TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bisa Menyerang Bayi hingga Lansia, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Jenis Penyakit Hernia

Bacaan 4 menit
Bisa Menyerang Bayi hingga Lansia, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Jenis Penyakit Hernia

Penyakit hernia dapat terjadi kepada siapa saja, dari bayi baru lahir hingga lansia. Apa saja penyebab dan gejalanya yang perlu diwaspadai?

Apakah Parents familier dengan istilah turun berok atau hernia? Penyakit hernia adalah suatu kondisi yang terjadi ketika organ mendorong melalui lubang di otot atau jaringan yang menahannya. Apa saja gejala, penyebab, dan jenis hernia yang umum terjadi yang perlu Parents ketahui?

Jaringan ikat pada tubuh kita diciptakan sedemikian rupa agar kuat menahan organ-organ tubuh yang ada di dalamnya. Namun pada beberapa kondisi, jaringan ikat tersebut melemah sehingga tidak kuat lagi menahan beban organ tubuh. Hasilnya, organ dalam pun mencuat atau terdorong keluar.

Sebagian besar hernia tidak berbahaya atau mengancam nyawa dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun, dalam beberapa kasus yang serius, diperlukan operasi bedah untuk mencegah komplikasi berbahaya yang berpotensi ditimbulkan hernia tersebut.

Artikel Terkait: Hernia pada Bayi, Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Mengalaminya?

Gejala dan Penyebab Penyakit Hernia

penyakit hernia

Sebenarnya apa yang menyebabkan penyakit hernia terjadi? Hernia disebabkan oleh kombinasi antara otot yang lemah dan tegang. Tergantung dari penyebabnya hernia dapat berkembang secara cepat atau lambat.

Kelemahan atau ketegangan otot tersebut diakibatkan oleh beberapa kondisi, misalnya sebagai berikut:

  • Kondisi bawaan lahir
  • Lahir dengan berat badan rendah atau prematur
  • Kehamilan
  • Kerusakan jaringan akibat cedera atau pembedahan
  • Obesitas
  • Batuk kronis
  • Sembelit
  • Gangguan paru obstruktif kronik
  • Adanya cairan di perut
  • Olahraga berat atau mengangkat beban
  • Usia yang sudah tua
  • Merokok

Selain kondisi yang disebutkan di atas, hernia juga bisa terjadi karena faktor genetik dan penyakit seperti Cystic Fibrosis (fibrosis kistik) yang menyebabkan lender-lendir dalam tubuh menjadi kental dan lengket.

Lalu bagaimana cara mengenali penyakit hernia? Gejala hernia yang paling umum adalah munculnya benjolan atau tonjolan di daerah yang terkena, tergantung kasusnya.

Benjolan tersebut bisa hilang dan muncul berdasarkan posisi tubuh. Misalnya ketika berdiri, hernia tidak tampak, tetapi ketika berbaring benjolannya bisa terlihat.

Pengidap hernia bisa saja merasakan rasa sakit, nyeri, atau tidak nyaman di area sekitar benjolan tersebut. Bagi beberapa kasus hernia, seperti hernia hiatus memiliki gejala spesifik seperti rasa mulas, sulit menelan, dan nyeri dada.

Meskipun begitu, pada umumnya penyakit hernia tidak memiliki gejala khusus lainnya. Perlu diketahui penyakit ini juga bisa terjadi pada siapa saja. Tak hanya orang dewasa yang bisa mengalaminya, anak kecil pun dapat terkena hernia. Hanya saja, penanganan hernia untuk anak dan orang dewasa cenderung berbeda.

Artikel terkait: Pusar Bodong Setelah Melahirkan? Waspada Terjadinya Hernia Umbikalis

Jenis Hernia yang Umum Terjadi

penyakit hernia

Hernia sendiri terdiri dari beberapa jenis tergantung letaknya dalam tubuh kita. Berikut adalah jenis-jenis hernia yang umum terjadi.

  • Hernia umbilicus, yang kita kenal sebagai pusar bodong. Bayi atau anak yang berusia di bawah 6 bulan kerap mengalami Hernia umbilicus karena lubang tali pusatnya tak tertutup sempurna setelah lahir.
  • Hernia insisional, hernia yang terjadi pada bekas luka operasi karena luka operasi di perut tidak menutup dengan sempurna sehingga usus atau jaringan mencuat ke luar.
  • Hernia inguinalis, yaitu ketika sebagian dari usus atau jaringan lemak di rongga perut terdorong keluar di area selangkangan. Jenis hernia ini biasanya dialami oleh laki-laki.
  • Hernia femoralis, ketika jaringan lemak atau sebagian usus terlihat menonjol di paha bagian dalam. Hernia ini cenderung terjadi pada ibu hamil atau obesitas.
  • Hernia hiatus, umum terjadi pada lansia ketika sebagian lambung mencuat ke antara sekat rongga dada dan rongga perut.
  • Hernia epigastrik, terjadi ketika jaringan lemak muncul melalui dinding perut bagian atas, di ulu hati hingga pusar.
  • Hernia diafragma, sebagian lambung mencuat masuk ke rongga dada. Biasanya terjadi pada bayi ketika pembentukan diafragmanya kurang sempurna.
  • Hernia spigelian, sebagian usus mendorong jaringan ikat perut dan menonjol di dinding perut depan kiri dan kanan
  • Hernia otot, biasanya terjadi pada otot kaki akibat cedera saat berolahraga yang mengakibatkan sebagian otot mencuat ke luar.

Artikel Terkait: Hernia pada Ibu Hamil Rentan Dialami, Ini Tandanya yang Berisiko!

Cara Pengobatan dan Pencegahan

Bisa Menyerang Bayi hingga Lansia, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Jenis Penyakit Hernia

Hernia yang tidak ditangani tidak akan hilang secara sendirinya. Oleh karena itu, jika Parents mencurigai adanya benjolan di tempat yang tidak wajar, segeralah berkonsultasi kepada dokter.

Diagnosis hernia dapat ditegakkan setelah beragam pemeriksaan seperti ultrasound, CT scan, dan MRI. Perawatan medis dan perubahan gaya hidup adalah cara untuk menimalkan gejala yang ditimbulkan oleh penyakit hernia.

Untuk mencegah hernia yang diakibatkan oleh rokok atau obesitas, Parents bisa mencoba menghentikan kebiasaan merokok dan menjaga agar berat badan tetap ada di batas normal dan tidak berlebihan.

Hernia bisa saja membesar dan menyebabkan rasa sakit. Untuk mengobati hernia secara efektif, pembedahan adalah cara satu-satunya.

Operasi akan dilakukan dengan cara menjahit lubang di dinding perut dan menambal lubang dengan jaring bedah. Operasi laparoskopi yang menggunakan kamera kecil dan peralatan bedah miniatur juga dapat dilakukan untuk mengobati hernia dengan meminimalkan risiko rusaknya jaringan di sekitarnya.

Itulah beberapa hal yang perlu Parents ketahui mengenai penyakit hernia. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.

Artikel telah ditinjau oleh:
dr. Gita Permatasari, MD
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Baca Juga:

Hernia Umbilikalis atau Pusar Bodong Pada Bayi, Apakah Berbahaya?

Cara Membedakan Hernia Umbilikalis dan Pusar Bodong saat Hamil

Hernia Pada Anak Perempuan, Mungkinkah Terjadi?

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Annisa Pertiwi

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Bisa Menyerang Bayi hingga Lansia, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Jenis Penyakit Hernia
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti