Ibu melahirkan kembar di rumah, bidan yang membantunya dihukum

lead image

Persalinannya suskes, tapi bidan yang membantunya malah dihukum.

Pada masa sekarang ini, meski kemajuan teknologi kesehatan sudah semakin canggih. Tapi masih banyak ibu yang memilih untuk melahirkan di rumah daripada di rumah sakit. Lalu, bagaimana jadinya jika ibu tersebut melahirkan kembar? Masihkah persalinan normal di rumah aman untuk dilakukan?

Ibu melahirkan kembar prematur di rumah dibantu bidan

Melahirkan kembar

Baru-baru ini, di Melbourne, Australia, seorang ibu bernama Brooke melahirkan kembar di rumahnya. Dibantu oleh seorang bidan, proses persalinan itu berjalan lancar, dan kedua bayinya lahir dengan selamat. 

Brooke tidak menyangka ia akan melahirkan kembar di usia kehamilan 35 minggu. Dia dibantu oleh seorang bidan bernama Martina Gorner dari Ten Moons Homebirth Services. 

Kesuksesan Martina membantu Brooke melahirkan kembar di rumah ini dibagikan di laman Facebook Ten Moons Homebirth Services. Akan tetapi, Departemen Keperawatan dan Kebidanan Australia menganggap ini adalah hal yang berbahaya.

Mereka melarang Martina melakukan pelayanan kebidanan apapun selama proses penyelidikan terkait persalinan prematur bayi kembar Brooke dilakukan.

 

Risiko melahirkan kembar yang perlu diketahui

melahirkan kembar bayi kembar

Mengapa bidan Martina mendapatkan penangguhan tugas karena membantu Brooke melahirkan bayi kembar di rumah? Hal ini dikarenakan, melahirkan bayi secara prematur termasuk persalinan berisiko, apalagi bayi kembar. Karena itu, persalinannya harus dilakukan di rumah sakit, agar bila terjadi komplikasi baik pada ibu dan bayi bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat dengan segera. 

Umumnya, kehamilan kembar memang berisiko tinggi mengalami persalinan prematur. Dan seringkali diikuti komplikasi lanjutan seperti berat lahir bayi rendah, bahkan kematian bayi.

Melansir dari laman Liputan 6, dr Indra NC Anwar, seorang dokter di Klinik Teratai RS Gading Pluit mengatakan bahwa kehamilan kembar adalah hal yang berisiko bagi ibu dan janin.

Hal ini dikarenakan, keberadaan lebih dari satu janin di rahim ibu membuat mereka harus berbagi nutrisi dan oksigen, sehingga apa yang mereka butuhkan untuk tumbuh kembang secara optimal seringkali kurang. Berbagai risiko komplikasi seperti kelahiran prematur, cerebral palsy, bahkan risiko kematian.

Itulah sebabnya, persalinan bayi kembar sebaiknya dilakukan di rumah sakit. Untuk menghindari risiko terburuk. Dan bayi bisa mendapatkan penanganan medis yang paling baik. 

 

 

Disadur dari artikel Kevin Wijaya di theAsianparent Singapura

Baca juga: 

"Kata dokter, janin di rahimku hanya satu, tapi aku melahirkan kembar…"

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani