TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan Produk
  • Kehamilan
  • Anak
  • Event
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • EventEvent
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Melompat saat hamil, apa yang akan terjadi pada janin?

Bacaan 3 menit
Melompat saat hamil, apa yang akan terjadi pada janin?

Mengetahui manfaat dan risiko melompat saat hamil, bisa membantu ibu memutuskan apakah kegiatan ini baik dilakukan.

Melompat saat hamil seringkali menjadi hal yang dilarang, atau malah takut dilakukan oleh ibu hamil. Hal ini karena takut membahayakan bayi yang sedang dikandung. Bahkan ada mitos, jika melompat saat hamil muda bisa menyebabkan keguguran.

Melompat saat hamil sebagai sebuah olahraga mungkin bukan pilihan terbaik, meski kegiatan ini juga memiliki manfaat tersendiri.

Manfaat melompat saat hamil

Olahraga membuat tubuh ibu lebih bugar dan kuat. Melompat saat hamil mungkin tidak disarankan sebagai jenis olahraga yang seharusnya dilakukan. Tetapi, jika dilakukan dengan benar dan tidak berlebihan, bisa membantu menguatkan stamina ibu. Sebab ibu butuh kekuatan saat menjalani persalinan nanti.

Kantung amnio yang mengelilingi janin, bisa melindunginya dari benturan, getaran atau lompatan ringan. Itulah alasan ibu hamil bisa melakukan olahraga 20-30 menit setiap hari, tanpa risiko komplikasi.

Artikel terkait: 8 Olahraga ibu hamil yang aman untuk bantu persalinan normal

olahraga melompat saat hamil

Olahraga melompat saat hamil memang tidak disarankan untuk dilakukan secara rutin. Bunda bisa melakukannya sesekali untuk membantu menguatkan stamina.

 Risiko melompat saat hamil

Saat melakukan lompatan dengan tujuan olahraga ketika hamil, Bunda juga mengambil risiko. Risikonya adalah kelahiran prematur. Kekuatan lompatan memengaruhi hal ini.
Ketika setelah melompat, rahim Bunda akan memukul serviks setiap kali menjejak tanah. Pukulan serviks yang terlalu kuat bisa memicu kontraksi. Menjejak tanah setelah melompat dengan kaki melebar, bisa meningkatkan intensitas pukulan rahim ke serviks.Lompatan ringan masih aman, tapi lompatan dalam intensitas tinggi tidak disarankan, karena bisa melonggarkan ligamen dan ruas sambung. Tubuh ibu hamil mengeluarkan hormon relaxin yang melonggarkan otot pelvis, sebagai persiapan menghadapi persalinan.Lompatan yang tinggi dan cepat, bisa menimbulkan risiko serius seperti persalinan dini, keguguran, dan perdarahan vagina.

Yang harus dipertimbangkan

Melompat saat hamil memang tidak akan melukai bayi di dalam kandungan. Tetapi bayi yang lahir prematur bisa mengalami berbagai efek negatif. Meski risiko melompat saat hamil hanya kelahiran prematur, tapi sebaiknya tetap dihindari. Komplikasi yang bisa terjadi pada bayi prematur juga harus dipertimbangkan.

Melompat sedikit saat sedang menari atau berjoged, mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi jika melompat tinggi yang membuat Bunda harus menapak dengan kaki mengangkang, sebaiknya dihindari. Pilihlah olahraga yang aman dilakukan selama hamil seperti berjalan kaki, atau yoga.

Artikel terkait: Ingin tetap bugar saat hamil? Ini olahraga yang aman dilakukan

melompat saat hamil

Dengarkan insting ibu

Olahraga apapun yang ingin Bunda lakukan selama hamil, diskusikanlah dengan dokter mengenai keamanannya. Setiap ibu memiliki kekuatan fisik yang berbeda, sehingga membutuhkan jenis olahraga berbeda pula.

Jika Anda terbiasa berolahraga berat sebelum hamil, dokter akan menyarankan tipe lompatan seperti apa yang aman untuk dilakukan selama hamil. Jangan lupa untuk minum banyak air putih agar tetap terhidrasi.

Jika Bunda merasakan kontraksi atau pendarahan ketika melakukan lompatan ringan, hubungi dokter. Pada dasarnya, melompat saat hamil aman jika dilakukan dengan tidak berlebihan dan memperhatikan kesehatan ibu dan bayi.

Selama kehamilan Anda bukanlah kehamilan berisiko, dan dokter juga sudah bilang oke, olahraga apapun bisa dilakukan. Tapi jangan berlebihan karena bisa memicu dehidrasi dan membuat aliran darah yang seharusnya menuju ke plasenta malah ke otot.

Mengetahui manfaat dan risiko melakukan lompatan saat hamil, bisa membantu Bunda memutuskan apakah kegiatan tersebut baik atau tidak.

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: Smart Parenting, Livestrong

Baca juga:

Ingin Tetap Bugar Saat Hamil? Ini Olahraga yang Aman untuk Dilakukan

Cerita mitra kami
Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
Bahaya Plasenta Akreta, Cek Cara Mengatasinya di Sini!
Bahaya Plasenta Akreta, Cek Cara Mengatasinya di Sini!
Keputihan Banyak Saat Hamil 5 Minggu 5 Hari: Normal atau Berbahaya?
Keputihan Banyak Saat Hamil 5 Minggu 5 Hari: Normal atau Berbahaya?
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Melompat saat hamil, apa yang akan terjadi pada janin?
Bagikan:
  • Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

    Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

  • Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

    Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

  • Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
    Cerita mitra kami

    Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun

  • Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

    Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

  • Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

    Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

  • Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
    Cerita mitra kami

    Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam
India flag
India

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceLittle ReiTAP Awards

Layanan Pengaduan Konsumen

PT Tickled Audience Platform (theAsianparent Indonesia)

Kontak Kami Butuh bantuan? Klik.

Email kami: [email protected]

Hubungi kami: +62 21 50986309

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

WhatsApp: +62 853 1111 1010

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Info Iklan
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti