Berapa kali operasi caesar yang aman dilakukan ibu?

Berapa kali operasi caesar yang aman dilakukan ibu?

Dokter menjelaskan batasan minimal operasi caesar yang bisa dilakukan seorang ibu.

Bagi ibu yang melahirkan anak pertama melalui operasi caesar, dia memiliki kemungkinan sebesar 90% untuk kembali menjalani caesar saat melahirkan anak kedua. Namun, berapa kali operasi caesar boleh dilakukan mungkin sering menjadi pertanyaan ibu.

Berapa kali operasi caesar yang aman bagi ibu?

Tidak ada angka pasti mengenai berapa kali operasi caesar yang aman untuk dilakukan seorang ibu. Tapi, para dokter sepakat bahwa semakin banyak jumlah operasi caesar yang dijalani seorang ibu, maka risikonya pun bertambah besar.

Akan tetapi, Dr. Marra Francis, seorang OB/GYN dari Texas mengatakan bahwa menjalani operasi caesar satu atau dua kali tidak akan meningkatkan risiko pada ibu maupun bayi. Sedangkan risikonya baru meningkat saat caesar ketiga.

Artikel terkait: 3 Fakta Tentang Ibu Melahirkan Cesar yang Harus Diketahui Semua Orang

Apa saja risikonya?
berapa kali operasi caesar

Jumlah berapa kali operasi caesar yang aman memang belum ditemukan, namun risiko jika melakukan caesar berulangkali tetap ada.

Meski belum ada jumlah yang pasti mengenai berapa kali operasi caesar yang aman bagi ibu dan bayi. Namun, melakukan caesar berulang-ulang tetap memiliki risiko. Berikut adalah risiko yang harus Anda waspadai:

  • Bekas luka/jaringan parut. Setiapkali Bunda menjalani operasi caesar, akan ada jaringan parut di bagian dalam dan bagian luar perut Bunda. Jaringan yang tumbuh di sekitar parut, akan membuat operasi caesar selanjutnya agak sulit.
  • Masalah dengan plasenta. Setelah operasi caesar berulangkali, plasenta bisa menempel di rahim terlalu ketat dan menjadi masalah ketika bayi dilahirkan. Bahkan bisa jadi plasenta malah menutupi jalan lahir hingga dan bukaan ke serviks.
  • Cedera usus dan kandung kemih. Meskipun hal ini jarang terjadi, namun risiko cedera pada usus dan kandung kemih juga meningkat dengan semakin seringnya Anda melakukan operasi caesar.
  • Perdarahan berlebihan. Risiko perdarahan berlebih bisa terjadi bila telah melakukan caesar berulangkali. Dan semakin sering melakukan caesar, maka risikonya pun semakin meningkat. Dalam beberapa kasus, pasien harus menjalani histerektomi (pengangkatan rahim) untuk menangani kondisi ini.

Pada akhirnya, Bunda harus tetap berkonsultasi dengan dokter dan mendengarkan masukan darinya. Apakah melahirkan secara caesar atau normal yang terbaik bagi Bunda. Pikirkan dengan baik dan pertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan. Hal ini demi keselamatan bayi dan Bunda sendiri.

Semoga bermanfaat.

 

*Disadur dari theAsianparent Singapura

Baca juga:

5 Tips Agar Operasi Caesar Lebih Aman

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner