TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Punya 2 Anak Dengan Rumah Selalu Rapi, Ibu ini Malah Tuai Kritik

Bacaan 4 menit
Punya 2 Anak Dengan Rumah Selalu Rapi, Ibu ini Malah Tuai Kritik

Bagaimana jadinya anak-anak yang tinggal di rumah yang selalu rapi berkat didikan orangtuanya? Sebelum mendisiplinkan mereka, pertimbangkan hal berikut ini.

Bukan rahasia lagi bahwa punya anak sama artinya dengan menambah pekerjaan baru. Karena pada umumnya seorang anak selalu aktif bergerak di mana saja sehingga rasanya sulit sekali untuk punya rumah yang selalu rapi.

Ternyata, kenyataannya tak selalu begitu. Sebagian kecil orangtua berhasil mendisiplinkan anaknya agar ikut menjaga kerapian rumah.

Melalui status Facebooknya, ibu asal Malaysia bernama Rusyainie Ramli ini menjelaskan bahwa penyebab utama mengapa ia memiliki rumah yang selalu rapi adalah anak-anaknya yang selalu disiplin dan tak pernah ‘nakal’.

Berikut status Facebooknya:

Arti postingan itu adalah sebagai berikut:

Rumah Berantakan Banyak yang bertanya, apakah dari kecil anak-anak saya tidak pernah memberantaki barang-barang di dalam rumah? Karena mereka lihat rumah saya tampak selalu rapi dan teratur. Ya. Tidak pernah. Saya telah mengumpulkan magnet untuk ditempatkan di kulkas semenjak 12 tahun lalu. Sudah 3 kali pindah rumah, 3 kali ganti kulkas. Anak-anak tidak pernah menyentuh magnet kulkas itu. Pada saat itu mereka hanya merangkak saja. Dinding rumah saya pun tidak memiliki coretan. Perabotan saya tidak ada yang rusak disebabkan efek yang biasa disebut sebagai hasil kreativitas anak. Hal itu karena saya sudah menyiapkan peralatan dan tempat untuk mereka bermain. Datanglah ke rumah ibu saya. Rumahnya penuh dengan segala hiasan. Cucu ibu ada 6 orang. Seorang pun tidak menyentuh vas dan mangkuk kristal yang disusun dan diatur di atas meja. Bunga tiruan yang harganya tidak murah pun tak pernah dipetik oleh cucu-cucu ibu. Mereka bermain di area yang sudah ibu tetapkan. Makan dan minum pun harus di meja di ruang yang tepat. Untuk dapat hidup yang nyaman, aturan harus selalu ada. Kita tidak bisa hidup tanpa adanya peraturan-peraturan. Disiplin dimulai dari rumah. DARI RUMAH. Tidak lucu bagi saya jika anak saya memainkan lotion dan menggosokannya ke seluruh lantai. Tidak lucu bagi saya jika anak saya bermain-main dengan kosmetik saya. Tidak lucu bagi saya jika perhiasan rumah saya dipakai untuk mainan anak. Ninie
Jika anak saya nakal, itu tanda bahwa saya gagal mendidik dan mengajar anak-anak saya.

Pro dan kontra seputar rumah yang selalu rapi dan anak yang selalu baik

Banyak kritik yang mampir di dalam postingan Facebook tersebut. Apalagi ketika ibu tersebut menyebut seolah anak yang suka membuat rumah berantakan adalah anak nakal dan jadi tanda kegagalan mendidik orangtuanya.

Bahkan, seorang guru bernama Achik Axe ikut berkomentar bahwa ia banyak menemukan anak yang penurut di rumah seperti itu justru jadi anak yang sangat nakal di sekolah.

Ia berkata, “saya telah bertemu dengan banyak anak yang seperti ini di rumahnya. Tapi ketika di sekolah, ia jadi anak yang sangat nakal karena hanya di sekolahnya lah tempat untuk membebaskan emosinya. Bahkan teman sekolahnya pun dihajar juga oleh anak tersebut.”

Seorang ibu bernama Raihana Reece berkomentar panjang yang intinya memaklumi anak yang sedang giat bereksplorasi dengan lingkungannya. Termasuk jika anak membuat impian tentang rumah yang selalu rapi jadi buyar.

Ia juga memberikan pertanyaan penting, “jika membuat magnet kulkas berpindah tempat dan rumah berantakan saja disebut sebagai nakal dan ciri orangtua yang gagal, maka bagaimana jika anak gagal ujian di sekolah? Aku dibesarkan oleh orangtua yang super disiplin dan banyak aturan. Akhirnya aku jadi pribadi yang sebaliknya, suka bohong ke orangtua. Pastinya aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk anakku.”

Ada banyak cara dalam mendisiplinkan anak yang disarankan oleh para psikolog. Namun, hampir tak pernah ada psikolog yang menyatakan bahwa anak yang selalu menurut dan patuh itu baik untuk kesehatan mentalnya.

Rumah berantakan karena anak itu, baik

Secara alamiah, anak mestinya memiliki kemampuan dan kesempatan untuk mengekspresikan dirinya. Anak yang memiliki mental yang kuat dapat menyeimbangkan reaksi positif dan negatif dalam banyak hal.

Normalnya, anak bisa jadi orang yang kecewa, marah, memberontak, dan suka memberantaki rumah. Namun, secara alami, anak-anak pun memiliki nilai-nilai kebaikan murni yang bisa diterapkan sebagai pelita hidupnya.

Artikel terkait: Tips mendisiplinkan anak tanpa memukulnya.

Jika seorang anak jadi pribadi yang baik, itu bukan karena orangtua menyuruhnya untuk selalu jadi anak baik dan penurut. Melainkan karena ia punya kesadaran untuk melakukannya.

Penelitian menunjukkan bahwa anak bisa mengalami kekerasan emosional jika orangtuanya narsis dan perfeksionis. Sebaliknya, anak memiliki daya kreativitas tinggi serta tingkat emosional yang lebih baik jika ia mengalami masa menjadi pemberontak dan memiliki kebebasan untuk mengekspresikan emosinya.

Sebagai orangtua, gaya pengasuhan mana yang Anda pilih? Membuat rumah selalu rapi, atau mengizinkan anak untuk memberantaki rumah sesekali?

 

Baca juga:

30 Foto Rumah ‘Kapal Pecah’ ini Akan Menghibur Anda yang Kesal Akibat Kenakalan Anak di Rumah

 

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Punya 2 Anak Dengan Rumah Selalu Rapi, Ibu ini Malah Tuai Kritik
Bagikan:
  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti