TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Stop Merebus Botol Susu Bayi! Waspadai Bahayanya bagi Perkembangan Bayi

Bacaan 3 menit
Stop Merebus Botol Susu Bayi! Waspadai Bahayanya bagi Perkembangan Bayi

Merebus botol susu biasanya menjadi pilihan banyak ibu untuk mensterilkan peralatan tersebut. Namun, kebiasaan ini bisa sangat berbahaya.

Merebus botol susu bayi masih sering dilakukan oleh banyak Bunda, dengan maksud untuk mensterilkannya. Akan tetapi, penelitian terbaru menyebut ada bahaya yang tersimpan dari kebiasaan merebus botol susu bayi untuk mensterilkannya.

Bahaya Merebus Botol Susu Bayi yang Harus Diwaspadai

bahaya merebus botol bayi

Bahaya merebus botol susu bayi yang harus diwaspadai.

Menurut studi ini, air panas meningkatkan level bahan kimia berbahaya dari botol plastik. Ilmuwan menemukan bahwa botol plastik dari bahan polycarbonate mengeluarkan zat kimia bersifat polutif untuk lingkungan. Zat kimia polutif ini dilepaskan 55 kali lebih cepat saat botolnya diisi dengan air mendidih.

Polycarbonate adalah bahan kimia yang sering digunakan untuk membuat CD (compact disc), dan botol susu bayi. Plastiknya dibuat dari bisphenol A (BPA), yakni zat kimia yang diproduksi secara besar-besaran di seluruh dunia. Lama kelamaan, plastiknya akan larut dalam bahan mentahnya.

David Santillo, ilmuwan senior di Laboratoriuam Riset Greenpeace di Exeter mengatakan, “Banyak yang cemas dengan kandungan BPA, karena sifatnya yang menganggu keseimbangan hormon, bahkan sistem hormon dalam tubuh hewan juga terpengaruh oleh BPA.”

Penelitian tentang Bahaya Merebus Botol Susu Bayi

merebus botol susu bayi

Menggosok botol bayi berulangkali juga berisiko mengeluarkan BPA.

Scott Belcher dari University of Cincinnati College of Medicine, melakukan sebuah percobaan untuk melihat bagaimana BPA keluar dari plastik berbahan polycarbonate. Juga pengaruh suhu dan cairan yang disimpan dalam botol tersebut.

“Penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya mengungkap bahwa mencuci botol bayi bisa membuat zat kimia BPA keluar. Karena proses menggosok botol, mencuci dan merebus botol bayi yang mengandung polycarbonate.”

“Kami ingin mengetahui apakah penggunaan botol secara normal bisa meningkatkan pengeluaran BPA. Juga mengidentifikasi faktor penting dan apa yang memengaruhi pengeluarannya.”

Scott mengambil botol air minum isi ulang, dan mengujinya selama tujuh hari. Dengan cara memasukkan air biasa (suhu ruang), kemudian diganti dengan air mendidih. Dia juga melakukan simulasi penggunaan botol air minum tersebut dalam kegiatan mendaki gunung, dan kegiatan outdoor lainnya.

Air Mendidih Mengeluarkan BPA dari Botol 55 Kali Lebih Cepat

merebus botol susu bayi

Merebus botol susu bayi bisa mengeluarkan zat kimia berbahaya dari botol tersebut.

Percobaan yang dilakukan Scott ini mengungkap, bisphenol A dikeluarkan dari botol plastik 55 kali lebih cepat jika diisi dengan air mendidih. Dibandingkan dengan air biasa. Hal ini juga berlaku pada botol yang direbus.

Hasil percobaan yang diterbitkan di jurnal  Toxicology Letters, menyatakan bahwa air dengan suhu ruangan mengeluarkan BPA dengan kisaran 0,2 – 0,8 nanogram per botol setiap jam. Sedangkan paparan air mendidih, membuat kisaran ini meningkat menjadi 8-32 nanogram per jam.

David Santillo mengatakan, meski 1 nanogram dianggap jumlah yang kecil, namun beberapa hormon bekerja dalam jumlah yang lebih rendah dari itu. Sehingga tetap harus diwaspadai bahayanya. Untuk itulah, perlu adanya alternatif bahan lain yang lebih aman untuk bayi.

“Bayi berada dalam fase yang sangat sensitif dalam tumbuh kembangnya, karena itu sebisa mungkin hindari paparan zat kimia yang bisa membuat hormon pertumbuhannya terganggu,” tegas David.

Sebelum bahan baru untuk pembuatan botol bayi ini ditemukan, ada baiknya Bunda melakukan tindak pencegahan dengan cara tidak merebus botol susu bayi. Dan cukup mencucinya dengan air hangat, serta membersihkan dengan sabun dan spons yang lembut.

Semoga bermanfaat.

The Guardian
www.theguardian.com/science/2008/jan/30/sciencenews.health

Baca juga:

Panduan Lengkap Cara Mencuci Botol Susu Bayi dan Mensterilkannya agar Tetap Bersih

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Stop Merebus Botol Susu Bayi! Waspadai Bahayanya bagi Perkembangan Bayi
Bagikan:
  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti