TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Riset, Main Hape Terlalu Sering Sebabkan Gangguan Otak

Bacaan 4 menit
Riset, Main Hape Terlalu Sering Sebabkan Gangguan Otak

Ponsel merusak otak anak jika terlalu sering terpapar, apa yang bisa Parents lakukan?

Gadget seolah tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak yang lahir di zaman milenial, begitupun mereka yang masih di bawah umur 12 tahun. Padahal, potensi ponsel merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut.

Para ilmuwan sudah memberikan istilah baru terhadap perilaku kecanduan gadget yang mereka sebut screen dependency disorder (gangguan ketergantungan terhadap layar gadget), atau SDD.

Sebuah penelitian terbaru menemukan, 30% anak di bawah usia 6 bulan sudah mengalami paparan gadget secara rutin dengan rata-rata 60 menit per hari. Di usia 2 tahun, 9 dari 10 anak mendapat paparan gadget yang lebih tinggi dan berpotensi membuat mereka mengalami SDD.

ponsel merusak otak anak

Potensi ponsel merusak otak anak bisa lebih tinggi jika si kecil terkena paparan gadget sejak dini.

Artikel terkait: Usia terbaik memberikan gadget pada anak menurut Bill Gates

Tanda-tanda anak mengalami Screen Dependency Disorder

Waspadai tanda-tanda anak mengidap SDD berikut ini:

  • Sibuk dengan gadget, dan anak menjadi agresif jika tidak memegang gagdet.
  • Anak menangis dan tantrum ketika gadget diambil darinya.
  • Tidak berhenti main gadget meski orangtua sudah menyuruhnya berhenti.
  • Tidak tertarik bermain di luar rumah atau kegiatan ekstra di sekolah, lebih memilih bermain gadget seharian.
  • Tetap main gadget walaupun sudah tahu dampak negatifnya.
  • Memaksimalkan setiap kesempatan agar bisa main gadget lebih lama, bahkan hingga berbohong pada orangtua.
  • Menggunakan gadget untuk mengalihkan perhatian, dan selalu memohon main lebih lama saat Parents menyuruhnya berhenti.

ponsel merusak otak anak
Artikel terkait: 6 Tips mengatasi kecanduan gadget pada anak

Ponsel merusak otak anak dan menganggu proses tumbuh kembangnya

Penelitian ini mengumpulkan data dampak dari anak yang terlalu sering bermain gadget, paparan layar ponsel merusak otak anak. Hingga berakibat pada tumbuh kembang otaknya.

    • Anak kurang tidur, dan kemampuannya untuk fokus sangat rendah. Anak lebih sering tidur di siang hari dan terjaga di malam hari. Setiap penggunaan gadget selama 15 menit, mengurangi waktu tidur anak 60 menit.
    • Speech delay pada anak yang memiliki waktu bermain gadget tinggi
    • Masalah dalam tumbuh kembang fisik anak, seperti berat badan turun atau malah naik dengan drastis, sakit kepala, kurang gizi, insomnia, hingga masalah penglihatan.
    • Masalah tumbuh kembang emosi anak seperti kecemasan, perasaan kesepian, rasa bersalah, isolasi diri, dan perubahan mood yang drastis.

Studi ini juga menunjukkan, SDD membuat otak anak menyusut, hingga memegaruhi kemampuan mengatur rencana, organisir dan lain-lain. Selain anak, remaja dan orang dewasa juga menghadapi dampak negatif dari paparan gadget yang berlebihan. Namun, karena otak anak masih berkembang, maka dampaknya lebih buruk bagi mereka.

Ponsel merusak otak anak jika terlalu sering terpapar, apa yang bisa Parents lakukan?

ponsel merusak otak anak

Ponsel merusak otak anak jika paparannya dibiarkan terlalu banyak.

 1. Memberi teladan pada anak

Untuk mencegah anak mengalami SDD dan dampak buruk lainnya dari penggunaan gadget yang berlebihan, orangtua harus mau memberi teladan. Saat bersama anak, taruh gadget Anda dan berinteraksilah dengan anak tanpa gangguan gadget.

Interaksi anak dengan orang dewasa bisa mengasah kemampuan anak dalam berkomunikasi, etika sosial hingga memahami ekspresi wajah dan isyarat non verbal lainnya. Anak tidak akan menguasai semua kemampuan ini jika menghabiskan waktu terlalu lama di depan layar gadget.

2. Memberi jadwal penggunaan gadget sesuai usia anak

Berikut ini pedoman pemberian waktu bermain gadget pada anak sesuai usianya, berdasarkan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics.

  • Anak di bawah usia 18 bulan. Hindari penggunaan gadget kecuali untuk video-call
  • Anak usia 2-5 tahun. Batasi penggunaan gadget hanya 1 jam perhari, dan usahakan anak hanya melihat hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi tumbuh kembangnya. Pendampingan sangat disarankan agar orangtua bisa menjelaskan apa yang dilihat anak di layar.
  • Anak di atas usia 6 tahun. Batasi waktu anak dalam bermain gadget. Pastikan kegiatan rutinnya seperti tidur cukup, aktivitas fisik, dan lainnya tidak terganggu dengan kesenangan bermain gadget.

ponsel merusak otak anak

Orangtua harus ingat, bahwa kecerdasan si kecil bukan ditentukan dari bagaimana pintarnya dia dalam menggunakan gadget atau ponsel Anda. Namun, dari cara dia berpikir dan mengatur waktu bermain dengan gadget sendiri.

Sebenarnya, gadget juga bisa menjadi alat belajar yang baik bagi anak. Asal diarahkan dengan benar, dan tentu saja tidak berlebihan dalam menggunakannya, hingga membuat anak malas bermain dengan teman atau bahkan enggan mengerjakan PR.

Kebijakan orangtua dalam menerapkan aturan penggunaan gadget pada anak menjadi faktor terpenting. Maksimalkan dampak positif gadget pada anak, dan minimalkan dampak buruknya.

Semoga bermanfaat.

 

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
*Disadur dari theAsianparent Singapura

Baca juga:

Penelitian: Ini 10 Bahaya Gadget pada Anak di bawah Usia 12 Tahun

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Riset, Main Hape Terlalu Sering Sebabkan Gangguan Otak
Bagikan:
  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti