TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Penyakit Maag Kronis Jangan Diabaikan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Bacaan 7 menit
Penyakit Maag Kronis Jangan Diabaikan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Sakit maag yang berlangsung lama atau kerap berulang dikenal sebagai maag kronis. Berikut gejala, penyebab, dan cara mengobati yang perlu Parents ketahui!

Parents mengalami sakit maag berulang atau berlangsung lama? Bisa jadi Anda terkena penyakit maag kronis. 

Memang, ini merupakan penyakit kronis yang paling umum dan bisa dialami oleh banyak individu. Meski begitu, apabila kondisi maag tidak segera diatasi, hal ini akan menimbulkan komplikasi serius seperti adanya risiko kanker lambung.

Lantas, apa saja gejala dan cara mengatasi penyakit kronis yang satu ini? Yuk, simak penjelasan selengkapnya sebagai berikut!

Artikel terkait: 5 Rekomendasi Obat untuk Mengatasi Sakit Maag pada Anak

Maag Kronis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

maag kronis

Maag kronis atau bahasa medisnya gastritis kronis adalah salah satu penyakit kronis yang paling umum. Diperkirakan, lebih dari separuh populasi dunia, ratusan juta orang, mengidap penyakit ini dengan derajat keparahan yang berbeda-beda. 

Kondisi ini terjadi ketika lapisan dinding lambung (mukosa lambung) yang berfungsi sebagai perlindungan, meradang atau mengalami iritasi dalam jangka waktu lama. Bila dibiarkan, maag kronis bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya bagi pengidapnya.

Perlu dicatat, maag kronis tidak selalu bergejala. Jika ada, gejala biasanya muncul perlahan dan umumnya mencakup kondisi berikut ini:

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas (ulu hati)
  • Rasa terbakar atau perih di ulu hati
  • Kembung
  • Gangguan pencernaan
  • Begah atau rasa cepat kenyang walau porsi makan sedikit
  • Sering bersendawa
  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan turun tanpa disengaja
  • Perdarahan lambung yang ditandai dengan tinja berwarna kehitaman seperti kopi

Diagnosis Maag Kronis

maag kronis

Untuk mendiagnosis maag kronis, dokter akan melakukan wawancara mendalam yang mencakup riwayat penggunaan obat-obatan seperti aspirin, antinyeri golongan obat antiinflamasi non steroid (OAINS), serta kebiasaan konsumsi alkohol dan riwayat perjalanan ke negara-negara endemis infeksi bakteri H. pylori. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik pada perut.

Berdasarkan hasil wawancara dan temuan dari pemeriksaan fisik, sejumlah pemeriksaan penunjang berikut mungkin diperlukan untuk mengonfirmasi diagnosis maag kronis sekaligus menentukan penyebabnya:

  • Melakukan pemeriksaan untuk melihat ada tidaknya bakteri H. pylori yang menyebabkan perlukaan lambung. Pemeriksaan bisa berupa tes darah, analisis tinja atau uji napas urea (urea breath test).
  • Pemeriksaan darah untuk melihat ada tidaknya anemia (kekurangan sel darah merah).
  • Melakukan Pemeriksaan darah untuk menemukan antibodi yang secara keliru memicu respon kekebalan tubuh terhadap sel-sel lambung. 
  • Pemeriksaan fungsi hati dan ginjal.
  • Melakukan Pemeriksaan tinja untuk melihat ada tidaknya perdarahan lambung.

Pemeriksaan lain yang juga mungkin dilakukan yakni:

  • EGD (esophagogastroduodenoscopy) atau disebut gastroskopi. Ini merupakan endoskopi saluran cerna bagian atas. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa tanda-tanda peradangan pada dinding lambung dengan memasukkan selang berkamera melalui mulut menuju kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari. Biasanya, dilakukan pula biopsi jaringan untuk melihat ada tidaknya infeksi bakteri H. pylori. 
  • Barium swallow atau disebut juga upper gastrointestinal (UGI) series. Pada, pemeriksaan ini diambil beberapa foto rontgen saluran cerna secara serial. Sebelumnya, individu diminta untuk menelan cairan yang mengandung barium. Cairan ini akan melapisi bagian dalam lambung, kerongkongan, dan usus dua belas jari, sehingga kelainan anatomi seperti ulkus, polip, atau kelainan lainnya, lebih terlihat dengan sinar X.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyakit Maag Kronis Jangan Diabaikan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Maag kronis bisa disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya:

  • Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) jangka panjang seperti ibuprofen, piroxicam, mefenamic acid, meloxicam, methampyrone, dan lain sebagainya. 
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan.
  • Infeksi bakteri H. pylori. 
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes atau gagal ginjal.
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah.
  • Mengalirnya cairan empedu ke dalam lambung (refluks).
  • Stres psikologis yang intens.

Berdasarkan penyebab-penyebab ini, maag kronis dibagi menjadi beberapa tipe, yakni:

  • Tipe A disebabkan oleh reaksi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel-sel lambung. Selanjutnya, hal Ini akan meningkatkan risiko individu mengalami kekurangan vitamin, anemia, dan kanker.
  • Tipe B disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori. Tipe ini adalah yang paling umum ditemukan sebagai penyebab maag kronis. Dalam jangka panjang, dapat terjadi tukak pada lambung dan usus dua belas jari, serta kanker. 
  • Tipe C disebabkan oleh iritasi bahan kimia seperti OAINS, alkohol dan cairan empedu. Ketiganya menyebabkan erosi dinding lambung sehingga terjadi perdarahan.

Tipe lain maag kronis bisa disebabkan oleh kekurangan protein (giant hypertrophic gastritis) atau terjadi bersamaan dengan adanya kondisi alergi seperti asma atau eksim (eosinophilic gastritis).

maag kronis

Di samping penyebab-penyebab di atas, risiko mag kronis juga meningkat bila gaya hidup atau pola makan seseorang memicu perubahan pada dinding lambung, seperti:

  • Sering mengonsumsi makanan tinggi garam atau pengawet
  • Mengonsumsi makanan tinggi lemak dan minyak, khususnya asam lemak jenuh dan asam lemak trans
  • Merokok
  • Mengonsumsi alkohol jangka panjang
  • Menggunakan narkoba seperti kokain
  • Adanya stres psikologis yang berkepanjangan akibat tuntutan pekerjaan atau peristiwa yang traumatis 

Artikel terkait: 7 Makanan penyebab maag pada anak, apa saja yang harus dikurangi?

Cara Mengobati 

Penyakit Maag Kronis Jangan Diabaikan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Sesuai namanya “maag kronis”, artinya kondisi ini dapat terus menerus ada. Oleh sebab itu, pengobatan tidak bertujuan untuk menyembuhkan secara total melainkan untuk mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup pengidapnya. 

Pada prinsipnya, pilihan jenis pengobatan bergantung pada tipe, penyebab dan tingkat keparahan penyakit. Umumnya, ini mencakup pemberian obat-obatan dan pengaturan pola makan. 

Pada maag kronis tipe A, pengobatan ditujukan untuk mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kekurangan zat gizi yang terjadi. Pada tipe B, perlu digunakan antibiotik untuk menghilangkan bakteri H. pylori. Dan pada tipe C, pemicu maag seperti OAINS dan alkohol perlu dihentikan konsumsinya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada lambung.

Penyakit Maag Kronis Jangan Diabaikan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Pada semua tipe maag kronis, digunakan obat-obatan yang bertujuan untuk mengurangi kadar asam lambung. Tiga golongan obat yang kerap digunakan yakni:

  • Antasida. Obat golongan ini biasanya mengandung garam basa magnesium, kalsium, natrium, atau aluminium untuk menetralkan asam lambung. Namun, obat antasida kadang menyebabkan sembelit atau diare.
  • Penghambat pompa proton (Proton-pump inhibitors/PPIs). Obat-obat ini menurunkan produksi asam lambung. Yang bisa dibeli secara bebas yakni lansoprazole dan omeprazole dosis rendah. 
  • Penghambat reseptor H2 (H2 blockers). Golongan ini merupakan antihistamin yang membantu mengurangi produksi asam lambung. Sebagian besar obat golongan ini bisa dibeli secara bebas.

Terkait dengan pola makan, individu dengan maag kronis perlu:

  • Mengurangi atau bahkan menghindari konsumsi alkohol
  • Hindari makanan pedas
  • Menghindari makanan tinggi lemak dan berminyak seperti gorengan
  • Menghindari makanan asam seperti jus dan buah jeruk
  • Makan dalam porsi yang sedikit tapi sering (5-6 kali sehari)
  • Mengurangi konsumsi garam
  • Mengurangi konsumsi daging merah

Artikel terkait: 9 Cara alami atasi maag saat hamil, Bunda wajib tahu!

Penyakit Maag Kronis Jangan Diabaikan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Konsumsi makanan sehat dan seimbang yang kaya antioksidan, serat dan probiotik juga dapat membantu. ini bisa didapat dari buah dan sayuran segar, roti/pasta/nasi/serealia dari biji-bijian utuh, produk fermentasi seperti yogurt, serta protein tanpa lemak (dada ayam, ikan, polong-polongan, kacang kacangan, dan biji-bijian).

Sebagian individu dengan maag kronis juga bisa mendapatkan manfaat dari konsumsi makanan yang bersifat antiseptik seperti bawang putih, jintan, jahe, temulawak, cranberi, dan paprika.

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Di samping itu, perlu dilakukan perubahan gaya hidup yang mencakup berhenti merokok, rutin berolahraga, minum air putih 2-2,5 L per hari, sebisa mungkin menghindari penggunaan OAINS, dan mengelola stres.

Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

maag kronis

Maag kronis biasanya cepat membaik segera setelah pengobatan dimulai. Namun bila tidak diobati, dapat berkembang ke titik di mana dinding lambung mengalami kerusakan parah sehingga individu berisiko mengalami:

  • Tukak lambung. Setelah luka dalam (ulkus) mulai terbentuk, proses ini secara progresif akan merusak jaringan sekitar sehingga semakin melebar. Ulkus yang berat pada akhirnya dapat menyebabkan perdarahan lambung, yang bersifat mengancam jiwa.
  • Anemia akibat kekurangan zat besi. 
  • Anemia akibat perdarahan lambung.
  • Kekurangan vitamin B-12.
  • Pertumbuhan abnormal di dalam lambung seperti polip dan tumor lambung.

Meski risikonya rendah, individu dengan maag kronis yang tidak diobati juga lebih berisiko mengalami kanker lambung ketimbang populasi umum. Oleh sebab itu, jangan pernah remehkan penyakit maag. Segeralah konsultasi ke dokter dan mencari pengobatan meski gejala hanya timbul sesekali atau tidak mengganggu.

***

Baca juga: 

8 Obat Diare yang Efektif dan Bisa Dibeli di Apotek, Apa Saja?

Cara Membuat Oralit di Rumah untuk Bayi dan Anak, Ini Panduan Lengkapnya!

Maag Kambuh Saat Hamil? Ini Saran Dokter

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

dr. Fiona Amelia, MPH

Diedit oleh:

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Penyakit Maag Kronis Jangan Diabaikan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Author Image

dr. Fiona Amelia, MPH

Medical Writer dengan pengalaman di dunia kesehatan digital selama 5 tahun terakhir. Dokter sekaligus ibu dari 2 putra ini memiliki passion yang kuat di dalam dunia parenting serta edukasi seputar kesehatan ibu dan anak. Menyukai travelling dan olahraga, khususnya bulutangkis dan bersepeda. Untuk kontak, email di [email protected] atau DM Instagram @amelifio.
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti