4 Hal Seputar Seks Setelah Operasi Cesar yang Wajib Anda Ketahui

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Banyak pertanyaan seputar seks setelah operasi cesar yang ada di pikiran para ibu. Sebenarnya, apa saja hal yang wajib diperhatikan sebelum melakukannya?

Operasi cesar bisa sangat menyakitkan rasanya di hari-hari awal. Luka yang belum kering membuat banyak suami istri ragu untuk dapat melakukan hubungan seks setelah operasi cesar terjadi.

Sebelum Anda mengkhawatirkannya, simak 5 fakta seputar berhubungan seks setelah operasi cesar berikut ini:

1. Waktu

Tidak ada waktu yang pakem soal kapan suami istri dapat berhubungan seks setelah operasi cesar. Namun, dokter menyarankan untuk menunggu setidaknya hingga 6-8 minggu.

Pulihnya seorang wanita setelah operasi cesar berbeda-beda tergantung ketahanan tubuhnya. Beberapa orang langsung melakukan hubungan suami istri setelah darah berhenti keluar.

2. Infeksi

Ketika ari-ari terpisah dari uterus, maka otomatis organ di dalam tubuh akan berdarah. Darah yang mengalir inilah yang disebut sebagai post partum bleeding (perdarahan paska melahirkan).

Berhubungan seks sesaat setelah melahirkan tidak disarankan karena ketika luka tersebut belum benar-benar sembuh, maka besar kemungkinan akan menyebabkan infeksi. Jika luka sudah pulih, maka ancaman infeksi akan segera pergi.

Beberapa pasangan suami istri memang sudah tak sabar untuk melakukan penetrasi lagi setelah anak lahir. Namun, menunggu sampai luka benar-benar sembuh sangatlah penting.

3. Sakit saat penetrasi

Saat sudah menunggu beberapa waktu, beberapa wanita yang operasi cesar merasakan sakit pada vaginanya ketika penetrasi. Bahkan, beberapanya mengalami perdarahan kecil seperti saat pertama kali berhubungan seksual di awal pernikahan dulu.

Ini adalah hal normal yang terjadi pada wanita. Perubahan hormon yang terjadi paska melahirkan sering menyebabkan dinding vagina jadi lebih kering dari sebelumnya.

Anda bisa menggunakan pelumas atau melakukan 'pemanasan' sebelum berhubungan seks. Hal ini penting dilakukan agar lubrikasinya cukup sehingga tidak ada rasa sakit yang dirasakan.

Tak hanya berhubungan seks setelah operasi cesar, perempuan yang sudah lama tidak berhubungan seks juga perlu beradaptasi kembali. Karena jaringan dinding vagina kembali kaku.

Berhubungan seks secara rutin akan menormalkan kondisi dinding vagina lagi. Jadi, jangan khawatir soal ketidaknyamanan saat pertama kali bercinta kembali dengan suami.

4. Kondisi psikologis sangat mempengaruhi

Ketidaknyamanan saat awal berhubungan seks setelah operasi cesar sering membuat wanita minder. Apalagi fokus pada suami sering terpecah dengan adanya tangisan bayi.

Seringkali, bayi menangis saat Anda baru saja foreplay dengan suami. Panggilan bayi itu membuat Anda mau tak mau beranjak dari pelukan suami untuk memeluk bayi.

Transisi ini sangat wajar terjadi pada setiap orangtua. Tapi bukan berarti ini akan membuat kehidupan seks Anda terganggu. Ada baiknya untuk membicarakan hal ini dengan suami agar rasa tidak enak hati dan takut mengecewakan tidak mempengaruhi hubungan suami istri.

Selain itu, jika secara psikologis suami istri bisa bahagia, maka lubrikasi yang terjadi juga akan makin lancar. Karena depresi akan membuat vagina cenderung lebih kering sehingga tidak nyaman saat berhubungan suami istri.

Hal tambahan yang harus diperhatikan adalah membicarakan penting atau tidaknya menggunakan alat kontrasepsi. Jangan sampai, terjadi kehamilan yang tidak diinginkan saat anak yang baru dilahirkan masih butuh perhatian penuh.

Bertanya kepada dokter atau membicarakannya dengan pasangan bukanlah sesuatu yang memalukan. Lebih baik tahu tentang kapan waktu yang benar-benar aman daripada tidak sama sekali.

 

 

Referensi: Motherhow, Mayo Clinic, Very Well

Baca juga:

Berapa Jarak Kehamilan yang Aman Setelah Operasi Caesar?

 

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Seks