5 Efek negatif saat anak nonton film horor, Parents wajib tahu!

lead image

Pikir dua kali sebelum mengajak anak nonton film horor. Ini penjelasan psikolog.

Siapa di antara Parents yang gemar nonton film horor? The Nun? The Conjuring? Insidious? Atau nonton film horor garapan anak negeri semacam Suzzana Bernapas Dalam Kubur?

Menyaksikan film seperti ini memang seru. Adrenalin pun seakan terpicu. Tapi bagaimana jika film genre horor ini dinikmati anak-anak? Sedang menimbang untuk mengajak si kecil?

Tunggu dulu.  Parents, sebaiknya pikirkan baik-baik sebelum mengajak si kecil menonton film horor. Nyatanya, pengaruh film horor terhadap kesehatan mental si kecil sangat besar.

Dikutip dari laman Romper.com, film horor memang bersifat fiksi, namun si kecil belum bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang bukan, sehingga efek buruknya bisa dirasakan bahkan sampai dia besar nanti.

Hal ini pun ditegaskan oleh Psikolog Anak dan Remaja Vera Itabiliana, kepada theAsianparent Indonesia dirinya mengatakan bahwa usia anak-anak memang belum bisa membatasi mana yang sekadar khayalan dan kenyataan.

Anak-anak belum paham kalau film cuma sebatas karya fiksi. Alhasil mereka pun bisa mendapatkan efek negatifnya dari kekerasan, adegan sensual, hal yang menyeramkan atau makian kasar yang ditampilkan dalam film.

Oleh karena itulah Vera mengingatkan, bahwa penting bagi orangtua bahwa anak-anak perlu tontonan yang sesuai dengan usianya. “Film itu merupakan salah satu media yang mudah memengaruhi anak-anak,  bahkan sejak mereka bayi sekalipun. Oleh karena itu lebih hati-hati dengan tontonan anak-anak,” ujarnya.

So, sebelum Parents memutuskan mengajak si kecil nonton film horor, sebaiknya ketahui dulu 7 efek negatif nonton film horor untuk anak berikut ini

Efek negatif saat anak nonton film horor #1. Sulit membedakan mana realita dan fiksi

Orang dewasa bisa dengan mudah membedakan antara dunia realita dan fiksi. Namun, berbeda dengan anak-anak yang belum bisa membedakannya. Bisa saja si kecil menganggap apa yang dilihatnya dalam film horor adalah realita. Sesuatu yang memang benar-benar terjadi.

Sebuah studi ilmiah yang dilakukan Joanne Cantor, profesor seni komunikasi di University of Wisconsin, dan Dr. Kristen Harrison, profesor studi komunikasi di University of Michigan, mencatat kalau anak-anak paling berisiko mengalami efek ketakutan yang akan bertahan lama.

Si kecil bisa menganggap sosok menyeramkan dalam film adalah nyata, sehingga ia bisa membuat bayangan dan fantasinya sendiri. Hal ini tentu saja bisa membuatnya sangat takut dengan fantasinya tersebut.

Efek negatif saat anak nonton film horor #2. Kecemasan dan fobia

Tidak mudah untuk memprediksi siapa yang akan mengembangkan gangguan kecemasan atau fobia dari film horor, tetapi anak-anak dan remaja sering kali memiliki risiko yang lebih besar ketimbang orang dewasa.

Menurut ahli teori perkembangan Swiss, Jean Piaget, pengembangan kognitif didasarkan pada skema, atau cara memahami dunia. Ketika seseorang tumbuh dan belajar, skema mereka pun berubah.

Artikel terkait: Ternyata hal ini yang membuat anak takut potong rambut di salon!

Anak-anak belum memiliki pengalaman hidup untuk menempatkan film-film horor ke dalam perspektif, sehingga mereka berisiko merasakan kegelisahan atau fobia yang bertahan lama.

Bila si kecil biasanya cemas dan takut, atau jika mereka kesulitan membedakan fantasi dari kenyataan, sebaiknya jangan dulu mengajak si kecil nonton film horor.

nonton film horor

Efek negatif saat anak nonton film horor #3. Gangguan Tidur

Banyak orang dewasa dan anak-anak kesulitan tidur segera setelah menonton film yang menakutkan. Bayangan tampak mengintimidasi, suara-suara diperbesar dan mimpi sering kali meresahkan.

Bagi kebanyakan orang, efek ini berlangsung sesaat. Tapi dalam beberapa kasus, gangguan tidur bertahan selama berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Efek negatif saat anak nonton film horor #4. Menimbulkan perilaku agresif

Parents tentu telah memaami bahwa anak-anak ibarat mesin foto copy, karena mereka meniru apa yang mereka lihat dilakukan orang lain. Seorang anak yang meniru gerakan tarian yang terlihat di televisi bisa jadi lucu, tetapi menciptakan kembali adegan perkelahian dari film-film horor bukanlah hal yang lucu.

RY Langham, seorang psikolog keluarga, mengatakan kepada Association for Youth, Children and Natural Psychology (AYCNP) bahwa anak-anak yang menonton film-film menakutkan dapat menunjukkan perilaku agresif atau kekerasan baik di sekolah maupun di rumah.

Artikel terkait: Anak Takut Sama Dokter? Ini 7 Tips Mudah Mengatasinya

Ini disebabkan karena ketidakmampuan mereka untuk memahami konsekuensi yang mereka miliki di dunia nyata. Sebagai contoh, anak saya berpikir dia tidak terkalahkan dan tidak mengerti mengapa dia tidak dapat melakukan aksi yang sama seperti para pahlawan dalam film.

Efek negatif saat anak nonton film horor #5. Melekat diingatan

Sekali lagi, anak-anak tampaknya lebih terpengaruh oleh film-film menakutkan daripada orang dewasa. Anak-anak pasti merasakan hal ini jauh lebih besar ketika mereka takut.

Seperti yang dicatat Cantor dan Harrison,  bahwa setelah menyaksikan film horor,  anak-anak kecenderungan akan menangis,  merasa mual, ingatan film tersebut akan terus melekat. 

Parents tentu saja menjadi orang yang paling mengenal anak-anak, oleh karena itu alangka baiknya jika mengingat beragam efek negatif yang bisa muncul. Lagi pula, apa ruginya jika si kecil tidak menyaksikan film horor?

Mengingat lebih banyak efek negatif yang bisa ditimbulkan, tak ada salahnya jika Parents bersabar  hingga beberapa tahun ke depan untuk mengajak si kecil bersama. Atau, mengapa tidak mengajak pasangan saja sebagai menu kencan di akhir pekan?

 

 

Referensi: Romper, Lifestrong

Baca juga:

Wajib tahu! 10 hal yang sering membuat anak takut, dan cara tepat menanganinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner