TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Waspada risiko kesehatan yang mengintai dalam paparan paraben dan BPA!

Bacaan 4 menit
Waspada risiko kesehatan yang mengintai dalam paparan paraben dan BPA!

Inilah alasannya Anda sangat disarankan menggunakan produk berlabel paraben free dan BPA free dalam kehidupan sehari-hari!

Anda pasti pernah mendengar istilah ‘paraben free’? Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, ibu hamil, bayi, dan anak-anak mungkin akan disarankan untuk memilih produk yang berlabel paraben free.

Sebelumnya, yuk kita kenali apa itu paraben!

paraben free

Apa itu paraben?

Paraben adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet dalam banyak produk yang kita pakai sehari-hari, termasuk kosmetik, perlengkapan mandi bayi, deodoran, sampo, kondisioner, dan produk perawatan kulit lainnya.

Selain karena murah, bahan paraben merupakan pengawet paling efektif yang dapat menghentikan pertumbuhan jamur dan bakteri untuk mencegah kerusakan. Penggunaan paraben juga mampu membantu memperpanjang usia simpan produk.

Risiko kesehatan akibat penggunaan paraben

Namun, beberapa peneliti menduga bahwa bahan kimia seperti paraben dapat mengganggu hormon tubuh, yaitu hormon reproduksi seperti estrogen dan testosteron.

Ada beberapa risiko kesehatan yang mungkin terjadi akibat menggunakan produk yang mengandung paraben, seperti:

  • Penyakit kronis
  • Kanker
  • Gangguan perkembangan
  • Masalah kesuburan
  • Keguguran
  • Lahir prematur
  • Cacat lahir
  • Produksi sperma yang menurun
  • Kegemukan
  • Penyakit metabolik
  • Kepadatan tulang

Meskipun masih belum jelas tingkat paparan kimia apa yang mungkin menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia, paraben biasanya digunakan pada tingkat antara 0,01 persen dan 0,3 persen, serta telah dianggap aman dalam produk kosmetik pada tingkat setinggi 25 persen.

paraben free

Baca juga: 5 bahaya paraben yang mengintai tubuh manusia kapan saja

Memilih produk paraben free

Karena tidak ada penelitian konklusif yang dikonfirmasi menunjukkan risiko kesehatan terhadap paparan paraben dosis rendah, zat ini masih banyak digunakan dalam produk kecantikan dan perlengkapan mandi bayi.

Namun, jika Anda khawatir tentang risiko yang dapat merugikan Anda dan orang-orang tersayang, ada banyak alternatif produk paraben free yang tersedia, terutama produk bayi yang bisa Anda pilih.

Sebelum membeli, lihat label pada produk yang biasanya akan menyatakan bahwa mereka ‘paraben free’. Seperti contohnya Mama’s Choice, salah satu merek produk perawatan ibu dan bayi yang telah teruji bebas paraben, triclosan, phthalates dan zat kimia lain yang kurang direkomendasikan untuk kesehatan.

Apa itu BPA?

Selain paraben free, Anda mungkin juga pernah mengenal istilah ‘BPA free’?

BPA adalah singkatan dari Bisphenol A, yang merupakan bahan kimia industri yang digunakan untuk membuat plastik dan resin tertentu, termasuk botol air, botol bayi, sippy cup, dan untuk melapisi kaleng yang digunakan untuk makanan kaleng.

Cairan resin epoksi yang digunakan untuk melapisi bagian dalam produk logam (seperti kaleng makanan dan tutup botol) juga mengandung BPA.

Menurut beberapa penelitian, BPA diduga dapat meresap ke dalam makanan atau minuman yang terdapat dalam wadah yang dibuat dengan BPA, termasuk kaleng susu formula.

Risiko kesehatan akibat paparan BPA

Risiko kesehatan yang mungkin terkait dengan paparan BPA diduga dapat menyebabkan efek berbahaya pada otak, perilaku, dan kelenjar prostat pada janin, bayi dan juga anak kecil. Selain itu, tekanan darah juga bisa meningkat.

Dr Jen Landa, M.D, seorang spesialis Obgyn dan spesialis terapi hormon menjelaskan bahwa dalam penelitian, BPA menunjukkan dapat meningkatkan pertumbuhan tumor fibroid di dalam rahim dan dapat mengganggu perawatan kesuburan.

Selain itu, BPA juga terkait dengan perkembangan diabetes atau serangan jantung, bahkan dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada beberapa orang.

Karena BPA adalah estrogen sintetis, maka ia dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan menyebabkan lonjakan estrogen menjadi over, dan dapat mengakibatkan beberapa gejala, seperti:

  • Kelelahan
  • Masalah berat badan
  • Kegelisahan
  • Pola tidur yang buruk
Artikel terkait: 8 Produk bayi ini mengandung zat berbahaya bagi si kecil, Parents perlu waspada!

paraben free

Menghindari penggunaan BPA

Meskipun BPA cukup banyak ditemukan dalam beberapa produk, Bunda tetap bisa meminimalkan paparan BPA dengan mengikuti beberapa langkah berikut, di antaranya:

  1. Gunakan produk bebas BPA 

Seperti paraben free, ada beberapa produk bebas BPA yang tersedia di pasaran saat ini. Jadi, carilah produk yang berlabel “Bebas BPA” atau BPA-free.

Beberapa wadah berbahan plastik yang ditandai dengan kode daur ulang 3, 6, atau 7 kemungkinan dibuat dengan BPA.

  1. Kurangi penggunaan wadah kaleng

Sebagian besar kaleng makanan dilapisi dengan resin yang mengandung BPA, jadi cobalah membatasi asupan makanan kaleng Anda, atau cari label produk makanan “bebas BPA” dari merek tertentu.

  1. Hindari menyimpan makanan panas di wadah plastik dan styrofoam

Jangan menyimpan makanan panas dalam wadah styrofoam atau wadah plastik juga memanaskan makanan dengan wadah tersebut dalam microwave, karena bahan  plastik bisa pecah dan memungkinkan paparan BPA bisa masuk ke dalam makanan Anda. Temuan ini juga sempat dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Harvard Medical School.

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
  1. Pilihlah wadah alternatif selain bahan plastik

Dalam menggunakan wadah plastik untuk menyimpan makanan dan minuman Anda, pilih wadah gelas, porselen atau stainless steel.

Makanan sisa juga harus disimpan dalam wadah non-plastik jika memungkinkan, atau setidaknya dalam wadah bebas BPA.

  1. Hindari penggunaan botol plastik

Daripada menggunakan botol plastik, Anda bisa menyimpan air minum dalam botol stainless steel atau gelas yang dapat digunakan kembali, atau wadah bebas BPA.

 

Apakah Anda sudah menggunakan produk bebas BPA dan paraben free? Apa saja cara Anda menghindari paparan kedua zat berbahaya tersebut? Yuk, share di kolom komentar!

 

Dilansir dari artikel Dew M. Chaiyanara di theAsianparent Singapura
Baca juga:

https://id.theasianparent.com/bahaya-merebus-botol-susu

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Waspada risiko kesehatan yang mengintai dalam paparan paraben dan BPA!
Bagikan:
  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti