PAUD KM"0", Percontohan PAUD Tanpa Calistung

PAUD KM"0", Percontohan PAUD Tanpa Calistung

Mendikbud meresmikan PAUD KM "0" sebagai PAUD percontohan bagi seluruh PAUD di Indonesia. Lihat deh, menarik sekali!

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan baru saja meresmikan sekolah untuk anak usia dini sebagai percontohan PAUD di seluruh Indonesia. PAUD KM “0”, berlokasi di Komplek Kantor Kemendikbud di kawasan Senayan, Jakarta.

PAUD yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan ini dibangun dengan konsep sesuai dengan usia anak. Ada ruang anak 1-2 tahun, 2-3 tahun, dan Pra SD.

Ruangan PAUD KM “0” terbagi tematik, antara lain, ruang seni dan kreatif yang dilengkapi berbagai permainan yang merangsang kretaivitas anak, area bermain peran lengkap dengan pakaian anak untuk berbagai profesi dan pekerjaan, ruang musik dengan alat musik tradisional dan modern, area balok dan gerak, hingga area basah tempat anak-anak bermain bisa bermain air di kolam kecil dan bermain pasir.



PAUD ini juga dilengkapi ruang tidur, ruang laktasi, ruang bayi, ruang ibadah dan ruang makan.

Hal yang paling menarik dan menjadi percontohan dari PAUD ini adalah tak adanya kegiatan yang mengajarkan anak membaca,menulis dan berhitung (calistung).

Ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 58 tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.

Parents, bagaimana pendapat Anda?

 

Baca juga: 

Tips menumbuhkan semangat sekolah untuk anak usia dini, Parents perlu terapkan ini!

Mendukung program pemerintah yang tidak mengajarkan anak untuk membaca, menulis, dan berhitung, didirikannya PAUD di komplek kantor Kemendikbud Senayan, Jakarta. PAUD ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sekolah percontohan PAUD di seluruh Indonesia? Mengapa demikian? Mulai dari fasilitas, program kerja, dan materi yang diajarkan oleh PAUD KM “0” kepada anak usia dini sangat bagus dan patut dicontoh. Oleh karena itu, mari simak ulasannya secara lengkap di sini!

Fakta Menarik Tentang PAUD Percontohan

1. Dibangun Dengan Konsep Usia Anak

Setiap anak memiliki usia yang berbeda tentu memiliki daya tangkap yang berbeda beda pula. Oleh karena itu, sebaiknya mengelompokkan peserta didik sesuai dengan usianya agar proses belajar dapat dilaksanakan dengan baik dan maksimal. Sekolah yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mendukung hal tersebut dengan mengelompokkan anak sesuai dengan usianya. Antara lain anak usia 1 sampai 2 tahun, usia 2 sampai 3 tahun, dan Pra SD.

mau tau Percontohan PAUD KM "0"

2. Menggunakan Sistem Tematik

Sekolah dasar memang telah menggunakan sistem tematik untuk proses belajar siswa siswinya. Uniknya, PAUD yang terletak di komplek kantor Kemendikbud ini juga melakukan hal yang sama. Ruangan yang ada di dalam sekolah ini disusun atas beberapa jenis, seperti ruang seni dan kreatif yang dilengkapi dengan berbagai permaian anak. Permainan anak yang disediakan diharapkan mampu merangsang kreativitas anak anak peserta didik.

Selain ruangan seni dan kreatif, sekolah ini juga menyediakan area bermain peran. Area ini juga dilengkapi dengan pakaian anak untuk berbagai profesi dan pekerjaan. Setiap anak harus punya mimpi, jadi jangan takut untuk mengajak anak bermimpi setinggi langit. Buatlah peserta didik memiliki impian dan ajak untuk selalu berusaha meraih mimpi yang diinginkan. Salah satu cara yang dapat ditempuh dengan memberi tahunya tentang berbagai profesi yang dapat diraihnya.

sudah tau Percontohan ini PAUD KM "0"

Ruangan ketiga yang tidak kalah menarik adalah ruang musik. Ruang musik di PAUD ini lengkap dengan alat musik modern dan tradisional. Melalui ruang ini, anak anak dapat mengembangkan bakat dan minatnya di bidang musik atau olah suara. Ruang keempat adalah area balok dan gerak. Setiap anak perlu untuk mengasah sensok motoriknya dengan aktif bergerak dan dirangsang dengan beberapa peralatan yang menunjang tujuan tersebut.

Ruang terakhir yang juga sangat penting untuk bermain anak adalah area basah. Area basah ini bisa digunakan untuk bermain air di kolam kecil. Beberapa anak kecil sangat suka bermain air, sehingga para guru dapat mengajaknya bermain air dengan teman temannya. Selain itu, juga tersedia area untuk bermain pasir, dengan begitu anak anak dapat mengasah kemampuannnya untuk membentuk benda dari pasir dengan cetakan cetakan yang tersedia. Menarik bukan?

3. Tidak Ada Calistung

Yang harus digarisbawahi pada ulasan ini adalah tidak adanya program calistung yang diajarkan di PAUD KM “0” kepada siswa siswanya. Apa itu calistung? Membaca, menulis, dan berhitung yang tidak harus didapatkan oleh anak anak usia di bawah 4 tahun. Usia yang terlalu dini membuat si kecil menjadi stress jika mendapatkan materi yang sulit. Calistung tidak seharusnya diajarkan sejak masih di PAUD.

ini dia Percontohan PAUD KM "0"

Pendidikan anak usia dini KM 0 merupakan sekolah yang didirikan oleh Kemendikbud. Sekolah ini diharapkan dapat dijadikan percontohan oleh PAUD di seluruh Indonesia. Mulai dari fasilitas yang disediakan hingga program sekolah yang diberikan kepada anak anak didiknya. Tidak hanya itu, sekolah ini juga menyediakan ruang tidur, ruang laktasi, ruang bayi, ruang makan, dan ruang ibadah. Sangat menarik bukan?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner