TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

5 Fakta Menarik Mitoni, Tradisi Tujuh Bulanan Khas Jawa yang Nyaris Terlupakan

Bacaan 5 menit
5 Fakta Menarik Mitoni, Tradisi Tujuh Bulanan Khas Jawa yang Nyaris Terlupakan

Mitoni atau tujuh bulanan merupakan tradisi masa kehamilan usia 7 bulan yang berasal dari adat Jawa. Yuk, simak fakta menariknya di sini.

Bagi Bunda yang berasal dari Jawa, pasti istilah mitoni tidaklah asing di telinga. Ini merupakan salah satu prosesi atau ritual adat Jawa, ditujukan pada perempuan yang usia kehamilannya sudah mencapai tujuh bulan. Adat ini kerap dilakukan karena masyarakat Jawa sendiri sangat memerhatikan begitu sakralnya setiap usia kehamilan seorang perempuan.

Sayangnya, tradisi ini nyaris terlupakan dan tak pernah dilakukan lagi, terutama oleh generasi muda Jawa masa kini. 

Nah, agar bisa mengenal lebih jauh terkait tradisi yang satu ini, yuk simak fakta menariknya yang telah kami rangkum dari berbagai sumber sebagai berikut!

Artikel terkait: 7 Fakta Anak Rambut Gimbal Dieng, Titipan Dewa yang Diperlakukan Istimewa

Fakta Menarik dan Makna Mitoni, Tradisi Tujuh Bulanan Khas Jawa

1. Makna dan Tujuan Mitoni

5 Fakta Menarik Mitoni, Tradisi Tujuh Bulanan Khas Jawa yang Nyaris Terlupakan

Foto: Instagram @therealmomogeisha

Mitoni disebut juga dengan istilah Tingkeban atau Tujuh Bulanan. Tradisi ini ditujukan untuk perempuan yang usia kehamilannya berhasil mencapai tujuh bulan. 

Mengutip Borobudur News, Mitoni sendiri berasal dari kata ‘pitu’ yang artinya adalah angka tujuh atau pitulungan (pertolongan). Sehingga, tradisi ini sebenarnya dibuat untuk meminta pertolongan dan doa bagi keselamatan ibu dan janin yang dikandungnya.

Tak hanya itu, prosesi tujuh bulanan ini pun diharapkan bisa menjadi doa agar kelak bayi yang dilahirkan sehat dan memiliki pribadi baik serta berbakti pada orangtuanya. 

Ritual upacara tujuh bulanan ini biasanya terdiri dari beberapa tahapan. Biasanya, langkah ritual yang dilakukan di setiap daerah sedikit berbeda, tetapi tujuannya sama. Dalam setiap ritual upacara biasanya terdiri dari bagian siraman, brojolan, dan upacara dodol dawet.

2. Acara Pembuka Siraman

mitoni

Foto: Good News from Indonesia

Sebagai pembuka, upacara tujuh bulanan ini melakukan siraman pada ibu hamil. Tujuannya tak lain adalah sebagai proses menyucikan ibu dan janin yang dikandung. 

Upacara siraman ini dilakukan oleh 7 orang bapak dan ibu yang diteladani oleh calon orangtua bersangkutan. Air yang digunakan juga harus berasal dari 7 sumber mata air berbeda. Proses siraman menggunakan batok kelapa, dan ketujuh orang terpilih bisa menyiram sang ibu hamil dimulai dari saudara tertua keluarga. 

Biasanya upacara ini dilakukan di krobongan atau di halaman rumah. Setelah para tamu datang, ibu hamil akan datang dengan pakaian siraman khas, didampingi suami atau calon ayah untuk melaksanakan proses siraman. 

3. Prosesi Brojolan untuk Keselamatan Bayi

mitoni

Foto: Instagram @paula_verhoven

Setelah siraman, maka prosesi berikutnya adalah brojolan. Prosesi satu ini dilakukan oleh calon nenek dari janin dalam kandungan. Sederhananya, ini merupakan simulasi dari proses melahirkan nanti.

Dalam acaranya, sang ibu kini memakai kain jarik dan disertai dengan sepotong tali letrek. Ritualnya dilakukan dengan cara sang calon nenek memasukkan tropong atau telur ayam dari atas kain jarik hingga jatuh ke bagian bawah.

Dilanjutkan dengan dua buah kelapa gading yang dibrojolkan dari jarik. Setelah dimasukkan, nenek juga perlu menangkap kembali kelapa tersebut untuk kemudian diserahkan pada calon ayah sang bayi. 

Setelah diserahkan, maka calon ayah akan dipinta untuk memotong tali letrek dengan keris. Ini merupakan simbol sang suami memotong alang rintang atau memutus segala halangan agar sang bayi bisa lahir ke dunia dengan selamat. 

Artikel terkait: Museum Manusia Purba Sangiran, Salah Satu Situs Arkeologi Terbaik Dunia

4. Prosesi Mecah Kelapa dan Angreman

5 Fakta Menarik Mitoni, Tradisi Tujuh Bulanan Khas Jawa yang Nyaris Terlupakan

Foto: Grid.id

Setelahnya, sang ibu akan dituntun ke ruangan lain dan berganti baju dengan tujuh macam kain jarik. Di sana, calon ibu juga akan disuapi nasi tumpeng dan bubur merah putih oleh calon ayah. Ini merupakan simbol agar keduanya bisa selalu hadir untuk mengurus dan menghidupi calon keluarganya kelak. 

Di beberapa daerah juga ada yang melalui prosesi pembagian takir pontang. Ini merupakan tempat makan yang dibuat dari daun pohon pisang dan janur, dibentuk menyerupai kapal. Makanan ini dijadikan suguhan bagi para tamu yang menghadiri upacara.

5 Fakta Menarik Mitoni, Tradisi Tujuh Bulanan Khas Jawa yang Nyaris Terlupakan
Cerita mitra kami
8 Cara Ampuh Mengatasi Anak Sakit Gigi dan Cara Membuat Anak Rajin Sikat Gigi
8 Cara Ampuh Mengatasi Anak Sakit Gigi dan Cara Membuat Anak Rajin Sikat Gigi
Lambung dan Liver Sehat, Daya Tahan Tubuh Kuat dengan Sido Muncul Natural Sari Kunyit Plus
Lambung dan Liver Sehat, Daya Tahan Tubuh Kuat dengan Sido Muncul Natural Sari Kunyit Plus
Anak Mulai Nggak Mau Makan, Ini Kiat yang Perlu Parents Lakukan
Anak Mulai Nggak Mau Makan, Ini Kiat yang Perlu Parents Lakukan
Sejauh Apa Peran Nutrisi & Stimulasi Bagi Tumbuh Kembang Anak? Ini Penjelasan Dokter Ahli
Sejauh Apa Peran Nutrisi & Stimulasi Bagi Tumbuh Kembang Anak? Ini Penjelasan Dokter Ahli

Foto: Good News from Indonesia

Setelah itu, biasanya acara juga dilanjut dengan melakukan prosesi memecah kelapa gading dengan tujuan sebagai pengharapan terkait jenis kelamin anak nanti. 

Kelapa gading yang disediakan berjumlah dua. Di dalam dua kelapa gading tersebut sudah tergambar tokoh wayang Kamajaya dan Kamaratih. Namun, sang calon ayah harus memilih salah satunya saja untuk dipecahkan. Jika yang dipecahkan adalah kelapa gading Kamajaya, maka anaknya pun diharapkan memiliki jenis kelamin laki-laki, begitu pula sebaliknya.

5. Prosesi Mitoni Ditutup dengan Jualan Dawet dan Rujak

mitoni

Foto: Good News from Indonesia

Setelah itu, acara pun akan ditutup atau diakhiri dengan jualan dawet dan rujak. Tentunya, prosesi ini pun memiliki makna tersendiri. Dalam adat Jawa, berjualan ini diartikan sebagai simbol kemakmuran dan usaha orangtua untuk memenuhi kebutuhan anak. Sehingga, ke depannya sang calon akan diharapkan bisa mendapatkan rejeki yang berkah setelah dilahirkan dan dibesarkan. 

Acara mitoni atau tujuh bulanan ini juga biasanya harus selesai sebelum matahari terbenam. Hal ini dilakukan agar si anak bisa mendapat keselamatan, rejeki, dan pertolongan tersebut secara maksimal. 

Artikel terkait: Mengulik Ular Naga dalam Mitologi Jawa, Wujud Perlindungan dan Penjagaan

Nah, itulah fakta dan makna menarik dari tradisi tujuh bulanan khas Jawa atau mitoni. Jadi, adakah di antara Parents yang sudah pernah melakukan tradisi ini?

***

Baca juga:

Mengenal Gambang Kromong, Seni Orkes Betawi yang Dipengaruhi Budaya Tionghoa

5 Kerajaan Budha Terkenal dan Berpengaruh di Nusantara, Pernah Berjaya!

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Warisan Budaya
  • /
  • 5 Fakta Menarik Mitoni, Tradisi Tujuh Bulanan Khas Jawa yang Nyaris Terlupakan
Bagikan:
  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

  • 20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

    20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

  • 26 Contoh Cerita Rakyat Singkat dari Berbagai Daerah Indonesia

    26 Contoh Cerita Rakyat Singkat dari Berbagai Daerah Indonesia

  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

  • 20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

    20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

  • 26 Contoh Cerita Rakyat Singkat dari Berbagai Daerah Indonesia

    26 Contoh Cerita Rakyat Singkat dari Berbagai Daerah Indonesia

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti