TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Cinta sejati pasangan down syndrome, 25 tahun menikah hingga maut memisahkan mereka

Bacaan 3 menit
Cinta sejati pasangan down syndrome, 25 tahun menikah hingga maut memisahkan mereka

Paul dan Kris adalah pasangan down syndrome yang berhasil menjalani 25 tahun pernikahan dengan bahagia. Hingga akhirnya Paul harus menutup mata untuk selamanya pada bulan April 2019 lalu.

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa penderita down syndrome tidak bisa menikah. Namun Kris Scharoun-­DeForge dan Paul Scharoun-DeForge berhasil membuktikan anggapan tersebut salah.

Pasangan suami istri ini penderita down syndrome ini menikah dan hidup bahagia selama 25 tahun lama. Namun sayangnya, pada April 2019 lalu Paul dikabarkan meninggal dunia pada usia 56 tahun. 

Akibat demensia, pasangan penderita down syndrome harus terpisahpenderita down syndrome 1

“Aku menatap matanya dan melihat masa depanku,” kata Kris saat menceritakan pengalaman pertamanya jatuh cinta dengan Paul ketika mereka pertama kali bertemu di pesta dansa 30 tahun yang lalu. 

Selama bertahun-tahun, Kris merayakan hari valentine bersama suami tercintanya Paul. Dia selalu membuat kartu ucapan yang manis sembari menunggu suaminya pulang bekerja. Lalu mereka akan makan malam romantis di restoran langganan untuk merayakan hari kasih sayang.

Namun sayangnya, hari valentine tahun ini Kris dan Paul tidak dapat merayakannya bersama. Sebab Paul terkena demensia tahap awal. Sebuah penyakit yang mempengaruhi banyak orang dengan kondisinya pada usia yang relatif muda.

Akibat kondisinya tersebut, Paul harus dipindahkan ke lembaga penampungan untuk mendapat perawatan intensif.

“Ketika mereka mengatakan hal itu kepada saya, saya mulai menangis,” kata Kris.

Saat ini Kris masih tinggal di apartemen yang ditinggalinya bertahun-tahun bersama sang suami di Liverpool, New York.

“Dia hidupku. Saya tidak ingin hidup tanpa dia,” tambahnya.

Artikel terkait: Kisah Sukses Orang-orang Down Syndrome yang Menjalankan Bisnis Mereka Sendiri

Perjuangan Kris dan keluarga agar Paul tidak dipisahkan dari mereka

penderita down syndrome

Saat Paul sakit, pihak keluarga mereka bekerja keras untuk menjaganya tetap hidup bersama Kris. Pihak keluarga percaya bahwa Kris dan Paul pantas mendapatkan kesempatan yang sama untuk membuat keputusan seperti pasangan normal lainnya ketika salah satu dari mereka mengalami demensia. 

“Mereka harus menentukan kehidupan mereka sendiri,” kata Susan Scharoun, saudara perempuan Kris.

“Mereka tahu apa yang baik untuk mereka,” tambahnya.

Ketika Kantor Negara Bagian New York untuk Penyandang Cacat menyatakan bahwa Paul tidak bisa tinggal di rumah bersama Kris. Keluarga Paul dan Kris mengajukan petisi. Mereka bahkan mencari apartemen baru yang memenuhi standar negara dan lebih mudah diakses oleh Paul.

Artikel terkait: Punya Adik Down Syndrome, Hubungan Dua Saudara Ini Amat Menyentuh

Pada awalnya, negara menyetujui petisi tersebut. Namun kondisi Paul terus memburuk.

Pada saat itu ia harus menggunakan kursi roda dan membutuhkan penanganan medis selama 24 jam. Jadi negara memutuskan bahwa dia harus pindah ke kediaman komunitas untuk mendapatkan perawatan intensif.

Meskipun kecewa, tetapi Kris tidak gentar. Dia mengunjungi Paul secara teratur dan menghabiskan akhir pekan bersamanya di rumah Scharoun sembari memasak.

“Mereka memiliki cinta yang tulus,” kata Scharoun.

“Mereka benar-benar saling melengkapi,” tambahnya. 

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, pada April 2019 lalu Paul dikabarkan meninggal dunia pada usia 56 tahun. Untuk mengenang suami tercintanya, Kris kerap duduk di ruang tamunya sendiri dan mengingat janji-janji itu dari hari pernikahannya sembari dikelilingi oleh foto-foto dirinya dan Paul.

Kami di theAsianparent Indonesia, mengucapkan turut berduka cita atas kepergian Paul, semoga Kris bisa tabah menjalani hari-harinya tanpa Paul.

Sumber: Reader’s Digest

Baca juga

Balita Dengan Down Syndrome Berhasil Jadi Model Ternama

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Auliya Widia Putri

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Cinta sejati pasangan down syndrome, 25 tahun menikah hingga maut memisahkan mereka
Bagikan:
  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • Doa Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

    Doa Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • Doa Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

    Doa Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti