bisa Membantunya

3. Mencari pertolongan profesional

Jika pasangan, keluarga, dan teman Anda tidak dapat mengerti apa yang dirasakan, ada baiknya segera menghubungi psikolog maupun psikiater. Jika psikolog yang Anda temui tampaknya kurang cocok untuk diajak bicara karena ia senang berceramah dan memberi nasehat yang tidak diperlukan, Anda bisa bertemu dengan psikolog lainnya yang mungkin lebih cocok untuk Anda.

4. Kuatkan rasa percaya diri

Tidak percaya diri adalah hal lumrah yang dialami oleh orang depresi. Namun, menyadari potensi diri sendiri dan menghitung keberuntungan yang dimiliki akan membuat kita jadi lebih percaya diri.

Ada baiknya Anda menulis surat kepada diri sendiri yang berisi motivasi untuk bangkit. Rasa percaya diri akan menambah imunitas Anda dari depresi yang melanda.

5. Ingatlah bahwa tak ada seorang pun yang sempurna

Setiap orang menghadapi badainya masing-masing. Kekuatan seseorang dalam menghadapi depresinya sendiri berbeda antara satu dengan yang lain.

Maka, membandingkan situasi satu orang dengan yang lainnya bukanlah cara yang tepat.

Sama seperti seseorang yang sedang mengalami senyuman depresi, ada banyak orang yang hidupnya tampak baik-baik saja namun sebenarnya sedang melalui masa yang sulit.

Menyadari bahwa kita bukanlah satu-satunya orang yang mengalami kesedihan dapat membantu kita dalam mengatasi perasaan sepi dan menderita.

Cara ini memang tak selalu dapat membantu kita mengatasi depresi, namun perasaan solidaritas pada sesama yang mengalami kesedihan mendalam dapat menguatkan kita. Prinsipnya, lewati saja dulu hari ini, sebelum memikirkan bagaimana nanti hari-hari yang akan datang.

Jika membutuhkan pertolongan profesional, Anda dapat menghubungi Yayasan Pulih di nomor WhatsApp maupun sms ke 0812 8348 1128 atau telepon ke (021) 98286398 untuk janji konsultasi. Sedangkan jika Anda memiliki pemikiran ingin bunuh diri dan kekalutan lain yang mengarah ke menyakiti diri sendiri, Anda bisa juga menghubungi In to the Light dengan menulis curhatan di email ke alamat [email protected].

Baca juga:

Kenali Perbedaan Depresi dan Stres: Gejala, Jenis, dan Cara Penanganannya





Kesehatan