Tidak semua suplemen vitamin aman untuk tubuh, bagaimana memilahnya?

Tidak semua suplemen vitamin aman untuk tubuh, bagaimana memilahnya?

Bagaimana memilah suplemen vitamin yang aman untuk tubuh dan mana yang tidak?

Kita semua tahu nasihat hidup sehat yang sangat umum: pola makan sehat, perbanyak sayuran, olahraga, dan minum suplemen multivitamin yang bagus.

Untuk yang terakhir itu, benarkah kita memerlukan suplemen vitamin? Anda mungkin perlu mengkaji ulang. Bukti ilmiah dari beberapa penelitian mengatakan tidak ada bukti kuat bahwa suplemen multivitamin bermanfaat. Bahkan, meminum terlalu banyak suplemen sampai overdosis dapat menyebabkan kanker.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah suplemen vitamin aman? Apa saja multivitamin yang bagus?

Jadi, apakah multivitamin yang bagus aman untuk kesehatan?

Tidak semua suplemen vitamin aman untuk tubuh, bagaimana memilahnya?

Sederhananya: kebanyakan, tidak.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa vitamin justru berbahaya alih-alih bermanfaat. Banyak yang berhubungan dengan meningkatkan risiko kesehatan, seperti menimbulkan kanker tertentu dan meningkatkan risiko batu ginjal.

Lebih buruk lagi, meskipun sudah banyak bukti bahwa suplemen tidak baik untuk Anda, menurut sebuah penelitian, kebiasaan orang-orang untuk mengonsumsi suplemen vitamin tidak berubah sama sekali.

Meskipun begitu, ada beberapa suplemen vitamin yang kita butuhkan. Berikut daftar multivitamin yang bagus untuk  Anda dan mana yang tidak diperlukan:

Suplemen vitamin yang tidak Anda perlukan

1. Multivitamin

Selama ini multivitamin dianggap penting untuk kesehatan pada umumnya. Vitamin C meningkatkan sistem kekebalan tubuh, vitamin A berguna untuk penglihatan, dan vitamin B membantu Anda tetap berenergi.

Namun sebenarnya Anda bisa mendapatkan dengan mudah, bahkan seharusnya, mendapatkan nutrisi ini dari makanan. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak multivitamin bisa menjadi berbahaya.

Penelitian dari tahun 2011 meriset 39.000 wanita usia lanjut selama lebih dari 25 tahun menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi multivitamin, dalam jangka panjang memiliki risiko lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengonsumsi sama sekali.

Yang sebaiknya Anda lakukan: Miliki pola makan sehat dan seimbang setiap hari, yang akan memberikan tubuh Anda nutrisi yang dibutuhkan, secara alami.

2. Antioksidan, seperti vitamin A, C, E, dan betakaroten

Antioksidan dikenal untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Namun, terlalu banyak antioksidan ternyata tidak baik, dan berhubungan dengan risiko lebih tinggi terhadap kanker tertentu. Sebuah penelitian menemukan seorang pria yang merokok dan secara rutin mengonsumsi vitamin A, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru dibanding pria perokok lainnya yang tidak mengonsumsi vitamin A.

Sebuah tinjauan yang dipublikasikan pada 2007 memeriksa beberapa macam suplemen antioksidan, dan hasilnya adalah “perawatan dengan betakaroten, vitamin A, dan vitamin E bisa meningkatkan tingkat kematian.”

Yang sebaiknya Anda lakukan: Beberapa buah-buahan, terutama kelompok berry, dan sayuran adalah sumber alami dari antioksidan. Banyak yang mengklaim makanan ini bisa melindungi dari kanker. Jadi lebih baik mengonsumsi mereka dibanding overdosis dari suplemen antioksidan.

3. Vitamin C

Tidak semua suplemen vitamin aman untuk tubuh, bagaimana memilahnya? Fresh juicy orange fruit set over green nature background - tropical orange fruit for background use

Media telah berperan besar dalam penggaungan manfaat vitamin C. Awalnya, hanya bermula sebagai saran dari seorang ahli kimia di tahun 70an. Sekarang, industri berlomba-lomba memproduksi suplemen, minuman, dan banyak lagi. Namun ternyata, kehebatan vitamin C umumnya hanya publisitas yang dibesar-besarkan.

Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa vitamin C tidak terlalu (bahkan tidak sama sekali) efektif dalam mencegah atau menyembuhkan demam atau flu. Bahkan, overdosis tablet vitamin C bisa meningkatkan risiko batu ginjal.

Yang sebaiknya Anda lakukan: Konsumsi buah-buahan yang kaya vitamin C, seperti strawberry, kiwi dan buah-buahan sitrus.

4. Vitamin B3

Awalnya vitamin B3 diresepkan kepada pasien dengan penyakit tertentu, dari Alzheimer sampai penyakit jantung. Namun, sekarang para ilmuwan meminta orang-orang untuk berhenti.

Dalam sebuah penelitian melibatkan lebih dari 25.000 pasien dengan penyakit jantung, para pasien diobati dengan dosis vitamin untuk meningkatkan kolesterol baik atau HDL. Namun pengobatan ini tidak berhasil untuk mengurangi serangan jantung, stroke, atau kematian.

Sebagai tambahan, pasien yang diobati dengan suplemen B3 memiliki risiko lebih tinggi untuk mendapatkan infeksi, masalah hati dan pendarahan dalam dibanding mereka yang mengambil placebo.

Yang sebaiknya Anda lakukan: Konsumsi makanan kaya vitamin B3, seperti salmon, tuna, atau bit.

5. Probiotik

Suplemen probiotik yang mengandung bakteri tak hanya mahal, namun bisa didapatkan secara alami dari yogurt dan makanan yang difermentasi. Sumber-sumber ini lebih ringan dan lebih bermanfaat. Namun suplemen probiotik telah berkembang menjadi industri besar dengan pasar milyaran dolar.

Suplemen ini digaung-gaungkan bisa membantu trilyunan bakteri berkembang di usus kita- suatu hal yang para ilmuwan tahu tidak baik untuk kesehatan manusia.

Namun, menguji coba apakah pil tersebut bekerja atau tidak tak semudah itu. Karena efeknya bisa berbeda-beda. Ada yang memang membantu tapi ada juga yang tidak bermanfaat sama sekali.

Yang sebaiknya Anda lakukan: Konsumsi yogurt alih-alih pil suplemen probiotik. Lebih murah dan bermanfaat, dan rasanya lebih enak!

6. Vitamin E

Vitamin E telah lama dipasarkan sebagai perlindungan terhadap kanker. Namun, sebuah penelitian pada tahun 2011 pada 36.000 pria menemukan bahwa pria yang mengonsumsi vitamin E memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker prostat dibanding mereka yang mengonsumsi placebo. Penelitian lain pada tahun 2005 bahkan menghubungkan overdosis vitamin E dengan naiknya risiko kematian secara umum.

Yang sebaiknya Anda lakukan: Konsumsi sayuran berwarna hijau gelap yang kaya akan vitamin E, seperti bayam (coba salad bayam segar) dan lupakan pil.

Multivitamin yang bagus yang sebaiknya Anda konsumsi

Tidak semua suplemen vitamin aman untuk tubuh, bagaimana memilahnya?

1. Asam folat

Asam folat adalah salah satu bentuk dari vitamin B yang tubuh butuhkan untuk  membuat sel-sel baru. Menurut National Institutes of Health, ibu hamil atau wanita yang sedang program hamil membutuhkan 400 mikrogram asam folat setiap harinya.

Kehamilan membutuhkan asam folat lebih banyak dari biasanya untuk janin yang sedang berkembang. Penelitian yang lain juga menghubungkan suplementasi asam folat sebelum dan semasa kehamilan memberi banyak manfaat. Salah satunya, memperkecil kemungkinan risiko kecacatan pada tabung saraf, kecacatan yang parah bahkan mematikan yang mempengaruhi otak, tulang belakang, dan saraf tulang belakang bayi.

2. Zat besi

Zat besi membantu untuk menyembuhkan demam lebih cepat karena ia mempengaruhi pertumbuhan virus yang menyebabkannya.

Dalam sebuah tinjauan pada tahun 2011, para peneliti memeriksa sekelompok orang yang mengonsumsi zat besi dan sekelompok lagi yang diberikan placebo. Ketika mereka sakit, pasien yang mengonsumsi zat besi mengalami demam lebih sebentar dengan gejala yang lebih ringan dibanding mereka yang tidak.

3. Vitamin D

Hal ini karena vitamin D jarang ditemukan pada makanan, padahal vitamin D adalah multivitamin yang bagus dan nutrisi penting untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang dengan cara membantu kita mengabsorpsi kalsium.

Vitamin D bisa didapatkan dari eksposur sinar matahari. Namun tidak semua orang mendapatkan paparan sinar matahari yang sehat secara cukup, terlebih paparan sinar matahari yang sehat hanya bisa didapatkan di jam-jam tertentu, dan kalau kebanyakan malah berisiko kanker kulit.

Sebagai tambahan, penelitian terbaru menemukan bahwa mengonsumsi vitamin D setiap hari meningkatkan kemungkinan hidup lebih lama dibanding mereka yang tidak mengonsumsi sama sekali.

Jadi, bagaimana Bunda, sudah paham kan tentang multivitamin yang bagus untuk dikonsumsi dan yang tidak baik untuk dikonsumsi?

Artikel ini disadur dari tulisan Kevin Wijaya Oey di theAsianparent Singapura.

Baca juga:

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner