TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Gampang emosi dan marah pada anak? Ini langkah untuk mengatasinya

Bacaan 5 menit
Gampang emosi dan marah pada anak? Ini langkah untuk mengatasinya

Agar emosi kita tidak berujung pada perilaku yang dapat menyakiti perasaan anak, simak langkah mengelola emosi diri ala Keluarga Kita berikut ini, yuk!

Mengasuh anak memang bukanlah perkara mudah. Ada kalanya Parents merasa kesal, lelah, hingga marah. Perasaan tersebut terbilang wajar, kok. Meski demikian, Parents tetap perlu tahu cara mengelola emosi dengan baik. Jika tidak, tentu saja bisa menimbulkan dampak negatif pada si kecil.

Mengelola emosi diri

Artikel terkait: 11 Cara menghilangkan emosi negatif, sudahkah Parents terapkan?

Langkah mengelola emosi diri agar tidak berdampak buruk terhadap anak

Secara umum, emosi merupakan respon seseorang terhadap suatu kejadian yang ada di sekitarnya. Situasi yang terjadi sebenarnya terbilang netral, tetapi kemudian setiap orang bisa memberikan respon yang berbeda-beda. Respon ini yang akhirnya dinamakan emosi.

Mulai dari bahagia, senang, kecewa, haru, sedih, hingga marah.  Adalah wajar jika merasakan emosi seperti ini. Bahkan, para pakar psikolog mengingatkan bahwa mengenalkan dan mengelola emosi penting diajarkan pada si sejak dini.

Dalam penerapannya tentu saja tidak mudah. Apalagi, kita sendiri sebagai orangtua masih sulit untu bisa menjadi role model yang baik bagi anak.

Sadar akan hal ini, theAsianparent pun memilih tema bagaimana cara mengelola emosi dalam acara Meetup Komunitas theAsianparent bersama Keluarga Kita yang dilangsungkan Sabtu lalu (1/2).

Yulia Indriati, wakil sekaligus director dari komunitas Keluarga Kita memaparkan bahwa emosi merupakan sesuatu yang valid, alias sesuatu yang wajar terjadi pada diri manusia. Namun, cara kita meluapkan emosi tersebutlah yang perlu diperhatikan.

“Emosi itu sesuatu yang valid, dan wajar untuk dirasakan. Jadi, susah sebenarnya kalau kita lagi marah, tapi ada teman yang bilang bahwa kita jangan marah. Emosi termasuk marah adalah hal yang wajar. Tetapi kemudian apakah perilaku kita saat marah tersebut wajar atau tidak,ini yang perlu diperhatikan,” ungkap Yulia.

Mengelola emosi diri

Yulia Indrianti, Director Keluarga Kita sedang sharing mengenai emosi bersama komunitas theAsianparent Indonesia.

Artikel terkait: Parents, ini caranya mengendalikan emosi anak sesuai tahapan usia

Karena emosi wajar terjadi, maka bukanlah sesuatu yang mustahil apabila emosi pun akan timbul saat Parents mengasuh atau menemani anak bermain. Nah, pada saat inilah, diperlukan pemahaman atau cara mengelola emosi dengan baik.

Pasalnya, seperti yang juga dijelaskan oleh Yulia, emosi orangtua yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak negatif pada anak seperti:

  • Komunikasi antara orangtua dan anak menjadi tidak harmonis
  • Anak cenderung mengamati dan mengulangi emosi atau perilaku yang dicontohkan orangtua dalam kehidupan sehari-hari.
  • Perilaku buruk yang dilihat oleh anak di rumah pada akhirnya akan ia contoh, dan akan diteruskan dalam kehidupan sosialnya seperti di sekolah. Jika dibiarkan, maka ini akan menjadi lingkaran negatif yang akan memengaruhi perilakunya kelak.

Gampang emosi dan marah pada anak? Ini langkah untuk mengatasinya

Bagaimana pengelolaan emosi diri yang baik?

Langkah awal yang perlu dilakukan saat akan mengelola emosi diri tentu saja dimulai dengan memahami dan tahu apa yang sebenarnya kita rasakan. Karena mustahil untuk seseorang bisa mengelola emosi apabila dirinya sendiri bahkan tidak tahu apa yang tengah dirasakan.

Yulia juga menjelaskan bahwa, orangtua cenderung belum bisa memahami apa yang ia rasakan. Menurut observasi Yulia, masih banyak orangtua yang tidak terbiasa ditanya dan memikirkan apa yang dirasakan.

“Didikan dari kecil seperti ini yang  kurang diajarkan, kemampuan untuk mengenali apa yang kita rasakan. Dulu, kita seringnya  dengar orangtua yang bilang, ‘kamu nggak boleh nangis’, ‘kamu nggak boleh cengeng’, dan sebagainya. Itulah yang membuat pemahaman atas diri kita sendiri jadi kurang, dan akhirnya timbul konflik atau ketidakmampuan kita dalam mengelola emosi itu sendiri,” ungkapnya.

Oleh karena itu, untuk bisa mengendalikan emosi dengan baik, Parents sebaiknya yakin bahwa apa yang dirasakan adalah hal yang wajar. Apabila ada perasaan marah, sedih, atau pun kecewa menghampiri, Parents tidak usah mengusir perasaan ini.

Gampang emosi dan marah pada anak? Ini langkah untuk mengatasinya

Sesi tanya jawab dalam acara Meetup Komunitas theAsianparent Indonesia yang berkolaborasi dengan Keluarga Kita

Langkah menyikapi emosi

Alih-alih mengelak perasaan yang datang, tidak ada salahnya kita coba menerimanya. Setelah itu, pikirkan bagaimana menyikapi emosi tersebut.

Apa yang sekiranya harus dilakukan agar perilaku kita saat merasakan emosi tidak berbalik menyakiti orang lain termasuk anak. Ada 3 kunci yang perlu diperhatikan lebih dulu, dimulai dengan mengetahui perasaan emosi yang sedang dirasakan, tahu akan sikap apa yang dipikirkan, terakhir memutuskan apa yang sebenarnya perlu dilakukan.

Agar lebih jelas, Parents bisa melihat contoh kasus yang diberikan oleh Yulia berikut ini:

Mengelola emosi

Orangtua, terutama seorang ibu, merupakan seorang decision maker yang dituntun untuk membuat keputusan denga cepat. Dan yang menjadi tantangan dalam hal ini adalah, ketiga langkah mengelola emosi tersebut juga harus dilakukan dalam waktu yang singkat.

Oleh karena itu, agar ketiga langkah itu bisa dilakukan secara efektif, Yulia juga menyebutkan ada syarat tertentu yang diperlukan oleh orangtua. Bahwa orangtua perlu memenuhi kebutuhan dirinya terlebih dahulu agar bisa mengendalikan emosi dengan baik.

“Ini akan lebih efektif apabila kebutuhan diri terpenuhi. Artinya, kebutuhan nutrisinya tercukupi, juga istirahatnya juga cukup. Badan yang fit itu tidak bisa dipungkiri bisa membuat pikiran lebih jernih. Nah, bagaimana kita bisa mengatur diri dengan baik itu juga sangat penting dalam membantu mengelola emosi,” ujar Yulia.

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Gampang emosi dan marah pada anak? Ini langkah untuk mengatasinya

Sesi foto bersama dalam Meetup Komunitas theAsianparent Indonesia bersama Keluarga Kita

 

Anak juga perlu tahu apa yang ia rasakan

Bukan hanya untuk mengelola emosi, pemahaman mengenai berbagai macam perasaan yang dirasakan oleh diri sendiri juga sangatlah penting untuk diajarkan pada anak.

Dengan begitu, latih agar anak bisa mengetahui beragam bentuk emosi  yang bisa ia rasakan. Dari sini, ia pun mudah mengungkapkan perasaannya pada Anda atau pun orang di sekitarnya.

“Kalau ngobrol sama anak, jangan tanya soal nilainya bagaimana. Tapi, coba deh, tanya bagaimana perasaan saat itu, bahagia atau tidak, sedih atau marah,” ungkap Yulia lagi.

Artikel terkait: Penelitian: Bayi 6 bulan sudah bisa membaca emosi orangtuanya

Gampang emosi dan marah pada anak? Ini langkah untuk mengatasinya

Anak yang paham berbagai emosi dan perasaan juga jadi bisa lebih mudah menceritakan pengalaman yang terjadi pada dirinya. Jadi, apabila ia diperlakukan dengan tidak baik oleh orang lain, dia jadi bisa mengungkapkan perasaannya dan apa yang telah dia alami secara efektif kepada Parents.

Berbeda halnya jika si kecil tidak terbiasa untuk menunjukkan emosi. Dia pun cenderung akan diam, serta merasa bingung bagaimana harus menyikapi emosi yang hadir dalam dirinya.

“Kita perlu belajar memahami apa yang kita rasakan, termasuk anak juga. Maka, biarkan juga anak mengekspresikan apa yang ia rasakan,” tutup Yulia.

***

Baca juga:

Jenis Temperamen Anak dan Cara Menghadapinya, Tidak Selalu Tentang Emosi

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Gampang emosi dan marah pada anak? Ini langkah untuk mengatasinya
Bagikan:
  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti