TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Positif COVID-19 Saat Hamil Membuatku Alami Kekurangan Energi Kronis

Bacaan 5 menit
Positif COVID-19 Saat Hamil Membuatku Alami Kekurangan Energi Kronis

Sama seperti perempuan lainnya, kehamilan pertama membawa banyak cerita. Apalagi saya dinyatakan positif COVID-19 saat hamil.

Rasanya bahagia sekali melihat hasil tes kehamilan bergaris dua. Apalagi ini adalah kehamilan pertamaku. Tetapi hamil di masa pandemi COVID-19 membuatku harus ekstra menjaga kesehatan. Tentunya aku selalu menerapkan prokes dengan ketat. Hingga pada bulan Desember 2020, tepat ketika kandunganku masih berusia 2 bulan, kami harus menghadapinya bersamaan. Aku positif COVID-19 saat hamil.

Bisa dibilang aku memang cukup rentan mengalami positif COVID-19 saat hamil suamiku bekerja sebagai perawat di salah satu RS swasta di kotaku. Tugas ini pun sudah ia emban sebelum aku dinyatakan hamil. Suami ditugaskan di bangsal isolasi COVID-19 sebelum aku hamil. Ada kemungkinan kami terpapar virus itu dari salah satu pasien yang dirawatnya.

Suatu pagi di bulan Desember 2020, aku merasa sangat mual dan lemas. Meski memang sedang mual-muntah karena awal kehamilan, tapi aku benar-benar tidak bisa menahan saat itu. Akhirnya suami membawaku ke IGD terdekat.

Seperti biasa, karena sedang pandemi, aku menjalani rapid test antibody dahulu sebelum mendapatkan penanganan. Badanku semakin lemas setelah tahu ternyata  hasilnya positif. Akhirnya aku dipulangkan tanpa mendapatkan penanganan karena RS tersebut tidak memiliki APD yang memadai.

Aku dan suami kemudian menuju RS tempat suamiku bekerja. Kami langsung menjalani tes PCR. Waktu itu hasilnya baru bisa keluar dalam waktu 2 hari. Kasus positif COVID-19 sedang marak-maraknya membuat bangsal isolasi penuh. Karena positif COVID-19 saat hamil, aku terpaksa dirawat di rumah.

Dokter memberikan infus, sejumlah obat dan vitamin. Isolasi mandiri pun dimulai. Ketika hasil tes PCR keluar, kami berdua dinyatakan positif. Tentu saja kemungkinannya sangat besar suamiku juga positif karena kami selalu berdekatan.

Positif COVID-19 Saat Hamil, Penuh Tantangan

positif Covid-19 saat hamil

 

Akhirnya suamiku juga diberikan cuti 14 hari untuk isolasi mandiri. Kami pun mendapatkan surat keterangan menjalani isoman dari Puskesmas.

Positif COVID-19 saat hamil membuatku harus menjalani masa-masa ngidam lebih berat. Aku merasa mual setiap saat. Hampir semua makanan yang kukonsumsi kembali kumuntahkan. Akhirnya aku memillih lebih banyak makan buah, susu dan biskuit yang tidak terlalu membuat mual. Aku juga mengalami anosmia dan kehilangan fungsi indera perasa.

Asupan makanan yang kurang dan kondisi mual yang berlebihan membuat berat badanku turun. Dalam waktu seminggu, aku kehilangan berat 2 kg dan itu terus berlanjut. Aku baru berani memeriksakan kandungan setelah dinyatakan negatif.

Menyedihkan, oleh dokter, aku divonis Kekurangan Energi Kronis (KEK). Untungnya janinku tetap dalam kondisi sehat.

Untuk menjaga kehamilan, aku harus lebih banyak mendapat asupan gizi. Puskesmas memberiku BMT (Biskuit Makanan Tambahan) khusus ibu hamil. Aku harus menghabiskan 1 karton biskuit tersebut setiap bulan. Selain itu aku juga usahakan tetap makan meskipun kemudian kumuntahkan kembali.

Kehilangan 9 Kg di Trimester Pertama

positif Covid-19 saat hamil

 

 

Pada trimester pertama yang cukup berat itu, aku kehilangan total hampir 9 kg berat badan. Sedih sekali rasanya mendapati kondisi badan yang kurus padahal sedang mengandung. Tentu saja kekhawatiran akan keselamatan janinku selalu menghantui.

Aku mengalami HEG (Hiperemesis Gravidarum) sampai akhir trimester 2. Ketika kondisi positif COVID-19 saat hamil sudah berlalu, aku masih mendapatkan bonus parosmia. Beberapa bau menyengat seperti bau parfum, bawang, dan sabun membuatku mual. Karena berat badanku yang tidak kunjung naik, aku harus menjalani rawat inap.

Tentu saja aku juga mengalami asam lambung naik karena mual terus-menerus. Aku diberikan obat anti mual melalui infus karena obat minum sudah tidak mempan mengatasi mualku. Selama 2 malam berada di RS, kondisiku sudah cukup membaik. Aku diperbolehkan pulang dan bed rest di rumah.

Di usia kehamilan 28 minggu, aku sudah mulai bisa makan lebih banyak jenis makanan. Aku harus mengonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan protein untuk menaikkan berat badan dan meningkatkan energi. Daging ayam, bebek, ikan, daging sapi, keju dan es krim menjadi menu sehari-hari. Tenagaku perlahan mulai kembali. Hal ini aku manfaatkan untuk jalan pagi dan sesekali yoga sambil melatih napas.

Pada saat ANC (Antenatal Care) di usia kehamilan 36 minggu, dokter mengatakan perkiraan berat bayiku masih kurang. Saat itu dokter bilang beratnya baru sekira 2,3 kg. Paling tidak bayiku harus di atas 2,5 kg agar tidak masuk BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) dan berisiko tinggi.

positif Covid-19 saat hamil

Parosmia belum juga hilang, aku tidak bisa makan sesuatu yang mengandung bawang, karena itu aku harus memasak sendiri makananku. Untung saja suamiku sangat sabar dan telaten membantuku menyiapkan makanan. Dia juga sering memasak untukku.

Mendekati HPL, aku berhasil menaikkan berat badan walaupun hasilnya hanya kembali sama seperti saat aku belum hamil, yaitu 45 kg. aku sangat bersyukur di pemeriksaan terakhir dengan dokter kandungan, taksiran berat bayiku sudah 2,6 kg.

Untuk mempersiapkan persalinan, aku mulai rajin power walk, yoga, bermain birthing ball, dan melatih napas. Aku tahu mungkin sudah agak terlambat, tapi aku tetap berusaha karena ingin bayiku lahir dengan lancar. Akhirnya pada usia kandungan 40 + 1 hari, bayiku lahir selamat dan sehat dengan berat 2,8 kg.

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?

Bahagianya diri ini karena aku berhasil lulus dari KEK. Kini aku bisa merawat bayiku yang sudah berusia 1 bulan lebih. Aku, suami dan dedek bayi berhasil melalui cobaan COVID-19.

Harapanku, semoga teman-teman ibu hamil di manapun kalian berada juga bisa melalui segala cobaan selama kehamilan dengan baik dan melahirkan dengan lancar. Terima kasih sudah mau membaca cerita pengalamanku positif COVID-19 saat hamil. Semoga bermanfaat, ya.

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
img
Penulis

Desi Kartika Sari

Jadilah Kontributor Kami

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Positif COVID-19 Saat Hamil Membuatku Alami Kekurangan Energi Kronis
Bagikan:
  • Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

    Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

  • Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

    Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

  • Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

    Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

  • Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

    Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

  • Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

    Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

  • Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

    Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti