Hindari depresi dan infeksi, ini yang perlu Bunda lakukan setelah melahirkan!

Hindari depresi dan infeksi, ini yang perlu Bunda lakukan setelah melahirkan!

Selain memerhatikan perawatan pasca melahrikan, Bunda juga wajib memahami gejala abnormal saat pemulihan berikut ini!

Selama kehamilan, kelahiran, hingga persalinan, setiap ibu tentunya melewati berbagai tantangan tersendiri. Lelah fisik sudah pasti ya Bun, psikis pun bisa ikut terkuras ketika seorang wanita menyandang ‘gelar’ sebagai ibu baru pasca melahirkan, baik secara normal maupun sesar. Oleh karena itu, perawatan pasca melahirkan pun menjadi hal krusial untuk dilakukan agar dapat menunjang kualitas hidup setiap ibu.

Dengan cara perawatan yang tepat di rumah, Bunda bisa kok kembali fit menjalani keseharian. Perawatan fisik dan psikis sebaiknya diseimbangkan ya untuk menghindari kemungkinan depresi pada maupun infeksi.

Baca Juga : 5 Cara Tradisional untuk Perawatan Tubuh Pasca Melahirkan

Lalu, seperti apa ya rekomendasi perawatan pasca melahirkan bagi ibu? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Perawatan pasca melahirkan normal
Perawatan padca melahirkan

Perawatan pasca melahirkan secara vaginal yang perlu diketahui.

1. Perawatan Fisik

– Perbanyak minum air putih untuk membuat tubuh tetap terhidrasi

– Konsumsi makanan bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian serta meningkatkan imunitas tubuh. Jangan lupa untuk mengonsumsi serat ya Bun supaya terhindar dari sembelit

– Duduk atau berbaring di alas yang empuk

– Gunakan kompres es untuk luka jahitan episiotomi atau gunakan pad pendingin antara pembalut dan luka

– Mandi air hangat disarankan bila Bunda merasa lebih nyaman

– Pakai lotion khusus stretch marks

– Posisikan kaki lebih tinggi untuk mengurangi bengkak

– Saat bayi tidur, usahakan Bunda juga ikut tidur

– Berkonsultasi pada dokter bila mengalami berbagai keluhan

perawatan pasca melahirkan

2. Perawatan Psikis

– Jangan khawatir bila ada masalah pada ASI ya Bun, sebaiknya konsultasikan pada ahli laktasi agar bisa mendapatkan solusi terbaik

– Luangkan waktu sendiri, minimal 10-15 menit untuk melakukan me time, jangan terlalu memaksakan diri

– Berkomunikasi terbuka dengan pasangan terkait berbagai hal, terutama soal mengurus bayi dan pekerjaan rumah

– Jangan ragu meminta pertolongan anggota keluarga lain bila Bunda merasa kerepotan

3. Hal yang harus dihindari selama masa pemulihan

– Minum alkohol, mengonsumsi obat-obatan terlarang, atau mengonsumsi kafein berlebihan

– Melakukan aktivitas yang memiliki risiko tinggi

– Berhubungan seksual saat masa nifas atau saat luka belum pulih

Baca Juga : 10 Hal Unik Tentang Melahirkan Cesar yang Jarang Dibicarakan

Perawatan pasca melahirkan sesar

"<yoastmark

1. Perawatan pasca melahirkan secara fisik

Beberapa perawatan yang bisa dilakukan antara lain adalah :

– Banyak minum air putih agar tubuh bisa tetap terhidrasi dengan baik

– Konsumsi gizi seimbang untuk mengembalikan energi serta mencegah terjadinya konstipasi

– Siapkan makanan atau camilan dekat dengan tempat Bunda beristirahat agar tidak terlalu sering bangun untuk berjalan kaki

– Beristirahat di tempat yang mudah menjangkau kamar mandi

– Jangan terlalu banyak beraktivitas serta hindari mengerjakan pekerjaan rumah yang berat

– Perhatikan kondisi jahitan dan rasa sakit yang dirasakan, konsultasikan bila mengalami kondisi yang abnormal

– Tidurlah disaat bayi Anda tidur

– Berhati-hati saat sedang tertawa, bersin, atau batuk

2. Perawatan pasca melahirkan secara psikis

– Jangan dulu merasa stres Bu,n saat mengalami masalah dalam memberikan ASI, cobalah konsultasikan dengan ahli laktasi supaya mendapatkan solusi terbaik.

– Memiliki kecemasan maupun emosi negatif lainnya adalah hal yang wajar, namun Bunda sebaiknya tetap membicrakannya dengan orang yang dipercaya. Namun bila dirasa membutuhkan bantuan ahli, jangan ragu untuk pergi ke psikolog maupun psikiater.

– Bangun komunikasi lebih terbuka dengan suami terkait emosi hingga pembagian peran dalam mengurus buah hati.

hukum suami minum asi istri lead

3. Hal yang sebaiknya dihindari selama pemulihan

– Minum alkohol atau mengonsumsi kafein berlebihan

– Melakukan hubungan seksual tanpa rekomendasi dari dokter

– Penggunaan tampon atau douching

– Membawa benda-benda berat

– Sering berjalan menaiki maupun menuruni anak tangga

– Berolahraga berat

– Berendam di kolam renang umum maupun kolam air hangat

Kapan ya Bunda harus khawatir?

Kesehatan wanita usia 30 tahun 2

Segera perikasakan ke dokter bila Bunda mengalami beberapa gejala berikut ini selama masa pemulihan setelah melahirkan:

  • Demam di atas 38 derajat Celcius
  • Sakit yang sangat parah di daerah perut atau tempat luka hingga mengeluarkan nanah
  • Terdapat darah dalam urin
  • Keluar gumpalan darah yang banyak
  • Keputihan berbau busuk
  • Sakit kepala yang parah sejak hari kelahiran dan tak mereda hingga masa pemulihan
  • Mengalami cemas atau panik yang berlebihan

Nah Bun, wajar kok kalau merasa sangat lelah atau cemas menghadapi peran menjadi ibu baru. Namun sebaiknya kenali kapasitas diri ya, jangan ragu untuk bercerita atau berkonsultasi mengenai permasalahan pasca melahirkan.

Hindari depresi dan infeksi, ini yang perlu Bunda lakukan setelah melahirkan!

Sumber : Mayo Clinic, Alodokter, American Pregnancy, Pregnant.sg

Baca Juga :

Perawatan Vagina Setelah Melahirkan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

nisya

Editor

Fitriyani

app info
get app banner