TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Proses Terjadinya Kehamilan, dari Pembentukan Sel Telur Hingga Jadi Janin

Bacaan 5 menit
Proses Terjadinya Kehamilan, dari Pembentukan Sel Telur Hingga Jadi Janin

Mulai dari terbentuknya sperma hingga bertemu sel telur, seperti apa proses kehamilan yang sebenarnya?

Parents pasti sudah tahu, kalau proses terjadinya kehamilan diawali dengan bertemunya sel sprema laki-laki dengan sel telur perempuan. Proses ini dinamakan juga sebagai pembuahan atau konsepsi. Tapi, masih banyak orang yang belum tahu bagaimana cara sel sperma dan sel telur dan berapa lama sampai berhasil menjadi embrio.

Umumnya, diperlukan waktu 45 menit hingga 12 jam bagi sperma untuk mencapai tuba falopi, yang merupakan tempat terjadinya pembuahan. Namun, sperma dapat bertahan di dalam tubuh perempuan hingga tujuh hari, jadi pembuahan dapat terjadi kapan saja dalam seminggu setelah berhubungan seks, jika wanita sedang dalam masa subur atau berovulasi.

siklus ovulasiBagaimana Produksi Sel Telur dan Sperma

Mari kita mulai dari sel telur perempuan. Seperti yang kita tahu, sel telur ini diproduksi oleh indung telur atau ovarium. Sel telur ini akan banyak diproduksi ketika masa subur. Beberapa saat setelah menstruasi, antara tiga dan 30 telur mulai matang di salah satu ovarium Anda.

Kemudian telur yang paling matang akan dilepaskan, inilah yang dikenal sebagai masa ovulasi. Setelah dilepaskan, sel telur akan menuju tuba falopi (saluran yang menghubungan ovarium dengan rahim) umumnya memiliki panjang sekitar 10 cm dari tuba falopi menuju rahim.

Rata-rata, sel telur akan bertahan hidup selama 24 jam semenjak dilepaskan. Karena itulah sel sperma harus membuahi sel telur agar terjadi konsepsi. Kalau tidak ada sperma yang membuahi sel telur, nantinya sel telur akan hancur dan terjadi menstruasi.

kesehatan organ reproduksi

Artikel terkait: Program hamil saat memasuki usia 40 tahun, masih mungkinkah berhasil?

Bagaimana dengan Sperma Laki-laki? 

Laki-laki dapat terus memproduksi sperma, namun dibutuhkan 2-3 bulan untuk membentuk sel sperma baru. Kemudian, sel sperma ini bisa hidup selama beberapa minggu di tubuh pria.

Nah, ketika pria mengalami ejakulasi, sperma bisa dilepaskan sampai sebanyak 40 juta sel dalam satu kali ejakulasi. Meski dapat dikeluarkan sebanyak 40 juta, hanya satu sperma yang nantinya mampu mencapai sel telur perempuan.

proses terjadinya kehamilan

Proses Terjadinya Kehamilan 

Proses ini diawali pada saat Anda berhubungan seksual dengan pasangan. Beruntunglah bila laki-laki dapat orgasme karena orgasme ini memiliki fungsi biologis yang penting.

Pada laki-laki, orgasme akan mendorong semen (dari ejakulasi) yang kaya sperma ke dalam vagina dan naik ke leher rahim, sekitar 10 ml per jam. Kekuatan ejakulasi inilah yang memberi sperma awal yang baik dalam perjalanannya menuju sel telur.

Untuk terjadinya pembuahan, ternyata seorang perempuan tidak perlu orgasme. Karena kontraksi uterus yang lembut juga dapat membantu sperma berjalan.

Nah, untuk meningkatkan peluang terjadinya pembuahan, usahakan melakukan hubungan seks setiap dua hari atau tiga hari sepanjang siklus masa subur Anda.

Setelah itu, sperma masuk ke dalam tubuh perempuan, dan sperma mencari sel telur untuk dibuahi. Proses ini merupakan perjalanan yang panjang bagi sperma dan tidak mudah untuk dilewati.

Artikel terkait: Melebar hingga 10 cm, ternyata begini kondisi vagina saat pembukaan persalinan

Tantangan yang Harus Dilalui Sperma Sebelum Mencapai Sel Telur

fakta tentang sperma

Banyak tantangan yang akan dilalui sperma untuk bisa membuahi sel telur. Pertama, lingkungan asam pada vagina perempuan membuat sperma tidak mampu hidup lama di vagina, sehingga banyak sperma yang tak sanggup melaluinya, mati di tengah jalan.

Kedua, sperma akan menghadapi lendir serviks yang menghambat sperma menuju sel telur. Hanya sperma yang punya kemampuan berenang paling kuat yang bisa menembus dan melalui lendir serviks ini.

Ketika sperma sudah mampu melalui jaring-jaring dari lendir serviks, ia kemudian harus berenang sekitar 18 cm dari serviks menuju ke rahim, lalu ke tuba falopi, sampai akhirnya mencapai sel telur.

Saat melalui itu, sperma juga bisa tersesat alias nyasar ke tuba falopi yang salah, bahkan banyak juga yang mati sebelum bertemu sel telur. Sperma yang mampu berenang sangat cepat untuk bertemu sel telur biasanya mencapai waktu selama 45 menit atau jika tidak, dapat memakan waktu sampai 12 jam.

proses terjadinya kehamilan-1

Proses Terjadinya Kehamilan Saat Sperma Bertemu Sel Telur

Saat rombongan sperma berhasil mencapai sel telur, masing-masing sperma akan mencoba menerobos masuk ke dalam sel telur. Tapi hanya sperma terkuat yang dapat memasuki sel telur sampai ke intinya.

Ketika salah satu sperma berhasil mencapai inti sel telur, maka sel telur akan membentuk pertahanan diri sehingga mencegah sperma lainnya masuk. Akhirnya, terjadilah pembuahan.

Bagaimana ya, nasib sperma lain yang tidak bisa memasuki sel telur? Ia akan bertahan di dalam tubuh perempuan sampai 7 hari. Jika perempuan melepaskan sel telur pada masa ini, kesempatan untuk bisa hamil masih tinggi.

Jadi, Anda perlu memperhatikan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim ya.

janin di dalam rahim

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?

Yang Terjadi Setelah Sperma Berhasil Membuahi Sel Telur

Meski sperma sudah berhasil memasuki sel telur, bukan berarti ia bisa membuahkan kehamilan.

Setelah sperma masuk ke dalam sel telur, kemudian sel telur membentuk pertahanan diri, terdapat materi genetik antara sperma dan sel telur kemudian melakukan penggabungan. Di sinilah jenis kelamin bayi ditentukan.

Apabila sperma berhasil membuahi sel telur membawa kromoson Y, maka bayi akan berjenis kelamin laki-laki. Sebaliknya, jika sperma membawa kromosom X, maka bayi akan berjenis kelamin perempuan.

Kemudian, sel-sel baru dengan jumlah 100 sel ini akan membentuk bundelan yang biasa disebut sebagai blastokista. Ia kemudian berjalan menuju rahim, biasanya memakan waktu sampai 3 hari atau lebih.

Di dalam rahim, blastokista akan menempel pada dinding rahim atau disebut sebagai implantasi, yang kemudian akan berkembang menjadi embrio dan plasenta. proses ini membutuhkan waktu sampai beberapa minggu sampai gejala kehamilan muncul.

Itulah tadi, proses terjadinya kehamilan yang cukup panjang. Semoga informasi ini dapat memberi wawasan kepada Bunda, ya.

***

Proses Terjadinya Kehamilan, dari Pembentukan Sel Telur Hingga Jadi Janin

Referensi: Babycentre, whattoexpect

Baca juga

Sperma Encer Sulit Bikin Hamil, Benarkah? Ini Penjelasan Dokter

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Fadhila Afifah

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Proses Terjadinya Kehamilan, dari Pembentukan Sel Telur Hingga Jadi Janin
Bagikan:
  • Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

    Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

  • Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

    Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

  • Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

    Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

  • Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

    Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

  • Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

    Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

  • Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

    Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti