TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Agar luka bekas episiotomi cepat kering, Bunda perlu lakukan hal ini!

Bacaan 3 menit
Agar luka bekas episiotomi cepat kering, Bunda perlu lakukan hal ini!

Episiotomi adalah tindakan sayatan di daerah perinium saat melahirkan pervaginam (normal). Begini cara merawat luka episiotomi agar cepat kering.

Saat proses melahirkan vaginal terjadi, kadang kepala bayi terlalu besar sehingga sulit keluar. Sehingga dibuatlah sayatan episiotomi di  vagina untuk memudahkan keluarnya kepala bayi. Luka episiotomi ini kemudian akan dijahit oleh dokter segera setelah bayi lahir.

Dilansir dari Mayo Clinic, episiotomi adalah sayatan yang dibuat di perineum, yaitu jaringan antara lubang vagina dan anus, saat melahirkan. Meskipun prosedur ini pernah menjadi bagian rutin dari persalinan pervaginam, namun kini tidak lagi demikian.

Jika Anda merencanakan persalinan pervaginam, inilah yang perlu Anda ketahui tentang episiotomi dan persalinan.

Artikel terkait: Prosedur Episiotomi Dalam Proses Melahirkan, Ibu Hamil Wajib Tahu

Hal-hal yang menyebabkan episiotomi harus dilakukan

luka episiotomi

Selama bertahun-tahun, episiotomi dianggap membantu mencegah robekan vagina yang lebih luas saat melahirkan. Luka episiotomi juga dianggap mampu sembuh lebih baik daripada robekan alami. Prosedur ini juga dianggap membantu menjaga dukungan jaringan otot dari dasar panggul.

Pada masa sekarang, sayatan episiotomi tidak lagi direkomendasikan. Namun, prosedur ini tetap dibutuhkan dalam keadaan darurat dan membutuhkan tindakan cepat.  Penyedia layanan kesehatan Anda mungkin merekomendasikan episiotomi jika bayi Anda harus dilahirkan dengan cepat karena:

  • Bahu bayi Anda tersangkut di belakang tulang panggul Anda (distosia bahu)
  • Bayi Anda memiliki pola denyut jantung yang tidak normal selama persalinan Anda
  • Anda membutuhkan pelahiran per vaginam operatif (menggunakan forsep atau vakum).

luka episiotomi

Ada 2 jenis sayatan luka episiotomi

  • Episiotomi median (Sayatan tengah)

Jenis episiotomi ini dilakukan secara vertikal. Sayatan garis tengah lebih mudah diperbaiki, tetapi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk meluas ke daerah anus.

  • Sayatan mediolateral

Episiotomi mediolateral dilakukan pada sudut tertentu. Sayatan menawarkan perlindungan terbaik dari robekan yang memanjang ke anus, tetapi seringkali lebih menyakitkan dan lebih sulit untuk diperbaiki.

Risiko episiotomi

Pemulihan episiotomi sangat tidak nyaman, dan kadang-kadang sayatan bedah lebih luas daripada luka yang terbentuk alami. Infeksi pun sangat mungkin terjadi.

Bagi beberapa wanita, episiotomi menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks di bulan-bulan awal setelah melahirkan.

Episiotomi garis tengah (median) juga membuat Anda berisiko mengalami robek vagina derajat empat, yang meluas melalui sfingter anal dan ke dalam selaput lendir yang melapisi rektum. Inkontinensia tinja adalah komplikasi yang mungkin terjadi.

Cara menyembuhkan luka episiotomi dengan cepat

luka episiotomi

Agar proses penyembuhan luka episiotomi dapat berjalan sempurna, lakukan beberapa langka di bawah ini.

  • Oleskan tisue basah dengan kandungan witch hazel beberapa kali per hari
  • Mandi air hangat
  • Kompres dingin, kompres dingin dapat menenangkan sekaligus membantu mengurangi pembengkakan di daerah jahitan
  • Hindari menyeka dengan kasar untuk membersihkan area jahitan setelah buang air kecil atau buang air besar
  • Selalu keringkan bagian jahitan dengan lembut menggunakan kertas toilet, setelah buang air kecil atau buang air besar
  • Pastikan untuk mengonsumsi banyak serat, dan tetap terhidrasi dengan baik untuk mencegah sembelit
  • Jaga luka episiotomi dengan baik, hindari benturan, atau celana yang terlalu ketat

Semoga bermanfaat.

Agar luka bekas episiotomi cepat kering, Bunda perlu lakukan hal ini!

Baca juga:

Perlukah jahitan ekstra saat melahirkan agar vagina rapat kembali? Ini kata dokter

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
17 Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil
17 Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil
Ingin Berpuasa Saat Hamil?  Ini Asupan Bernutrisi yang Penting untuk Dipenuhi (Lengkap dengan Menu Sahur dan Berbuka!)
Ingin Berpuasa Saat Hamil? Ini Asupan Bernutrisi yang Penting untuk Dipenuhi (Lengkap dengan Menu Sahur dan Berbuka!)

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Nia Lara Sari

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kehamilan
  • /
  • Agar luka bekas episiotomi cepat kering, Bunda perlu lakukan hal ini!
Bagikan:
  • 6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

    6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

  • Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

    Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

  • 5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

    5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

  • 6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

    6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

  • Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

    Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

  • 5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

    5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti