TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Risiko epidural yang bisa terjadi dalam proses persalinan

Bacaan 4 menit
Risiko epidural yang bisa terjadi dalam proses persalinan

Risiko epidural bisa menimbulkan komplikasi berbahaya, Bunda harus mewaspadainya.

Epidural adalah sebuah metode untuk menghilangkan rasa sakit saat melahirkan. Metode ini biasa disebut sebagai bius lokal untuk mengurangi sakit saat melahirkan. Meski memiliki manfaat, namun risiko epidural yang bisa mengakibatkan trauma juga bisa terjadi.

Beberapa ibu mengalami kondisi fatal karena kegagalan suntik epidural, hingga membuat kedua kakinya lumpuh. Bahkan ada yang mengalami trauma karena efek epidural habis saat operasi caesar berlangsung.

Artikel terkait: Kegagalan Suntikan Epidural Akibatkan Ibu Ini Lumpuh

Risiko epidural dari kacamata seorang pakar

risiko epidural 4

Risiko epidural bisa sangat berbahaya bagi ibu.

Dr James Lozada, seorang ahli anestesi kebidanan di University Feinberg School of Medicine mengatakan, “Umumnya, kasus yang terjadi akibat risiko epidural sangat jarang terjadi. Kasus jarum patah atau tertinggal di tubuh pasien dilaporkan kurang dari 5 kasus dalam literatur medis yang ada.”

Dia juga menambahkan, “Suntik epidural saat melahirkan sudah semakin maju dari segi keamanan dan perawatan kebidanan. Epidural mengurangi rasa sakit yang dialami jutaan ibu melahirkan setiap tahun. Risiko epidural di mana jarum patah atau tertinggal di tubuh pasien sangatlah kecil. Jadi, ibu tidak perlu takut untuk menerima suntikan epidural.

Sebuah penelitian dilakukan dengan melihat data dari Anaesthesia Quality Institute’s National Anaesthesia Clinical Outcomes Registry. Penelitian ini menganalisis 80 ribu wanita yang menjalani proses epidural atau anestesi tulang belakang ketika melahirkan.

Dari jumlah tersebut, kurang dari 3% wanita mengalami komplikasi. Data ini menunjukkan bahwa prosedur epidural dalam proses persalinan dianggap aman dalam situasi normal.

Akan tetapi, risiko epidural dan kemungkinan komplikasi yang menyertainya juga tidak bisa dianggap remeh. Bunda perlu tahu mengenai risiko ini, untuk meminimalisasi kemungkinan terjadi.

Artikel terkait: Penelitian: Bius Epidural Dapat Mengurangi Depresi Pasca Melahirkan

Komplikasi yang bisa terjadi akibat risiko epidural

risiko epidural 1

1. Tekanan darah yang menurun

Salah satu masalah umum yang sering terjadi dari efek samping epidural adalah menurunnya tekanan darah. Hal ini bisa memengaruhi janin yang dikandung. Bila ini terjadi, ibu hamil akan diberikan infus, oksigen juga kemungkinan obat. Dr. Lozada mengatakan, bahwa dia selalu menjelaskan kemungkinan hal ini terjadi pada para pasiennya.

2. Cairan merembes dari tulang belakang

Jika jarum suntik secara tidak sengaja menusuk membran yang menyelimuti saraf tulang belakang, Anda bisa mengalami inadvertent dural puncture, yang bisa menyebabkan ibu mengalami sakit kepala luar biasa. Bila ini terjadi, biasanya akan dilakukan penambalan yang disebut blood patch. Yakni dengan memberi injeksi darah ke lubang di membran yang tertusuk.

Ketika darah membeku, maka lubang menjadi tertutup, mencegah terjadinya rembesan cairan dari saraf tulang belakang. Risiko ini hanya terjadi 1% dalam setiap prosedur epidural.

3. Risiko infeksi

Sebuah penelitian mengungkapkan, adanya risiko pembentukan abses dalam prosedur epidural. Sebanyak 506 ribu kasus terjadi. Hal ini dikarenakan jarum suntik yang digunakan tidak steril, dan sebelum disuntik kulit dibersihkan menggunakan antiseptik.

Dr. Lozada menjelaskan, risiko epidural yang satu ini cukup besar. Bila terjadi bukaan di kulit, maka berpotensi membuat bakteri tumbuh hingga 3 kali lipat. Tulang punggung berhubungan langsung dengan otak, sehingga bisa terjadi infeksi saraf tulang belakang yang bisa mengancam nyawa pasien. Namun kasus ini termasuk langka.

risiko epidural

4. Kemungkinan demam

William Camann MD, seorang direktur Obstetrik Anestesi di RS Brigham and Women, Boston, mengatakan, “Bagi ibu yang baru melahirkan pertamakali, 20%  ibu akan mengalami kenaikan suhu tubuh, karena biasanya melahirkan anak pertama memakan waktu paling lama dibanding kelahiran lainnya.

Persalinan bisa memakan waktu lama, dan epidural yang digunakan selama 6 jam atau lebih, bisa memicu terjadinya demam. Bila ini terjadi, ibu dan bayi harus menjalani pemeriksaan juga perawatan untuk mencegah dampak yang lebih buruk.

5. Risiko kerusakan saraf

Meski terdengar buruk dan menyeramkan, Dr. Lozada menjelaskan bahwa kerusakan saraf saat epidural tidak akan bertahan lama.

“Ada peluang kecil terjadinya cedera saraf. Namun sifatnya hanya sementara, dan bertahan beberapa minggu,” paparnya.

Seringkali, kerusakan ini akan segera berakhir. Namun, dalam beberapa kasus langka, kerusakan saraf bisa menjadi permanen. Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena kasus ini sangat jarang sekali terjadi, hingga data statistik tentang hal ini pun sulit ditermukan.

***

Selain kelima risiko di atas, kemungkinan Bunda juga akan mengalami gatal-gatal dan mual setelah disuntik epidural. Namun semua itu hanya sebentar.

Sebelum melahirkan, konsultasikan semua kemungkinan dan risiko yang bisa terjadi dalam proses persalinan. Jika Bunda ingin menjalani epidural, Bunda juga harus tahu manfaat dan risikonya. Agar lebih tenang dalam menjalaninya.

Semoga bermanfaat.

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
17 Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil
17 Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil
Ingin Berpuasa Saat Hamil?  Ini Asupan Bernutrisi yang Penting untuk Dipenuhi (Lengkap dengan Menu Sahur dan Berbuka!)
Ingin Berpuasa Saat Hamil? Ini Asupan Bernutrisi yang Penting untuk Dipenuhi (Lengkap dengan Menu Sahur dan Berbuka!)

 

Disadur dari theAsianparent Singapura

Baca juga:

Manfaat dan Risiko Prosedur Anestesi Epidural saat Melahirkan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kehamilan
  • /
  • Risiko epidural yang bisa terjadi dalam proses persalinan
Bagikan:
  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

    Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

  • Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

    Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

    Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

  • Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

    Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti