TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Parasetamol Disebut Bisa Sembuhkan Patah Hati, Benarkah? Ini Tanggapan Psikiater

Bacaan 4 menit
Parasetamol Disebut Bisa Sembuhkan Patah Hati, Benarkah? Ini Tanggapan Psikiater

Baru-baru ini viral bahwa obat parasetamol bisa sembuhkan rasa sakit akibat patah hati. Benarkah demikian?

Rasa sakit hati pasti pernah ada dalam bagian perjalanan kehidupan masing-masing orang. Terutama karena masalah asmara, rasa sakit hati tak jarang mengendap dan berlarut-larut selama beberapa waktu. Fakta menarik, baru-baru ini ada sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa konsumsi parasetamol bisa sembuhkan patah hati, benarkah demikian?

Meski terdengar aneh menggunakan obat penyakit fisik untuk menyembuhkan rasa sakit yang dirasa emosional, penelitian berikut ini ternyata membuktikan bahwa rasa sakit fisik dan emosional sebenarnya berkaitan. Oleh sebab itu, penggunaan penghilang rasa sakit dapat berpengaruh terhadap luka batin yang dialami.

Artikel Terkait: Ibu Menyusui Minum Paracetamol, Boleh Nggak Sih?

Penelitian: Parasetamol Bisa Sembuhkan Patah Hati

Paracetamol bisa sembuhkan patah hati

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of California menemukan bahwa rasa sakit emosional yang diproses pada otak ternyata sama dengan rasa sakit yang dirasakan secara fisik. Dari studi yang sama, disimpulkan bahwa rasa sakit hati atau patah hati akibat asmara dapat merespons obat penghilang rasa sakit, contohnya parasetamol.

Melansir Klik Dokter, penelitian tersebut melibatkan 62 peserta yang mengonsumsi paracetamol Tylenol dan kemudian diteliti perasaannya setiap hari selama tiga minggu. Hasilnya, mereka yang mendapatkan dosis setidaknya 1000 mg obat penghilang rasa sakit (2 tablet) menunjukkan penurunan perasaan sakit hati.

Tak hanya itu, dilakukan pula tes lainnya di mana para responden memainkan sebuah gim komputer yang dirancang untuk menunjukkan rasa sakit hati akibat ditolak cintanya. Tes tersebut diulang kembali setelah para pesertanya meminum parasetamol. Rasa sakit yang mereka rasakan terbukti telah berkurang.

Mengapa bisa terjadi demikian?

Para ahli menyimpulkan, rasa sakit fisik dan emosional saling berkaitan. Salah satu profesor psikologi sosial yang berperan dalam studi tersebut, Naomi Eisenberg, mengungkapkan bahwa cinta yang ditolak sangat berpengaruh pada perasaan masing-masing peserta.

“Jika Anda meminta orang untuk memikirkan lagi pengalaman patah hati atau penolakan cinta, mereka bisa saja merasakan kesedihan mendalam,” katanya.

Artikel Terkait: Tablet parasetamol bisa untuk bersihkan noda pada setrikaan, ibu perlu tahu

Benarkah Rasa Sakit Hati Dapat Disembuhkan dengan Obat Sakit Fisik?

Parasetamol Disebut Bisa Sembuhkan Patah Hati, Benarkah? Ini Tanggapan Psikiater

Terkait penelitian tersebut, dokter psikiater dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ dari Siloam Hospitals Bogor menanggapi hal ini lewat sebuah utas di media sosial Twitter. Melalui akun @jiemiardian, ia mengupas mengenai benar tidaknya parasetamol dapat menyembuhkan rasa sakit secara emosional pada beberapa waktu lalu.

Jiemi menjelaskan, penelitian tersebut dilakukan dengan meminta sekelompok orang dewasa sehat yang secara acak mengonsumsi parasetamol 1000 mg setiap hari, pil kalium placebo 400mg, atau tanpa obat. Setelahnya, peserta diminta mengisi kuisioner harian untuk mengukur tingkat memaafkan.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa parasetamol bisa mengurangi rasa sakit emosional. Penelitian menemukan penurunan 18,5% dalam rasa sakit sosial, TAPI efek muncul karena kombinasi obat dan terjadi pada orang yang punya tingkat memaafkan yang tinggi,” tulisnya.

Ia pun mengatakan bahwa tak semua orang mampu memaafkan, sehingga menggunakan parasetamol untuk mengurangi rasa sakit emosional dirasa kurang valid.

“Mencari jalan singkat dengan parasetamol akan membuat kita tidak belajar hal baru yang diperlukan. Anggap saja kita lagi patah hati, lalu minum pil dan sakitnya hilang. Akhirnya, kita mungkin mengulangi kesalahan yang sama, karena kita tidak belajar dari rasa sakit sebelumnya,” lanjut Jiemi.

Artikel Terkait: Anak Sering Minum Paracetamol Tingkatkan Risiko Asma di Masa Depan?

Parasetamol Disebut Bisa Sembuhkan Patah Hati, Benarkah? Ini Tanggapan Psikiater

Lebih lanjut, penulis buku berjudul Hipnosis Cinta ini menyebutkan, kita perlu ingat bahwa rasa sakit terkadang diperlukan dalam kehidupan ini. Khususnya untuk memicu perubahan dan agar kita bertumbuh sebagai individu.

Jiemi kembali mengungkap, “Rasa sakit mengingatkan kita tentang hal-hal yang perlu kita ubah. Rasa sakit mendorong kita untuk melakukan sesuatu. The cure for the pain, is in the pain.”

Mengubah cara berinteraksi adalah solusi dari rasa sakit secara emosional yang disebabkan oleh interaksi sosial. Maka dari itu, Jiemi mengingatkan agar seseorang tidak buru-buru membenci rasa sakit.

“Sakit itu tanda, jangan cepat-cepat membenci dan mengusirnya. Tapi jika sakit berlanjut, hubungi psikiater,” tutupnya.

Meski obat seperti parasetamol diklaim bisa sembuhkan patah hati, bukan serta merta setiap mengalami patah hati kita sebaiknya langsung minum parasetamol. Terlalu banyak konsumsi parasetamol melebih dosis yang disarankan juga dapat berbahaya. Seperti yang dokter Jiemi bilang, rasa sakit ada untuk kita jadikan pelajaran. Dari kesalahan masa lalu, kita dapat belajar untuk menjadi lebih baik lagi di masa depan. Setuju tidak, nih, Parents?

***

Baca Juga:

Sering Digunakan Saat Demam, Ini Manfaat dan Efek Samping Obat Paracetamol

Penelitian terbaru : Konsumsi Paracetamol saat hamil berhubungan dengan ADHD dan autisme

Amankah Minum Paresetamol Saat Hamil? Bunda Wajib Tahu

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Annisa Pertiwi

Diedit oleh:

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Parasetamol Disebut Bisa Sembuhkan Patah Hati, Benarkah? Ini Tanggapan Psikiater
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti