TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Sering Masturbasi Membuat Lutut Kopong, Mitos atau Fakta?

Bacaan 4 menit
Sering Masturbasi Membuat Lutut Kopong, Mitos atau Fakta?

Sampai saat ini istilah lutut kopong kerap dikaitkan dengan masturbasi. Apakah berhubungan, bagimana jika dilihat dari kacamata medis?

Istilah lutut kopong sering dikaitkan-kaitkan dengan kebiasaan masturbasi. Apakah ini fakta atau hanya mitos? 

Dalam dunia medis, tidak ada yang namanya lutut kopong. Istilah ini sesungguhnya berhubungan dengan gejala-gejala atau gangguan yang terjadi pada sendi lutut.

Sering Masturbasi Membuat Lutut Kopong, Mitos atau Fakta?

Normalnya, sendi lutut memiliki pergerakan yang mulus seperti engsel pintu. Ini dipengaruhi oleh jumlah cairan sendi (sinovial) yang berfungsi sebagai bantalan dan pelumas persendian.

Bila jumlahnya berkurang, pergerakan sendi lutut akan terganggu. Gangguan bisa berupa keluarnya bunyi-bunyi tertentu ketika lutut digerakkan, hingga timbul kekakuan dan nyeri yang membuat penderitanya sulit berjalan.

Gejala-gejala tersebut dapat muncul karena beberapa kelainan di lutut, seperti osteoartritis, osteoporosis, dan patah tulang. Cedera jaringan lunak seperti akibat keseleo, atau sering berolahraga.  

Betulkah Masturbasi Membuat Lutut Kopong

lutut kopong

Perbincangan soal masturbasi masih tabu di kalangan masyarakat Indonesia. Namun yang pasti, anggapan bahwa masturbasi menyebabkan lutut kopong adalah keliru dan perlu diluruskan. 

Masturbasi adalah aktivitas seksual berupa stimulasi alat kelamin diri sendiri untuk mendapatkan kepuasan seksual, yaitu hingga mencapai orgasme. Aktivitas ini biasanya dilakukan dengan menyentuh, membelai, menggosok serta memijat penis atau klitoris sampai orgasme tercapai. 

Artikel Terkait : Ssst… Ini Lho 5 panduan masturbasi untuk para wanita yang patut dicoba

Bila setelahnya muncul bunyi ‘krek’ atau ‘pop’ pada lutut, itu hanyalah kebetulan semata. Bunyi ini muncul karena ada gelembung udara dalam ruang kosong di sekitar sendi lutut, yang seharusnya terisi cairan sendi. Ketika lutut diregangkan dengan gerakan yang cepat dan menghentak, ruang ini akan meluas sehingga tekanan dalam sendi menurun. Kondisi ini yang kemudian memicu ‘pecahnya’ gelembung-gelembung gas sehingga menimbulkan bunyi.

Bila lutut Anda dirasa tidak biasa, mengeluarkan bunyi-bunyi tertentu atau nyeri, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Di rumah, berikut yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala atau rasa tidak nyaman yang timbul:

  • Turunkan berat badan yang berlebihan.
  • Kompres area yang nyeri dengan air hangat.
  • Bungkus dengan verban elastis untuk mengistirahatkan serta mengurangi pergerakan lutut.
  • Hindari mengangkat beban berat untuk sementara waktu.
  • Lakukan latihan untuk menguatkan otot-otot di sekitar lutut dan hindari olahraga yang banyak menggunakan lutut untuk menopang tubuh.
  • Minum obat pereda nyeri bila nyeri pada lutut terasa sangat mengganggu.

Artikel Terkait : Benarkah Masturbasi Sebabkan Jerawat? Ini Jawaban Pakar

Bukan Lutut Kopong, Ini Dampak dari Sering Masturbasi

Tak bisa dipungkiri bahwa setiap orang, baik pria maupun perempuan, memiliki kebutuhan biologis yang perlu dipenuhi.

Oleh sebab itu, ada anggapan bahwa masturbasi adalah sebagai cara yang aman untuk memenuhi hasrat seksual tanpa merugikan pihak lain. Dalam hal ini, aktivitas masturbasi dapat mengurangi kejadian kehamilan yang tidak diinginkan, mencegah infeksi menular seksual (IMS) serta penularan HIV/AIDS.

Bahkan, beberapa studi menyebutkan bahwa aktivitas ini bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental, seperti:

Sering Masturbasi Membuat Lutut Kopong, Mitos atau Fakta?

  • Melepaskan ketegangan dan mengurangi stres
  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Memperbaiki suasana hati dan konsentrasi
  • Pada pria, dapat menurunkan risiko kanker prostat dan membantu mengatasi ejakulasi dini

Namun di sisi lain, masturbasi yang dilakukan terlalu sering tentu ada dampak negatifnya. Efek negatif ini lebih mengarah kepada masalah psikis, di mana timbul pikiran yang terus-menerus untuk melakukan masturbasi, yang sampai mengganggu aspek kehidupan lainnya.

Di samping itu, aktivitas masturbasi yang terlalu sering juga dapat menyebabkan:

  • Perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada alat kelamin akibat penggunaan benda-benda atau alat bantu yang tidak terjamin kebersihannya
  • Penurunan gairah dan fungsi seksual
  • Gangguan cemas, stres dan depresi
  • Disfungsi ereksi dan impotensi pada pria
  • Rasa bersalah yang terus-menerus

Individu yang mengalami dampak negatif dari masturbasi perlu berkonsultasi dengan psikolog atau dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Terapi dapat berupa sesi konseling untuk mengubah dan mengatur perilaku seksual.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa masturbasi tidak menyebabkan lutut kopong. Aktivitas ini pun tidak berbahaya bila dilakukan dalam frekuensi yang wajar.

Memang tidak ada aturan yang saklek tentang berapa kali dalam sehari atau seminggu seorang individu boleh melakukannya. Namun yang pasti, masturbasi sudah tidak sehat atau berdampak negatif ketika aktivitas ini menjadi lebih penting ketimbang aktivitas lainnya, seperti sekolah dan bekerja, serta interaksi sosial dengan keluarga dan teman-teman.

Baca juga :

5 Teknik Masturbasi untuk Istri yang LDR dengan Suami, Tertarik Mencoba?

7 Ide Super Seksi Masturbasi, Cocok Bagi yang Jalani Long Distance Marriage

id.theasianparent.com/ciri-pria-kecanduan-seks

Cerita mitra kami
3 Cara Menstimulasi Bayi dengan Musik, Parents Perlu Tahu
3 Cara Menstimulasi Bayi dengan Musik, Parents Perlu Tahu
11 Tips Make Up Natural, Tampil Penuh Pesona Tanpa Harus Menor
11 Tips Make Up Natural, Tampil Penuh Pesona Tanpa Harus Menor
Terbaru dari Buds Organics: Lini Buds Organics for Kids, 100% Organik dan Tersertifikasi ECOCERT
Terbaru dari Buds Organics: Lini Buds Organics for Kids, 100% Organik dan Tersertifikasi ECOCERT
Tips Memilih Botol Susu Agar Bayi Tidak Kembung dan Rewel
Tips Memilih Botol Susu Agar Bayi Tidak Kembung dan Rewel

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

dr. Fiona Amelia, MPH

  • Halaman Depan
  • /
  • Cek Fakta
  • /
  • Sering Masturbasi Membuat Lutut Kopong, Mitos atau Fakta?
Bagikan:
  • 5 Fakta Menarik Pink Moon, Bulan Purnama Terbesar Hingga Bulan Paskah

    5 Fakta Menarik Pink Moon, Bulan Purnama Terbesar Hingga Bulan Paskah

  • 10 Mitos dan Fakta Seputar Sindrom Down, Jangan Sampai Salah!

    10 Mitos dan Fakta Seputar Sindrom Down, Jangan Sampai Salah!

  • Sejarah Kartu Pos di Dunia, Diciptakan Demi Alasan Efisiensi

    Sejarah Kartu Pos di Dunia, Diciptakan Demi Alasan Efisiensi

Author Image

dr. Fiona Amelia, MPH

Medical Writer dengan pengalaman di dunia kesehatan digital selama 5 tahun terakhir. Dokter sekaligus ibu dari 2 putra ini memiliki passion yang kuat di dalam dunia parenting serta edukasi seputar kesehatan ibu dan anak. Menyukai travelling dan olahraga, khususnya bulutangkis dan bersepeda. Untuk kontak, email di [email protected] atau DM Instagram @amelifio.
  • 5 Fakta Menarik Pink Moon, Bulan Purnama Terbesar Hingga Bulan Paskah

    5 Fakta Menarik Pink Moon, Bulan Purnama Terbesar Hingga Bulan Paskah

  • 10 Mitos dan Fakta Seputar Sindrom Down, Jangan Sampai Salah!

    10 Mitos dan Fakta Seputar Sindrom Down, Jangan Sampai Salah!

  • Sejarah Kartu Pos di Dunia, Diciptakan Demi Alasan Efisiensi

    Sejarah Kartu Pos di Dunia, Diciptakan Demi Alasan Efisiensi

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti