TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Resign dan Biarkan Suami Kerja Sendiri, Ini Pengalamanku Kompromi soal Keuangan

Bacaan 4 menit
Resign dan Biarkan Suami Kerja Sendiri, Ini Pengalamanku Kompromi soal Keuangan

Keluar dari tempat kerja dan membiarkan suami kerja sebagai tulang punggung keluarga, kami harus cermat mengatur keuangan setelah resign. Ini kisahku.

Memutuskan untuk resign dari perusahaan yang memberikan saya benefit besar bukan perkara mudah. Namun saya sadari, mengkompromikan kondisi keuangan pascaresign jauh lebih sulit. Benar seperti yang saya takutkan, mengatur keuangan setelah resign itu tak semudah yang dibayangkan.

Sedikit latar belakang untuk cerita saya ini, saya pernah ceritakan pada tulisan saya sebelumnya, keputusan resign dibuat dengan penuh pertimbangan. Ketika itu, saya mengalami depresi dan membuat saya harus undur diri dari dunia kerja agar bisa memulihkan diri. Keputusan saya resign juga atas desakan suami yang mengkhawatirkan kondisi saya.

Selepas resign, dengan gaya hidup yang terlanjur meningkat, harus kehilangan sumber pemasukan yang cukup lumayan menjadai salah satu beban tersendiri. Apalagi kini semua pengeluaran harus bertumpu hanya pada satu sumber saja.

Terlebih saat ini saya tidak mendapatkan tunjangan kesehatan maupun dana pensiun. Alhasil menjadi banyak PR soal keuangan yang memang harus dihadapi setelah saya memutuskan untuk melepaskan pekerjaan yang terlanjur mapan tersebut.

Hal pertama yang saya takutkan adalah keretakan hubungan karena masalah keuangan. Walaupun saya menyadari, baik saya dan suami bukanlah tipe orang yang gemar berbelanja tanpa alasan, namun kami tidak tahu bagaimana kondisi keuangan kami ke depan.

Artikel terkait: 10 Cara Cerdas untuk Para Ibu Atur Keuangan Keluarga, Dipraktikan Yuk!

Bagaimana Mengatur Uang hanya dengan Satu Sumber Pemasukan?

mengatur keuangan setelah resign

Pengeluaran terbesar kami sampai saat ini adalah untuk membayar sewa tempat tinggal dan keperluan bulanan. Selebihnya kami jarang sekali membeli hal lain, kecuali ada momen khusus.

Beruntung, kami bukan orang yang terbiasa berutang. Kami bahkan hampir tidak memiliki tanggungan utang baik di bank maupun pinjol. Segala hal yang kami inginkan biasa kami dapatkan dengan menabung, atau ketika kami mendapatkan rezeki berlebih.

Mungkin hal tersebut juga menjadi faktor utama yang membuat beberapa tahun belakangan segala hal berjalan baik. Namun di balik itu juga ada beberapa kebiasan yang tidak banyak berubah dari manajemen keuangan keluarga kecil kami. 

Artikel terkait: 7 Tips Mengatur Keuangan Keluarga di Tengah Resesi, Jangan Panik!

Saya terbiasa me-manage keuangan, sementara suami biasanya hanya tahu jumlahnya saja. Namun sejak pacaran hinga menikah, kebiasaan untuk patungan tetap kami pertahankan, bahkan setelah saya resign.

Dengan pemasukan saya yang terbatas, sebagai istri saya selalu berusaha menunjukan peran dalam keuangan rumah tangga meskipun kecil. Dengan begitu suami tidak terlalu merasa terbebani.

Kemudian, saya terbiasa transparan. Jika saya berbelanja, saya biasakan suami tahu apa dan berapa yang saya belanjakan. Meskipun sebenarnya ia tidak terlalu peduli, namun yang saya inginkan adalah rasa percaya.

Lalu untuk bersenang-senang, saya bersyukur suami tidak melarang saya untuk membeli barang yang saya sukai. Namun dengan prinsip mengukur kemampuan, saya juga selalu berkonsultasi sebelum membeli sesuatu bahkan barang-barang kecil sekalipun.

Sukses Mengatur Keuangan setelah Resign Kuncinya Keterbukaan dan Komunikasi

mengatur keuangan setelah resign

Satu hal menarik yang baru kami mulai adalah kebiasaan untuk boros dalam hal investasi. Menyadari kami bertambah usia dan kebutuhan juga semakin banyak, kami merasa perlu memiliki pegangan selain tabungan.

Dengan kesepakatan bersama, kami membeli emas baik batangan maupun perhiasan dengan sisa-sia uang bulanan yang kami kumpulkan bersama. Tentu saya yang paling bersemangat soal ini.

Terakhir, saya tidak mencampuri uang lain selain jatah bulanan yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan kami. Saya biarkan suami menikmati tabungannya, atau sekadar memberi lebih untuk orang tuanya.

Artikel terkait: Parents Baru Punya Anak? Begini 5 Cara Mengatur Keuangan yang Tepat

Begitu pula sebaliknya, jika saya ada rezeki berlebih maka suami tidak pernah melarang saya untuk memanjakan diri atau memberikan sesuatu untuk orang tua. Tentunya dengan beberapa catatan mengingat saya tidak lagi berlebih seperti dulu.

Namun dengan semua komunikasi, keterbukaan, dan juga batasan-batasan sekalipun kami belum pernah meributkan hal-hal yang berhubungan dengan uang. Meski tidak berlebih, namun saya merasa saya hidup wajar dan berkecukupan.

Saya yang mendengar kawan selalu berdebat keuangan dengan suami dalam kondisi berlebih jadi merasa bahwa kami terberkati dengan cara kami menghadapi masalah keuangan, dan mengatur keuangan setelah resign, terutama di masa-masa sulit ketika pandemi ini.

Ditulis oleh Puspa Sari, UGC Contributor theAsianparent.com.

Artikel UGC Contributor lainnya:

Bangkit dari Depresi, Aku Bersyukur Suami Memaksa untuk Resign!

Gejala-Gejala Anak Mulai Kecanduan Gadget dan Tindakan yang Harus Diambil Orang Tua

Aku Menutupi Program Kehamilan yang Kujalani dari Orang Tua, Salahkah?

Cerita mitra kami
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
8 Trik Cerdas Mengatur Keuangan Keluarga Agar Keuangan Aman
8 Trik Cerdas Mengatur Keuangan Keluarga Agar Keuangan Aman
Inilah 7 Metode Budgeting untuk Perencanaan Keuangan Anda
Inilah 7 Metode Budgeting untuk Perencanaan Keuangan Anda
Bantu si Kecil Wujudkan Mimpi, Ini 5 Cara Mudah Mengajarkan Anak Menabung di Tabungan BRI Junio
Bantu si Kecil Wujudkan Mimpi, Ini 5 Cara Mudah Mengajarkan Anak Menabung di Tabungan BRI Junio

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
img
Penulis

Puspa Sari

Jadilah Kontributor Kami

  • Halaman Depan
  • /
  • Keuangan
  • /
  • Resign dan Biarkan Suami Kerja Sendiri, Ini Pengalamanku Kompromi soal Keuangan
Bagikan:
  • Fakta Harga Emas Antam Terbaru Januari 2026, Cek Parents!

    Fakta Harga Emas Antam Terbaru Januari 2026, Cek Parents!

  • 100 Dolar Berapa Rupiah? Ini Cara Menghitungnya yang Tepat!

    100 Dolar Berapa Rupiah? Ini Cara Menghitungnya yang Tepat!

  • Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
    Cerita mitra kami

    Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis

  • Fakta Harga Emas Antam Terbaru Januari 2026, Cek Parents!

    Fakta Harga Emas Antam Terbaru Januari 2026, Cek Parents!

  • 100 Dolar Berapa Rupiah? Ini Cara Menghitungnya yang Tepat!

    100 Dolar Berapa Rupiah? Ini Cara Menghitungnya yang Tepat!

  • Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
    Cerita mitra kami

    Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti