TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

5 Proses Terjadinya Hujan Berdasarkan Siklus Hidrologi, Si Kecil Sudah Tahu?

Bacaan 4 menit
5 Proses Terjadinya Hujan Berdasarkan Siklus Hidrologi, Si Kecil Sudah Tahu?

Hujan merupakan salah satu fenomena alam yang cukup akrab. Namun, tahukah Parents bagaimana proses terjadinya hujan?

Hujan merupakan salah satu fenomena alam yang cukup akrab bagi kita yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia. Namun, tahukah Parents bagaimana proses terjadinya hujan? Pada dasarnya, proses terjadinya hujan tidak bisa dilepaskan dari proses hidrologi di bumi, lo. 

Artikel terkait: BMKG Peringatkan Waspada Fenomena La Nina, Ini Persiapan yang Perlu Dilakukan

Apa Itu Siklus Hidrologi?

Proses Terjadinya Hujan

Melansir dari laman NASA, banyak proses yang harus dilalui untuk menjaga air bumi bergerak dalam satu siklus. Nah, siklus tersebut disebut siklus hidrologi.

Ada lima proses yang bekerja dalam siklus hidrologi tersebut, yakni kondensasi, presipitasi, infiltrasi, limpasan, dan evapotranspirasi. Siklus ini terjadi secara bersamaan, kecuali untuk presipitasi, dan secara terus-menerus.

Bersama-sama, kelima proses ini membentuk Siklus Hidrologi. Uap air mengembun membentuk awan, yang menghasilkan presipitasi atau hujan ketika kondisinya sesuai.

Air hujan jatuh ke permukaan dan meresap ke dalam tanah atau mengalir ke laut sebagai limpasan. Air permukaan misalnya danau, sungai, lautan, dan sebagainya, menguap, mengembalikan kelembapan ke atmosfer, sementara tumbuhan mengembalikan air ke atmosfer melalui transpirasi.

Artikel terkait: 9 Jenis dan Proses Terjadinya Pelangi, Sarana Belajar Bersama Si Kecil!

Proses Terjadinya Hujan Berdasarkan Siklus Hidrologi

5 Proses Terjadinya Hujan Berdasarkan Siklus Hidrologi, Si Kecil Sudah Tahu?

Secara umum, proses terjadinya hujan terdiri dari lima siklus hidrologi yang sudah dijelaskan sebelumnya, Parents. Berikut ini tahapan dalam proses terjadinya hujan. 

1. Kondensasi

Kondensasi adalah proses perubahan air dari uap menjadi cair. Uap air di udara sebagian besar naik secara konveksi. Ini berarti bahwa udara yang hangat dan lembab akan naik, sedangkan udara yang lebih dingin akan mengalir ke bawah. Saat udara yang lebih hangat naik, uap air akan kehilangan energi, menyebabkan suhunya turun. Nah, uap air tersebut kemudian mengalami perubahan wujud menjadi cair.

2. Presipitasi, Proses Terjadinya Curah Hujan

Tahapan selanjutnya adalah presipitasi atau terjadinya curah hujan.

Curah hujan adalah air yang dilepaskan dari awan sebagai hujan, salju, atau hujan es. Curah hujan dimulai setelah uap air, yang telah mengembun di atmosfer, menjadi terlalu berat untuk tetap berada di arus udara atmosfer dan jatuh. Dalam beberapa keadaan, presipitasi atau hujan sebenarnya menguap sebelum mencapai permukaan.

3. Infiltrasi

Curah hujan mencapai permukaan bumi, menambah air permukaan di sungai dan danau, atau menyusup ke tanah menjadi air tanah. Sebagian dari presipitasi yang mencapai permukaan bumi meresap ke dalam tanah melalui proses yang disebut infiltrasi.

Jumlah air yang meresap ke dalam tanah bervariasi menurut derajat kemiringan lahan, jumlah dan jenis vegetasi, jenis tanah dan jenis batuan, dan tingkat jenuh air.

Artikel terkait: Fenomena Hujan Meteor 14 Desember Bikin Panik, Ini Penjelasan Ahli

4. Limpasan

Proses Terjadinya Hujan

Semakin banyak bukaan di permukaan (retak, pori-pori, sambungan), semakin banyak infiltrasi yang terjadi. Air yang tidak meresap ke dalam tanah mengalir di permukaan sebagai limpasan. Air hujan yang mencapai permukaan bumi tetapi tidak meresap ke dalam tanah disebut limpasan. Limpasan juga bisa berasal dari salju dan es yang mencair.

Ketika ada banyak curah hujan, tanah menjadi jenuh dengan air. Curah hujan tambahan tidak bisa lagi masuk ke dalamnya. Limpasan pada akhirnya akan mengalir ke anak sungai dan sungai, menambahkan sejumlah besar air ke aliran.

Air permukaan selalu bergerak menuju titik serendah mungkin, biasanya lautan. Sepanjang jalan aliran, beberapa air menguap, meresap ke dalam tanah, atau digunakan untuk keperluan pertanian, perumahan, atau industri.

5. Evapotranspirasi

Limpasan air yang menguap tersebut akan menyebabkan evapotranspirasi. Tahapan ini merupakan penguapan air dari tanah dan transpirasi oleh tumbuhan. Evapotranspirasi juga merupakan cara uap air masuk kembali ke atmosfer. 

Penguapan terjadi ketika energi radiasi dari matahari memanaskan air sehingga menyebabkan molekul air menjadi sangat aktif sehingga beberapa di antaranya naik ke atmosfer sebagai uap. 

Transpirasi terjadi ketika tanaman mengambil air melalui akar dan melepaskannya melalui daun, suatu proses yang dapat membersihkan air dengan menghilangkan kontaminan dan polusi.

***

Demikian penjelasan mengenai proses terjaninya hujan. Pada dasarnya, proses ini tidak bisa dilepaskan dengan siklus hidrologi yang ada di Bumi. Semoga materi ini membantu buah hati memahami proses terjadinya hujan, ya!

Baca juga:

Berkaca Gempa Larantuka, Ini 7 Tips Persiapan Hadapi Bencana untuk Keluarga

5 Tips Mengenalkan Sains pada Anak Lewat Peristiwa Sehari-hari

Gunung Anak Krakatau erupsi, lakukan ini agar anak tidak panik saat bencana alam

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Galih Pangestu Jati

  • Halaman Depan
  • /
  • Edukasi Sekolah Dasar
  • /
  • 5 Proses Terjadinya Hujan Berdasarkan Siklus Hidrologi, Si Kecil Sudah Tahu?
Bagikan:
  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

  • Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

    Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

  • Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

    Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

  • Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

    Rumus Luas Permukaan Balok Lengkap dengan Contoh Soal

  • Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

    Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti