TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Penting! Ini Panduan Memberikan Pengetahuan Seks Sesuai Usia Anak

Bacaan 5 menit
Penting! Ini Panduan Memberikan Pengetahuan Seks Sesuai Usia Anak

Mengajarkan pengetahuan seksual sesuai usia anak bisa mencegah si kecil menjadi pelaku maupun korban pelecehan yang rentan terjadi. Simak selengkapnya di sini!

GENERATOR NAMA BAYI

Generator Nama Bayi, gunakan tools generator ini untuk menambah inspirasi Anda dalam mencari nama yang cocok untuk si buah hati.

Jenis Kelamin

Preferensi Nama Depan

Preferensi Nama Belakang

Memberikan pengetahuan seks perlu diberikan sesuai usia anak, Parents. 

Sayangnya, sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang menganggap obrolan berbau seks akan mengakibatkan anak penasaran dan malah terjerumus dalam pergaulan bebas.

Padahal, pengetahuan seksual tentu saja perlu diberikan pada anak sejak dini agar mereka lebih bertanggung jawab dan terhindar dari  beragam risiko. Baik pelecehan seksual, penyakit seksual yang menular, ataupun seks bebas.

Daftar isi

  • Apakah Pendidikan Seksual Perlu Diberikan Sejak Dini?
  • Bagaimana Cara Memberikan Pengetahuan Seksual pada Anak Berdasarkan Usia?
  • Tips Memberikan Pendidikan Seksual pada Anak

Apakah Pendidikan Seksual Perlu Diberikan Sejak Dini?

Benar, pendidikan seksual perlu diberikan sejak dini, tapi tetap secara bertahap sesuai dengan usia anak. Hal inilah yang ditegaskan oleh Inez Kristanti, psikolog klinis dari Klinik Angsa Merah.

Artinya, orang tua tidak bisa tidak bisa memberikan penjelasan dalam satu waktu, atau secara tiba-tiba berbicara tentang seks pada saat anak dirasa sudah cukup dewasa.

Obrolan mengenai pengetahuan seksual yang perlu diberikan sejak dini tersebut pun harus bersifat dua arah.

Dia menyarankan agar informasi tentang seks yang diberikan juga bukan hanya tentang larangan dan aturan, melainkan harus menyisipkan nilai pribadi yang dianut dalam menjalani hubungan seksual kelak.

“Kebanyakan anak terutama remaja itu lebih suka eksplorasi. Nah, kalau penyampaiannya satu arah, khawatirnya bisa menjadi tidak efektif. Maka, yang sedari kecil perlu ditanamkan adalah komunikasi dua arah,” papar Inez ketika ditemui theAsianparent. 

Artikel terkait: Perlukah Pendidikan Seks Pada Anak?

Bagaimana Cara Memberikan Pengetahuan Seksual pada Anak Berdasarkan Usia?

Penting! Ini Panduan Memberikan Pengetahuan Seks Sesuai Usia Anak

Memberikan edukasi seksual sejak dini bukan berarti Anda harus langsung menjelaskan secara detail mengenai seks pada si kecil.

Ada beberapa tahapan dan bahasan yang perlu dipahami oleh orang tua saat mulai memberikan pendidikan seks sesuai usia anak-anak.

Berikut merupakan tahap pemberian edukasi seksual pada anak berdasarkan usia mereka:

Usia 0-4 Tahun: Memperkenalkan Anatomi Tubuh dan Organ Reproduksi

Mengenalkan anatomi tubuh termasuk organ reproduksi pada anak, merupakan salah satu bagian dari edukasi seksual.

Oleh karena itu, Parents tidak perlu menggunakan istilah saat mengatakan anatomi tubuh.

Misalnya, tidak perlu menggunakan kata ‘burung’, ‘serabi’, ‘anu’ atau istilah lain saat mengenalkan vagina atau penis pada anak.

Hal tersebut akan membuat anak memiliki persepsi buruk mengenai organ reproduksi sehingga mereka takut dihakimi ketika ingin bertanya seputar masalah tersebut.

Selain itu, memperkenalkan anak pada organ reproduksi dengan istilah yang sebenarnya juga bisa mencegah risiko pelecehan seksual.

Hal ini karena anak sudah paham tentang fungsi dan batasan organ reproduksi. Sehingga, anak bisa menjelaskan secara jelas pada orang tua apabila ada seseorang yang melakukan pelecehan terhadap dirinya.

5-8 Tahun: Proses Pubertas

Dalam usia ini, perkenalkan lebih dalam pada anak mengenai masa puber atau tentang perubahan dalam bentuk tubuh.

Percakapan mengenai hal ini bisa dimulai dengan bertanya tentang bagaimana perasaan mereka saat menyadari ada perubahan dalam tubuhnya.

9-13 Tahun: Proses dan Kesehatan Reproduksi

Pada usia ini, Parents sudah bisa menjelaskan pada anak tentang proses reproduksi manusia.

Selain itu, jelaskan pada anak tentang kesehatan seksual. Bahwa kegiatan seks yang dilakukan secara sembarang di usia dini akan menimbulkan beberapa risiko pada kesehatan tubuh.

Misalnya, akan menimbulkan penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS, kencing nanah, sifilis, dan lainnya.

Perbincangan mengenai hal tersebut juga bisa disertai dengan penjelasan tentang norma atau hukum agama yang dipercayai.

Remaja: Terbuka dengan Anak

Bersikaplah terbuka dengan anak mengenai kehidupan percintaannya. Terutama jika ia mulai memiliki perasaan terhadap lawan jenis.

Jadilah pendengar yang setia yang juga bisa menghargai dan mengerti perasaannya.

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Jelaskan juga lebih mendalam tentang risiko kehamilan dini serta penyakit menular seksual.

Artikel Terkait: Seksualitas jangan lagi dianggap tabu, ini usia ideal mengenalkannya pada anak

Tips Memberikan Pendidikan Seksual pada Anak

Pengetahuan seksual

Sebagai sumber informasi pertama bagi anak, termasuk yang terkait pengetahuan seksual, Parents tentu saja perlu memahaminya lebih dulu.

Anda bisa mulai dengan lima langkah mudah dalam memahami kesehatan seksual dan reproduksi seperti:

  • Orang tua harus terbuka agar bisa memperoleh lebih banyak informasi tentang kesehatan seksual dan organ reproduksi.
  • Berbicara mengenai edukasi seksual yang bersifat ilmiah itu penting. Maka itu, orang tua juga harus berinisiatif untuk memulai perbincangan terkait pendidikan seksual dengan anak agar mereka teredukasi dengan baik dan tidak terjerumus dengan informasi yang salah.
  • Orang tua harus paham bahwa setiap orang memiliki pandangan dan nilai yang berbeda-beda yang harus dihormati. Ajarkan anak mengenai perbedaan ini, agar ia juga bisa memiliki pengetahuan yang luas akan hal ini.
  • Jadikan perbincangan mengenai seks tersebut menjadi sarana yang dapat membuat Anak lebih bertanggung jawab dalam mengambil keputusan.
  • Jadilah contoh yang baik bagi anak serta selalu awasi anak terutama saat menggunakan media sosial.
  • Konsultasi dengan tenaga ahli mengenai kesehatan seksual juga penting agar terhindari dari risiko penyakit menular seksual.

Artikel Terkait: Bagaimana Pendidikan Seks dalam Perspektif Islam?

Jadi, memberikan pemahaman akan pengetahuan dan kesehatan seksual sejak dini bukanlah hal yang tabu ya, Parents.

Hal tersebut malah dinilai perlu agar anak bisa lebih paham dan bertanggung jawab akan kehidupan seksualnya kelak.

Semoga bermanfaat!

***

Today’s Parents

Baca Juga:

20 Ciri-ciri Hamil Muda Sebelum Telat Haid, Bunda Perlu Tahu!

Inilah 5 Tanda Pasti Kehamilan, Calon Bunda Wajib Tahu!

Inilah Panduan Pendidikan Seksual untuk Anak Menurut UNICEF dan WHO

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Penting! Ini Panduan Memberikan Pengetahuan Seks Sesuai Usia Anak
Bagikan:
  • 60 Kata-Kata Ucapan Terima Kasih yang Tulus dan Penuh Makna

    60 Kata-Kata Ucapan Terima Kasih yang Tulus dan Penuh Makna

  • Urutan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, Makna hingga Perbedaannya

    Urutan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, Makna hingga Perbedaannya

  • 20 Contoh Surat Undangan untuk Berbagai Keperluan, Cek di Sini!

    20 Contoh Surat Undangan untuk Berbagai Keperluan, Cek di Sini!

  • 60 Kata-Kata Ucapan Terima Kasih yang Tulus dan Penuh Makna

    60 Kata-Kata Ucapan Terima Kasih yang Tulus dan Penuh Makna

  • Urutan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, Makna hingga Perbedaannya

    Urutan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, Makna hingga Perbedaannya

  • 20 Contoh Surat Undangan untuk Berbagai Keperluan, Cek di Sini!

    20 Contoh Surat Undangan untuk Berbagai Keperluan, Cek di Sini!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti