TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Meriam Bambu, Mainan Tradisional yang Terinspirasi dari Tentara Portugis

Bacaan 4 menit
Meriam Bambu, Mainan Tradisional yang Terinspirasi dari Tentara Portugis

Mainan tradisional meriam bambu telah menjadi bagian dalam tradisi bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri.

Parents pasti sering melihat anak-anak bermain mercon atau meriam bambu saat bulan Ramadan tiba. Bunyinya menggelegar dan tak jarang bikin kaget yang mendengarnya.

Nah, tahukah Parents kalau permainan tradisional ini punya sejarah panjang sebelum digunakan sebagai mainan anak-anak? Meriam bambu ternyata terinspirasi dari senjata yang dulu dipakai oleh para penjajah.

Informasi selengkapnya mari baca tulisan kami berikut ini. 

Artikel terkait: Dikenal Penuh Mistis, Ini Sejarah dan Makna Tari Kuda Lumping

Asal-usul Meriam Bambu, Mainan Tradisional yang Terinspirasi dari Senjata Penjajah

meriam bambu

Meriam bambu atau yang lebih dikenal dengan sebutan mercon bumbung adalah mainan tradisional yang telah menjadi bagian dalam tradisi hari raya Idulfitri. Mainan ini, seperti namanya, terbuat dari bambu dan biasanya dimainkan oleh anak laki-laki di bulan Ramadan. 

Permainan ini ditemukan di beberapa daerah di Indonesia dan memiliki nama yang beraneka ragam. Sebagai contoh, di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, mainan ini lebih dikenal dengan sebutan mercon bumbung atau long bumbung. Sementara, di Banten dan sekitarnya, sebutan untuk mainan ini adalah bebeledugan.

Di Bangka Belitung, meriam bambu juga dikenal dengan nama bedil bambu. Berbeda lagi dengan di Aceh, di mana mercon bambu di sana dikenal dengan sebutan te’t beude trieng. Kalau Anda orang Gorontalo atau tinggal di kawasan timur Indonesia, bunggo adalah sebutan yang lebih familier untuk menyebut mainan ini. 

Mainan ini ternyata terinspirasi dari senjata yang dahulu dipakai oleh bangsa Portugis ketika menjajah nusantara pada abad ke-16. Saat itu, pasukan tentara dari Portugis memiliki alat perang berupa meriam yang mampu menembakkan peluru hingga jarak yang cukup jauh. 

Berbekal informasi ini, penduduk lokal kemudian menciptakan alat serupa meriam yang terbuat dari bambu. Cara kerjanya pun hampir sama dengan meriam sungguhan.

Untuk menyalakannya, lubang di bagian pangkal bambu harus disulut dengan api. Terkadang, saking keras suara yang ditimbulkan dari ledakan, bambu pun sampai terbelah jadi dua. 

Artikel terkait: 9 Referensi Permainan Tradisional Khas Sunda untuk Anak, Seru dan Menghibur!

Bahan yang Diperlukan dan Cara Membuat Meriam Bambu

meriam bambu

Untuk membuat mainan ini diperlukan batang bambu yang cukup kuat agar tak mudah terbelah ketika disulut api. Perhatikan usia batang bambu, diameter, dan ukuran panjangnya.

Semakin bagus kualitas bambu yang digunakan, maka semakin nyaring suara yang dihasilkan. Carilah bambu yang sudah cukup tua dengan diameter yang cukup besar untuk memperoleh hasil terbaik.

Selain bambu, Anda juga akan memerlukan perlengkapanm lainnya, yakni parang untuk menebang dan membersihkan bambu, karet ban untuk mengikat bambu agar tidak mudah pecah, linggis untuk membuat lubang di batang bambu, kain dan kayu kecil untuk menyulut api nantinya, serta minyak tanah atau karbit yang telah ditambahkan air dan garam sebagai bahan bakar.

Jika bahan-bahan yang diperlukan sudah siap, maka sekarang waktunya untuk merakit. Pastikan ada lahan terbuka yang cukup luas yang bisa dipakai untuk merakit meriam bambu.

Artikel terkait: Sekura, Tradisi Idul Fitri Asal Lampung yang Pererat Persaudaraan

Cara Merakit Mercon Bambu

Meriam Bambu, Mainan Tradisional yang Terinspirasi dari Tentara Portugis

Dikutip dari laman Wikipedia, berikut cara merakit meriam bambu:

  1. Pertama, sediakan batang bambu dan potong dengan ukuran panjang 1,5 hingga 2 meter atau 3-4 ruas. Untuk diameter bambu ukurannya sekitar 4 inci.
  2. Selanjutnya, lubangi permukaan batang bambu dengan jarak sekitar 10 cm dari pangkal batang bambu. Untuk ukuran diameter lubangnya sekitar sebesar ibu jari. Nantinya, lubang ini akan dipakai untuk menyulut meriam bambu.
  3. Berikutnya, ikat dengan kuat sambungan ruas bambu menggunakan tali atau karet ban. Fungsinya adalah untuk memperkuat bambu dari tekanan yang dihasilkan ketika nanti disulut api.
  4. Terakhir, lubangi sambungan ruas di antara pangkal dengan ujung meriam menggunakan linggis. Anda harus memastikan bambu dilubangi dengan sempurna dan hampir rata dengan diameter bambu. Tujuannya adalah agar tekanan yang dihasilkan tidak tersumbat sehingga menyebabkan bambu mudah pecah ketika disulut.

Nah, Parents, itulah serba-serbi seputar meriam bambu yang perlu Anda ketahui. Terjawab sudah, ya, mengapa mainan ini sangat mirip dengan meriam asli. Kini, mainan tradisional ini telah menjadi bagian dari tradisi yang harus terus kita jaga agar tidak punah dimakan waktu. Boleh main meriam bambu, tetapi tetap utamakan keselamatan, ya!

Baca juga:

Bisa Melatih Motorik Anak, 7 Fakta Menarik Permainan Tradisional Egrang

10 Toko Mainan di Yogyakarta Termurah dan Lengkap

Mengenal Senjata Tradisional di 38 Provinsi Tanah Air, Bukti Indonesia Kaya

Cerita mitra kami
Ingin Si Kecil Tetap Sehat dan Ceria di Musim Hujan, Jangan Lupakan 5 Hal Ini!
Ingin Si Kecil Tetap Sehat dan Ceria di Musim Hujan, Jangan Lupakan 5 Hal Ini!
Ini 3 Keuntungan Belanja Susu Anak Secara Online, Bunda Wajib Tahu!
Ini 3 Keuntungan Belanja Susu Anak Secara Online, Bunda Wajib Tahu!
Sempat sulit hamil, ibu 5 anak sumbangkan rahimnya untuk perempuan mandul
Sempat sulit hamil, ibu 5 anak sumbangkan rahimnya untuk perempuan mandul
Ini dia 5 produk untuk ibu hamil yang laris diburu para Bunda
Ini dia 5 produk untuk ibu hamil yang laris diburu para Bunda

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruhaeni Intan

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Warisan Budaya
  • /
  • Meriam Bambu, Mainan Tradisional yang Terinspirasi dari Tentara Portugis
Bagikan:
  • Mengenal Baju Cele, Pakaian Adat Tradisional Maluku yang Dipengaruhi Eropa

    Mengenal Baju Cele, Pakaian Adat Tradisional Maluku yang Dipengaruhi Eropa

  • 6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

    6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

  • Mengenal Baju Cele, Pakaian Adat Tradisional Maluku yang Dipengaruhi Eropa

    Mengenal Baju Cele, Pakaian Adat Tradisional Maluku yang Dipengaruhi Eropa

  • 6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

    6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti