TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Studi WHO: Jam Kerja yang Panjang Bisa Meningkatkan Risiko Kematian

Bacaan 4 menit
Studi WHO: Jam Kerja yang Panjang Bisa Meningkatkan Risiko Kematian

Orang yang bekerja dalam waktu lama memiliki risiko 35% lebih tinggi terkena stroke dan 17% lebih tinggi terkena penyakit jantung.

Tidak sedikit orang bekerja keras tanpa mengenal lelah demi memenuhi kebutuhan hidup. Tak ayal, terkadang kita lupa waktu untuk bekerja dari pagi sampai sore hari, bahkan hingga lembur sampai malam. Namun, tahukah Parents, studi terbaru WHO mengatakan bahwa jam kerja yang panjang bisa meningkatkan risiko kematian.

Melansir dari situs CNN Indonesia, hal itu ditemukan dalam laporan teranyar kerja sama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Buruh Sedunia (ILO). Studi yang telah menjalani proses peer-review ini diklaim sebagai analisis global pertama yang memantau dampak bekerja terlalu lama terhadap kesehatan.

WHO  mengatakan, bekerja dengan jam kerja yang panjang sudah membunuh ratusan ribu orang setiap tahun. Ini menjadi tren buruk yang mungkin semakin meningkat akibat pandemi COVID-19.

Jam kerja yang Panjang Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Risiko Jam Kerja Panjang

Melansir dari liputan 6, berdasarkan analisis WHO dan ILO yang diterbitkan di Environment International pada 17 Mei 2021 lalu, pada 2016, 398.000 orang meninggal karena stroke dan 347.000 karena penyakit jantung akibat bekerja setidaknya 55 jam per minggu.

Antara tahun 2000 dan 2016, jumlah kematian akibat penyakit jantung akibat jam kerja yang panjang meningkat sebesar 42%, dan akibat stroke sebesar 19%.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa bekerja 55 jam atau lebih per minggu dikaitkan dengan perkiraan risiko stroke 35% lebih tinggi dan risiko kematian akibat penyakit jantung iskemik 17% lebih tinggi, dibandingkan bekerja 35-40 jam seminggu.

“Bekerja 55 jam atau lebih per minggu adalah bahaya kesehatan yang serius,” ujar Dr Maria Neira, Direktur, Departemen Lingkungan, Perubahan Iklim dan Kesehatan, di Organisasi Kesehatan Dunia.

Artikel terkait: Mengenal Karoshi, Fenomena Bekerja Berlebihan dan Tanpa Cuti Sampai Meninggal

Banyak Terjadi pada Pekerja di Asia Tenggara

Studi WHO: Jam Kerja yang Panjang Bisa Meningkatkan Risiko Kematian

Studi juga menunjukkan bahwa orang yang tinggal di Asia Tenggara dan wilayah Pasifik Barat – wilayah yang ditentukan WHO yang mencakup China, Jepang dan Australia – adalah yang paling terpengaruh. 

Selain itu, beban penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan ini sangat signifikan pada pria di mana 72% kematian terjadi pada pria. Sebagian besar kematian yang tercatat terjadi pada orang yang meninggal pada usia 60-79 tahun, yang telah bekerja selama 55 jam atau lebih per minggu antara usia 45 dan 74 tahun.

Artikel terkait: 10 Negara dengan Jam Kerja Terpanjang di Dunia

Adanya Tren Teleworking yang Meningkat Selama Pandemi

Risiko Jam Kerja Panjang

Di masa pandemi, cara kerja di seluruh dunia berubah, bukan hanya tempat bekerja, tapi juga durasi bekerja. Kini, jumlah orang yang bekerja dengan jam kerja yang panjang terus meningkat. Saat ini mencapai 9% dari total populasi secara global. Tren ini menempatkan lebih banyak orang pada risiko gangguan kesehatan terkait pekerjaan dan kematian dini.

Analisis baru muncul saat pandemi COVID-19 menyoroti pengelolaan jam kerja. Ini menyimpulkan bahwa pandemi mempercepat perkembangan yang dapat mendorong tren peningkatan waktu kerja.

“Pandemi COVID-19 telah mengubah cara kerja banyak orang secara signifikan,” kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

“Teleworking (bekerja dari jauh) telah menjadi sesuatu yang wajar di banyak industri, namun sering kali mengaburkan batasan antara rumah dan pekerjaan. Selain itu, banyak bisnis terpaksa mengurangi atau menghentikan sumber daya manusianya untuk menghemat pengeluaran. Hal itu membuat orang-orang yang masih bekerja akan mendapatkan beban kerja yang lebih besar, ” tambahnya.

Artikel terkait: Penelitian : Jam kerja orangtua memengaruhi tumbuh kembang anak, ini solusinya

Risiko Jam Kerja Panjang, Ini Kata WHO

Studi WHO: Jam Kerja yang Panjang Bisa Meningkatkan Risiko Kematian

WHO pun merekomendasikan agar pemerintah memperkenalkan, menerapkan dan menegakkan hukum. Dibuatnya peraturan dan kebijakan yang melarang lembur wajib, dan memastikan batas maksimum waktu kerja. Lalu menyarankan agar karyawan dapat berbagi jam kerja untuk memastikan bahwa jumlah jam kerja tidak naik di atas 55 atau lebih per minggu.

***

Demikian informasi terkait dengan studi WHO tentang risiko jam kerja yang panjang bagi kesehatan. Dengan adanya studi ini diharapkan kita lebih aware dengan lamanya jam kerja serta diharapkan akhir pekan dapat selalu terlewati dengan baik dan perasaan yang bahagia.

Cerita mitra kami
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
Edukasi Gizi Sejak Dini, 50 Chef Cilik Unjuk Kreativitas di Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5
Edukasi Gizi Sejak Dini, 50 Chef Cilik Unjuk Kreativitas di Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5
Kenyamanan Sehari-hari, Kenangan Sepanjang Masa: Cerita di Balik Petit Beary
Kenyamanan Sehari-hari, Kenangan Sepanjang Masa: Cerita di Balik Petit Beary
Dukung Pendidikan dan Lingkungan Sehat, PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk Gelar CSR di SDN 01 Cilangkap
Dukung Pendidikan dan Lingkungan Sehat, PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk Gelar CSR di SDN 01 Cilangkap

Baca juga:

https://id.theasianparent.com/cara-mencuci-baju-pasien-covid

https://id.theasianparent.com/pola-tidur

https://id.theasianparent.com/lingkungan-kerja-mendukung-pengasuhan 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Gita Meirillia

  • Halaman Depan
  • /
  • Gaya Hidup
  • /
  • Studi WHO: Jam Kerja yang Panjang Bisa Meningkatkan Risiko Kematian
Bagikan:
  • 30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

    30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

  • 15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

    15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

  • 11 Film Komedi Indonesia Terbaik, Ada 'Tinggal Meninggal' hingga 'Agak Laen 2'!

    11 Film Komedi Indonesia Terbaik, Ada 'Tinggal Meninggal' hingga 'Agak Laen 2'!

  • 30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

    30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

  • 15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

    15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

  • 11 Film Komedi Indonesia Terbaik, Ada 'Tinggal Meninggal' hingga 'Agak Laen 2'!

    11 Film Komedi Indonesia Terbaik, Ada 'Tinggal Meninggal' hingga 'Agak Laen 2'!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti