Masa pubertas pada anak laki-laki, Parents perlu ketahui tanda-tandanya

Masa pubertas pada anak laki-laki, Parents perlu ketahui tanda-tandanya

Parents, masa pubertas pada anak laki-laki bisa datang lebih cepat biasanya terjadi. Jadi jangan kaget jika anak laki-laki Anda mengalami perubahan fisik dan psikis.

Masa pubertas pada anak laki-laki biasanya dimulai ketika seorang anak mulai menginjak usia 8 sampai 10 tahun, dan akan berhenti ketika mereka memasuki umur 15 sampai 16 tahun. 

Banyak faktor yang dapat memengaruhi itu semua. Yang terpenting, Anda mengetahui ciri pubertas pada anak dan memerhatikan berbagai perubahan pada tubuh anak, sehingga Anda bisa mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa ini.

Parents, jangan lewatkan masa pubertas anak 

Jangan sampai Anda melewatkan masa pubertas anak. Masa pubertas bisa menjadi masa terakhir pertumbuhan dan perkembangan anak. Di masa inilah terjadi puncak pertumbuhan (growth spurt) anak, yang merupakan masa pertumbuhan kedua tercepat setelah masa bayi. Pada masa ini, nutrisi dan aktivitas fisik yang cukup mampu mendukung pertumbuhan anak, seperti tinggi badan anak.

Masa pubertas pada anak laki-laki dianggap mengalami keterlambatan jika hingga 12 tahun suara anak belum mengalami perubahan. Namun, bukan hanya itu. Kenali tanda-tanda lainnya, untuk mengantisipasi pubertas datang terlambat atau bahkan lebih awal.

Masa pubertas bisa datang lebih awal atau bahkan terlambat

Masa pubertas pada anak laki-laki dimulai dengan penis yang membesar, perubahan suara yang menjadi lebih berat, kontur otot tubuh akan lebih jelas, dada lebih bidang, dengan pundak yang melebar. Kondisi ini umumnya mulai terjadi pada usia 9-14 tahun. Perubahan bentuk tubuh pada masa pubertas, disebabkan oleh peningkatan produksi hormon testosteron pada pria.

Penyebab masa pubertas datang lebih awal atau terlambat

Masa pubertas pada anak laki-laki sangat jarang sekali datang lebih awal, berbeda dengan anak perempuan yang datang lebih awal.  Pada anak lelaki, jika testis belum berkembang menjadi lebih besar hingga usia 14 tahun maka bisa dikatakan mengalami keterlambatan masa pubertas.

Simak tanda-tanda masa pubertas pada anak laki-laki

1. Mengalami perubahan berat dan tinggi badan 

Kedua hal ini adalah tanda pertumbuhan dan perkembangan yang jelas. Anak laki-laki akan mengalami percepatan pertumbuhan pada awal pubertas yang dimulai dengan penambahan berat dan tinggi badan.

Pertumbuhan terus berlanjut. Ukuran ini biasanya bergantung dengan faktor genetik. Jadi kalau orang tua berperawakan tinggi dan berisi, bersiaplah si kecil akan tumbuh juga mengarah ke sana.

Masa pubertas pada anak laki-laki

Masa pubertas pada anak laki-laki

2. Tumbuh rambut pada area kemaluan

Salah satu tanda pubertas yang paling terlihat adalah tumbuhnya rambut pada organ intim anak. Pertumbuhan ini berlanjut selama lebih dari empat tahun atau kira-kira sampai rambut menyebar ke paha bagian dalam. Tidak ketinggalan, rambut juga tumbuh pada ketiak anak.

3. Perubahan suara

Perubahan suara juga menjadi salah satu ciri paling signifikan. Anak laki-laki Anda akan memiliki suara yang lebih berat, dan bisa jadi ini berlangsung tanpa anak menyadarinya.

4. Wajah timbul jerawat

Meski tidak semua wajah anak timbul jerawat, tapi kebanyakan dari mereka akan memiliki jerawat pada beberapa spot wajah. Anda tidak perlu khawatir, tapi Anda bisa membantu menekan produksi jerawat dengan memastikan ia rajin mencuci wajah, anak hanya mengonsumsi makanan yang bersih dan sehat saja.

5. Perubahan pada payudara

Anak laki-laki juga akan mengalami payudara,  tidak hanya terjadi pada anak perempuan. Hal ini dikarenakan adanya pengendapan lemak di bawah puting. Tidak semua anak laki-laki mengalami hal ini. Namun, ini adalah perubahan sementara saja, dan semakin terlihat pada anak dengan obesitas

6. Mimpi basah

Anak juga akan mengalami mimpi basah atau keadaan keluarnya cairan semen dari kemaluannya saat anak sedang tidur. Jadi, jika Anda mendapati celana anak memiliki bekas seperti sperma, maka mereka sudah resmi memasuki masa pubertas.

7. Mengalami ereksi

Tidak hanya pada orang dewasa, ereksi juga bisa dialami anak laki-laki. Misalnya, saat ia melihat adegan ‘panas’ di film, maka hal ini bisa merangsangnya.

gagal ereksi

Meskipun tergolong wajar, pastikan anak tetap berada dalam pengawasan orang tua. Pastikan anak laki-laki Anda mendapatkan edukasi yang benar tentang seks pula, agar ia dapat menjaga kesehatan organ reproduksinya secara tepat pula.

Hubungi dokter jika terjadi keterlambatan masa pubertas 

Namun jika Anda tidak menemukan kondisi ini, langkah pertama untuk menanganinya adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Masa pubertas yang datang lebih awal maupun datang terlambat perlu diatasi sesuai penyebabnya. Bila diperlukan, dokter dapat memberikan obat-obatan untuk mengatur kadar hormon dalam tubuh.

 

Sumber : Alodokter, Kumparan

 

Baca juga : 

Waspadai Dampak Pubertas Dini Pada Anak Anda!

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

theresia

app info
get app banner