Wajib tahu! 10 hal yang sering membuat anak takut, dan cara tepat menanganinya

Wajib tahu! 10 hal yang sering membuat anak takut, dan cara tepat menanganinya

Saat balita, anak takut pada banyak hal. Bahkan hal-hal yang menurut kita konyol dan tak masuk akal. Namun hal ini tidak bisa disepelekan. Cari tahu cara mengatasinya berikut ini.

[Not a valid template]Saat kecil, kita sering takut pada hal-hal yang sebenarnya hanya imajinasi kita saja. Anak kita pun mengalami hal yang sama. Kondisi anak takut tidak bisa diremehkan. Bila diabaikan anak bisa mengalami trauma dan ketakutan itu terbawa hingga dewasa.

Oleh sebab itu, orangtua harus tahu cara tepat menghadapi ketakutan-ketakutan anak. Sehingga dia bisa mengatasi rasa takutnya, dan tidak akan lagi merasa takut setelah dewasa.

Berikut ini adalah hal-hal yang sering membuat anak takut.

1. Anak takut gelap

anak takut gelap

Banyak anak takut akan gelap, karena mereka merasa tidak bisa melihat apapun. Kondisi ini membuatnya merasa tidak aman, tidak terlindungi dan cemas di dalam gelap. Pada dasarnya, anak takut pada hal-hal yang tidak ia tahu

Cara menanganinya, orangtua harus mengajari anak bahwa dia tidak perlu takut akan kegelapan. Bimbing dia untuk menemukan tombol lampu, sehingga dia bisa menyalakan lampu kapan saja saat merasa takut. Dan biarkan dia tidur dengan lampu menyala hingga ia bisa menghilangkan rasa takutnya.

Anda juga bisa memasang bintang-bintang atau hiasan di dinding kamar anak yang menyala dalam gelap. Sehingga dia tahu, bahwa tidak selamanya gelap itu buruk. Ada pula hal-hal indah yang hanya bisa dilihat jika ada kegelapan. Dengan begitu ketakutan anak akan berkurang bahkan mungkin hilang.

2. Takut monster/hantu

Pikiran anak-anak masih dipenuhi oleh khayalan dan imajinasi berlebihan. Dia bisa saja takut tidur sendirian, karena dalam pikirannya di balik pintu atau bawah ranjang ada monster maupun hantu yang menunggu untuk menyaktinya.

Dr. Ayelet Talmi, Direktur bidang tumbuh kembang anak di RS Anak Denver mengatakan, “Meskipun kita tahu bahwa hantu dan monster itu tidak ada, kita tidak bisa mengatakan hal itu pada anak. Karena mereka betul-betul meyakininya.

Oleh sebab itu, jangan sepelekan ketakutan anak terhadap hantu atau monster. Sebaliknya, bantu mereka menghadapi ketakutan itu. Dengan cara memeriksa kamar mandi, lemari ataupun di bawah ranjang sebelum si anak tidur.

Ajari pula dia doa-doa yang bisa menghalau datangnya monster atau hantu, hingga pikiran anak bisa tenang dan ia dapat tidur nyenyak tanpa takut apapun.

3. Anak takut mimpi buruk

anak takut

Seringkali, anak takut tidur sendiri karena ia sebelumnya pernah mengalami mimpi buruk. Hal ini umum terjadi pada anak balita, karena dia masih belum bisa memisahkan antara kenyataan dan imajinasi.

Tenangkan anak Anda setelah ia mengalami mimpi buruk, jangan memarahinya. Bila ia ingin tidur bersama orangtuanya, izinkan dia tidur dengan Anda. Menyanyi untuknya, atau belai punggung dan rambutnya hingga ia tenang dan bisa kembali terlelap.

4. Takut hujan

Tidak semua anak suka bermain hujan, ada kalanya anak-anak takut dengan hujan. Terutama jika kilat dan guntur pecah dengan suara keras. Anak bisa merasa ketakutan mendengar suara gemuruh guntur dan kilat di langit mendung.

Bila anak merasa ketakutan dengan hal ini, ajari ia untuk mengucapkan doa keselamatan sesuai kepercayaan agama masing-masing. Dan yakinkan anak bahwa guntur dan halilintar adalah gejala alam biasa yang wajar terjadi saat hujan.

Tidak perlu menambahkan hal-hal aneh seperti kilat merupakan cambuk Tuhan untuk menghukum setan. Hal ini bisa membuatnya semakin ketakutan.

5. Anak takut berpisah dengan orangtua

anak takut

Bunda tentunya sering mengalami, anak menangis atau rewel saat Anda hendak pergi bekerja, atau sekadar pergi ke minimarket. Hal ini dipicu oleh ketakutan anak tentang orangtuanya pergi dan tak pernah kembali.

Oleh sebab itu, biasakanlah mengucapkan selamat tinggal kepada anak saat Anda akan pergi. Terutama jika Bunda memiliki rutinitas untuk pergi setiap hari. Libatkan anak dalam persiapan Anda sebelum pergi dari rumah, dan jangan pernah pergi dengan sembunyi-sembunyi. Hal ini justru menambah ketakutan anak.

Rutinitas perpisahan dengan mengucap selamat tinggal juga bisa disisipi dengan kalimat untuk meyakinkan anak bahwa orangtua akan selalu pulang kembali ke rumah. Hal ini juga berlaku untuk ayah yang pergi bekerja setiap hari.

Artikel terkait: Jangan Sembunyi Saat Akan Pergi Meninggalkan Anak (Bahkan Jika ia Menangis), ini Alasannya

6. Takut sendirian

Selain takut ditinggal pergi, anak juga takut ditinggal sendiri. Bahkan meski Anda hanya pergi ke kamar mandi. Untuk menghilangkan ketakutan ini, Parents perlu mencoba melatih anak untuk ditinggal sendiri.

Misalnya, anak berada di ruang tamu, dan Bunda di dapur. Ajak dia bicara, hingga dia tahu Bunda ada di dekatnya meski dia tidak bisa melihat kehadiran Anda. Lakukan hal serupa hingga anak benar-benar tidak takut lagi ditinggal sendiri.

7. Topeng, kostum dan maskot (contoh: badut, ondel-ondel)

anak takut

Banyak anak yang merasa takut dengan badut, atau maskot dengan kostum aneh-aneh, seperti binatang atau tokoh kartun. Hal ini dikarenakan anak memiliki imajinasi yang sangat jelas, sehingga ia tidak bisa membedakan mana hal nyata dan mana yang pura-pura.

Bila dia melihat maskot berkostum monster, bisa jadi ia menganggapnya itu adalah benar-benar monster hingga ia ketakutan. Karena itulah, jangan memaksa anak untuk berfoto bersama maskot apapun yang membuatnya ketakutan.

Parents juga bisa membantunya mengatasi ketakutan tersebut, dengan memakaikan kostum hewan atau tokoh kartun yang ia sukai. Sehingga dia tahu bagaimana rasanya jadi maskot dan tidak akan takut lagi.

8. Anak takut dokter

Biasanya, anak merasa takut dengan dokter karena ia tahu bahwa disuntik itu sakit. Sehingga kunjungan ke dokter selalu berakhir dengan drama anak yang rewel dan tak mau bertemu dokter. Untuk mengatasinya, Anda bisa membacakan buku cerita atau mengobrol tentang hal yang menyenangkan saat menunggu giliran.

Dampingi anak saat dia diperiksa dan disuntik oleh dokter. Setelah semua selesai, pujilah ia karena jadi anak pemberani.

Artikel terkait: Anak merasa takut sama dokter? Ini 7 Tips Mudah Mengatasinya

anak takut

 

9. Takut orang asing

Anak-anak masih takut dengan hal-hal yang di luar pengetahuan mereka, termasuk orang yang dikenal. Karenanya, wajar saja jika bertemu orang asing mereka merasa takut. Ketakutan ini sebenarnya bagus, agar anak tidak mudah pergi bersama orang asing yang tidak mereka kenal.

Akan tetapi, hal ini juga akan menyusahkan orangtua saat berusaha mengenalkan mereka dengan kerabat yang baru pertama bertemu. Oleh sebab itu, berilah anak waktu untuk benar-benar mengenal orang yang ditemuinya sebelum menuntut mereka untuk berinteraksi dengan orang tersebut.

10. Takut menginap tanpa orangtua

Seperti telah dijelaskan di atas, anak-anak masih takut jika berpisah dengan orangtuanya. Apalagi jika anak tak terbiasa menginap di luar rumah tanpa orangtua ikut bersamanya.

Untuk hal satu ini, Anda bisa menunggu sampai anak sendiri yang ingin menginap di rumah sahabat baiknya. Bila anak masih belum mau tidur tanpa orangtuanya, jangan memaksanya.

***

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: Parents, College Humor

Baca juga:

9 Cara membuat anak merasa nyaman dan dicintai oleh orangtuanya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner