4 Metode melatih anak tidur sendiri, Parents wajib coba!

4 Metode melatih anak tidur sendiri, Parents wajib coba!

4 metode melatih anak tidur sendiri ini bisa Parents lakukan di rumah.

Saat usia anak bertambah besar, akan tiba masanya ia harus belajar untuk tidur sendiri, terpisah dari kedua orangtua. Untuk itu, Bunda pun perlu mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk melatih anak tidur sendiri.

Melatih anak tidur sendiri tentu saja bukan pekerjaan yang mudah. Terlebih, jika selama ini si kecil sudah terbiasa tidur bersama.

Namun, melatih anak tidur sendiri sebenarnya bisa dilakukan sejak dini. Sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan menyebutkan, sejak anak usia enam bulan sudah bisa dilatih untuk tidur sendiri.

Artikel terkait : Kapan Sebaiknya Anak Mulai Tidur di Kamarnya Sendiri?

Tujuan dari anak tidur sendiri ternyata bukan hanya untuk melatih kemandirian, tapi juga meningkatkan kualitas tidur anak. Selain itu, manfaat lainnya untuk mencegah peningkatan kadar kortisol yang membahayakan bayi.

Dilansir dari situs Today’s Parent, Jennifer Garden seorang ahli terapi okupasi dan pengelola Sleepdreams di Vancouver mengatakan, saat usia enam bulan, beberapa bayi mengalami regresi tidur. Hal ini dikarenakan siklus tidur yang berubah dan ada periode tidur yang lebih ringan per siklus.

“Maka dari itu, inilah saat yang tepat untuk melatih anak tidur sendiri. Sebagian besar bayi juga siap untuk belajar keterampilan tertidur sendiri,” jelasnya.

Namun, jika Parents belum bisa melatih anak tidur sendiri di usia 6 bulan, tidak mengapa. Parents pun tak perlu khawatir.

Dokter anak Michael Dickinson, sekaligus Presiden dari the Canadian Paediatric Society, mengungkapkan pelatihan anak tidur sendiri yang baik dapat dilakukan hingga usia anak 9 bulan.

“Mereka berada pada usia yang tepat untuk memahami rutinitas dan tidak perlu makan pada malam hari. Tidak ada kata terlambat untuk mengembangkan kebiasaan tidur yang baik,” kata Dickinson.

Cara memulai melatih anak tidur sendiri

melatih anak tidur sendiri

Saat Parents berniat untuk melatih anak tidur sendiri, pastikan untuk menetapkan jadwal yang teratur dalam menempatkan mereka di tempat tidur. Waktunya tentu saja harus konsisten dijalankan setiap malam. Misalnya Parents melakukannya sekitar pukul 7 hingga 8 malam.

Hal itu adalah ide yang baik untuk mencoba membiasakan anak tidur sendiri, karena jam tersebut merupakan waktu di mana anak mulai merasa ngantuk. Jangan lupa untuk pastikan jika anak sudah memiliki jam bangun yang sesuai, sebelum akhirnya mereka tidur di malam hari.

Anak yang memiliki kelebihan atau kekurangan jam tidur cenderung akan mengalami kesulitan tidur di malam hari.

Sementara itu, agar anak cepat ngantuk dan tidur, jangan lupa untuk melakukan rutinitas tidur yang menenangkan. Jika masih bayi, lakukanlah proses menyusui, atau lakukan pijat halus  dan membacakan cerita dengan intonasi suara yang halus.

Setelah Parents mengetahui bagaimana cara membuat anak merasa ngantuk dan ingin tidur, kini saatnya untuk mengetahui tentang metode untuk melatih anak tidur sendiri.

Berikut ini adalah 4 metode yang patut untuk dipertimbangkan.

4 Metode untuk melatih anak tidur sendiri

1. Periksa anak saat tidur di malam hari

Ada banyak variasi pada metode ini, tapi prinsip umumnya sama, yaitu memeriksa bayi yang tertidur di kamarnya dalam beberapa kali.

Sebaiknya Parents menentukan kapan waktu yang tepat untuk memeriksa bayi yang tertidur. Tapi ingat, jangan menyusui anak saat mereka tertidur, karena hal ini justru hanya akan menggagalkan dalam melatih anak tidur sendiri.

Setelah menempatkan anak di tempat tidurnya, Parents bisa memberikan kata-kata manis seperti ungkapan rasa rasa sayang, ‘ibu mencintaimu’ atau sentuhan halus untuk anak. Metode ini bisa dilakukan untuk bayi yang berusia tujuh bulan atau lebih.

2. Membiarkan anak ketika ia menangis di malam hari

Cara melakukan metode ini adalah dengan membiarkan tangisan bayi dengan cara tidak mereponsnya sama sekali.

Mungkin akan terlihat kejam, tak mengherankan jika metode pelatihan tidur ini memang yang paling kontroversial. Beberapa ahli pun  ada yang berbeda pendapat tentang metode ini.

Walau demikian, jika melakukan metode ini, Parents perlu menyesuaikan dengan perkembangan bayi. Jangan lakukan pada anak yang terlalu kecil.

Tal bisa dipungkiri, metode ini bisa memberikan keraguan. Umumnya para orangtua akan merasa khawatir akan tangisan bayi yang terjadi di malam hari.

Namun, McGinn mengatakan bahwa tangisan tersebut hanya terjadi saat awal orangtua melatih anak untuk tidur sendiri. Seiring berjalannya waktu, tangisan tersebut juga akan berkurang.

3. Menemani anak di samping tempat tidurnya hingga terlelap

Metode pelatihan tidur ini dilakukan dengan cara orangtua menemani anak di kamar tidurnya hingga akhirnya anak tertidur, kemudian meninggalkannya. Setiap kali anak bangun, orangtua perlu kembali menemani anak, dan meninggalkan anak saat ia kembali tertidur.

“Sisi positif dari metode ini adalah ibu atau ayah ada di samping anak menemani anak hingga ia tertidur. Tapi, masalahnya yaitu kemungkinan masih ada rasa takut pada anak ketika mereka ditinggal, dan sangat sulit untuk anak bisa konsisten tidur sendiri jika menggunakan metode ini,” kata McGinn.

4. Menggendong anak dan menenangkannya agar tertidur

Apabila anak sulit untuk tidur sendiri, Parents bisa menggendong anak sembari menenangkannya agar mereka mengantuk. Setelah itu, baringkan mereka di tempat tidur.

Inilah 4 metode untuk melatih anak tidur sendiri yang dapat Parents coba. Semoga bermanfaat, ya!

Referensi : Today’s Parent


 

Baca juga :

Penelitian: Usia Terbaik Membiarkan Anak Tidur di Kamar Sendiri

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner