TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Penelitian: Konsumsi makanan pedas tingkatkan risiko demensia/pikun di masa tua

Bacaan 3 menit
Penelitian: Konsumsi makanan pedas tingkatkan risiko demensia/pikun di masa tua

Benarkah mengonsumsi makanan pedas bisa meningkatkan risiko demensia? Simak penjelasannya di sini, Parents!

Di Indonesia, sambal merupakan makanan pendamping yang wajib ada dalam menu. Bahkan bagi sebagian orang, makan tanpa disertai dengan rasa pedas akan terkesan hambar dan kurang lezat. Namun, sebuah penelitian menemukan fakta bahwa terlalu banyak makan cabe dapat meningkatkan risiko demensia.

Demensia merupakan kumpulan penyakit yang berkaitan dengan fungsi otak jangka panjang sehingga dapat menggangu aktivitas sehari-sehari penderitanya. Beberapa penyakit seperti Alzheimer pun merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya demensia.

Artikel terkait: Penyakit demensia bisa dideteksi sejak dini dengan indra penciuman, ini alasannya!

Efek makan cabe bagi kesehatan

Makan cabe

Setiap variasi cabe tentunya memiliki tingkat kepedasan berbeda. Jenis cabe yang paling pedas di dunia seperti Carolina Reaper dapat menyebabkan masalah kesehatan yang cukup serius.

Salah satu contoh kasus, pria di Amerika Serikat harus dilarikan ke IGD karena mengonsumsi Carolina Reaper. Ia merasa sakit kepala parah setelah memakan cabe tersebut di sebuah kontes makan.

Meski demikian, tidak semua jenis cabe memiliki efek yang sama dengan Carolina Reaper. Beberapa cabe yang sering digunakan sebagai bahan sambal seperti cabe merah, cabe rawit, cabe hijau, atau bahkan jalapeno masih terbilang aman dan tidak akan berdampak negatif bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam batas wajar.

Bahkan sebuah penelitian pada 2017 mengungkap bahwa memakan cabe dinilai baik untuk kesehatan. Penelitian tersebut menyebutkan, orang yang suka makan cabe merah memiliki risiko kematian yang lebih rendah.

Terlepas dari efek positif tersebut, sebuah penelitian lain juga mengungkap bahwa bahan makanan pedas ini memiliki pengaruh yang cukup serius bagi fungsi kognitif manusia.

Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Nutrients ini, melibatkan 4.582 koresponden berusia 55 tahun ke atas di Cina. Hasil penelitian menunjukkan, konsumsi cabe dalam jumlah banyak dan sering dapat mengurangi kemampuan kognitif hingga meningkatkan risiko demensia.

Artikel terkait: Penelitian: Menikah mencegah seseorang menjadi pikun. Baca alasannya!

Mengonsumsi lebih dari 50 gram cabe per hari dapat meningkatkan risiko demensia

Makan cabe

Seorang profesor dari Universitas Qatar Zumin Shi yang juga merupakan pemimpin dari tim peneliti Nutriens menjelaskan bahwa faktor risiko demensia akan lebih memengaruhi orang dewasa di atas 50 tahun.

“Mengonsumsi cabe memang bermanfaat untuk mempertahankan berat badan dan tekanan darah pada penelitian kami sebelumnya. Namun dalam penelitian kali ini, kami menemukan bahwa memakan terlalu banyak cabe dapat mengakibatkan efek buruk pada fungsi otak orang dewasa,” ungkap Zumin seperti yang dilansir dari Medical News Today.

Profesor Zumin juga melanjutkan, orang yang rutin makan lebih dari 50 gram cabe per harinya akan memiliki risiko penurunan kemampuan kognitif dua kali lipat lebih tinggi.

Penelitian: Konsumsi makanan pedas tingkatkan risiko demensia/pikun di masa tua

Terkait hasil penelitian tersebut, Manajer Riset dari komunitas Alzheimer’s Society, Dr. Clare Walton mengakui bahwa memang benar konsumsi makanan pedas termasuk cabe dapat mengurangi fungsi otak. Namun, hubungan faktor risiko demensia dan tingkat konsumsi cabe masih memerlukan penelitian yang lebih lanjut.

“Dengan meningkatnya angka penderita demensia secara global, maka tidak salah jika kita perlu tahu faktor-faktor risikonya. Namun, studi yang dilakukan pada populasi di Cina ini hanya melihat pada hasil tes memori. Maka, penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk mengonfirmasi kebenarannya,” papar Walton.

Meski demikian, Profesor asal London tersebut juga tetap menyarankan agar tidak mengonsumsi makanan pedas terutama cabe secara berlebihan. Meski belum ada bukti kuat bahwa cabe bisa menyebabkan demensia, tetapi kadar makanan pedas yang masuk dalam tubuh pun dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan seperti diare hingga usus buntu.

***

Anda bisa bergabung dengan jutaan ibu lainnya di aplikasi theAsianparent untuk berinteraksi dan saling berbagi informasi terkait kehamilan, menyusui, dan perkembangan bayi dengan cara klik gambar di bawah ini.

TAP-Web-Banner_Photobooth

Referensi: Express, Medical News Today

Baca juga:

Cinta sejati pasangan down syndrome, 25 tahun menikah hingga maut memisahkan mereka

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Penelitian: Konsumsi makanan pedas tingkatkan risiko demensia/pikun di masa tua
Bagikan:
  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti