TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Sangat Agresif dan Bisa Dialami si Kecil, Ketahui Gejala Limfoma Burkitt

Bacaan 4 menit
Sangat Agresif dan Bisa Dialami si Kecil, Ketahui Gejala Limfoma Burkitt

Kanker langka yang menyerang sel limfosit B dan berkembang sangat cepat. Perawatan intensif dibutuhkan untuk mencegah komplikasi sekaligus meningkatkan harapan hidup penderitanya.

Sama seperti penyakit kanker lainnya, limfoma Burkitt juga kerap dikhawatirkan. Apalagi jika mengingat kanker yang satu ini merupakan jenis kanker langka yang menyerang sel limfosit B. 

Berkembang sangat pesat, itulah mengapa perawatan sangat intensif dibutuhkan untuk mencegah timbulnya ragam komplikasi sekaligus meningkatkan harapan hidup penderitanya.

Limfoma sendiri merupakan jenis kanker darah yang mengenai salah satu jenis sel darah putih yang disebut limfosit. Limfosit terdiri dari sel T dan sel B, yang keduanya berperan penting menjaga sistem kekebalan tubuh.

Limfoma Burkitt merupakan salah satu tipe dari limfoma non-Hodgkin (LNH) yang bermula pada sel limfosit B.

Baca Juga: Selain Gary Iskak, 14 Artis Ini Juga Mengidap dan Berjuang Melawan Kanker

Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt  Memiliki Tiga Subtipe

Apa saja? 

  • Limfoma Burkitt Endemis

Banyak ditemukan di wilayah Afrika. Subtipe ini sering dikaitkan dengan penyakit malaria kronis dan infeksi virus Epstein-Barr (EBV).

  • Sporadis

Merupakan subtipe terbanyak. Individu dengan riwayat mononukleosis infeksius akibat infeksi EBV lebih berisiko untuk memiliki limfoma Burkitt subtipe ini.

  • Immunodeficiency-related lymphoma

Disebabkan oleh lemahnya sistem imun tubuh akibat kelainan bawaan atau efek samping obat-obatan tertentu. Subtipe ini rentan dialami oleh individu dengan HIV positif atau memiliki riwayat transplantasi organ.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala limfoma jenis ini sebenarnya akan tergantung pada subtipenya. Namun secara umum, kondisi ini umumnya akan ditandai dengan:

Limfoma Burkitt

  • Demam
  • Berkeringat saat malam hari
  • Berat badan menurun tanpa sebab
  • Kelelahan
  • Kelemahan otot

Berdasarkan subtipenya, gejala limfoma Burkitt juga dapat berupa:

  • Pertumbuhan abnormal kelenjar getah bening serta pembengkakan dan distorsi tulang wajah pada limfoma Burkitt endemis.
  • Perut membengkak, distorsi tulang wajah, berkeringat di malam hari, penyumbatan usus, pembesaran tiroid, dan amandel bengkak pada limfoma Burkitt sporadis serta immunodeficiency-related lymphoma.

Segera temui dokter bila timbul gejala mirip limfoma Burkitt atau ketika pembengkakan kelenjar tiroid berlangsung lebih dari 6 minggu.

Apakah Penyebabnya Bisa Diketahui? 

Limfoma Burkitt merupakan salah satu tipe limfoma non-Hodgkin yang pertumbuhannya disebabkan oleh adanya mutasi genetik pada sel limfosit. Sayangnya, penyebab mutasi tersebut masih belum diketahui secara pasti.

Meski demikian, sejumlah faktor berikut diyakini dapat meningkatkan risiko terjadinya jenis kanker ini:

  • Tinggal di wilayah endemis malaria.
  • Memiliki kondisi yang dapat melemahkan sistem imun seperti HIV/AIDS dan riwayat kemoterapi.
  • Gangguan autoimun seperti artritis reumatoid, lupus, atau sindrom Sjögren.
  • Memiliki riwayat infeksi virus Epstein-Barr (EBV), virus human T-cell lymphotropic (HTLV), dan bakteri Helicobacter pylori.

Diagnosis Limfoma Burkitt

Sangat Agresif dan Bisa Dialami si Kecil, Ketahui Gejala Limfoma Burkitt

Selain wawancara medis dan pemeriksaan fisik, diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan berikut untuk mendiagnosis limfoma Burkitt:

  • Pemeriksaan radiologi dengan foto Rontgen, CT scan, PET scan, atau MRI.
  • Tes darah untuk menilai fungsi organ.
  • Tes HIV.
  • Tes genetik.
  • Biopsi sumsum tulang dan kelenjar getah bening.
  • Pungsi lumbal untuk mencari sel limfoma di dalam cairan otak.

Diagnosis sebaiknya dilakukan sedini mungkin untuk mengurangi risiko penyebaran kanker dan komplikasi. Setelah terdiagnosis, dilakukan penentuan stadium Bukitt limfoma untuk mengetahui penyebaran sel kanker dan merencanakan pengobatan.

Stadium awal menandakan bahwa sel limfoma berada di satu area tubuh tertentu (biasanya kelenjar getah bening), sedangkan stadium 4 menunjukkan bahwa sel-sel kanker telah menyebar ke organ lain (seringkali otak dan saraf tulang belakang).

Baca Juga: Mengharukan! Artis Bollywood Ini Mendapat Semangat Melawan Kanker dari Putranya

Pengobatan yang Bisa Dilakukan 

Limfoma Burkitt berkembang cepat sehingga pengobatan harus segera dimulai. Pilihan pengobatan utama yakni suntikan kemoterapi intravena intensif. Oleh karena limfoma ini dapat menyebar ke cairan yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang, obat kemoterapi mungkin disuntikkan pula ke dalam cairan otak. Ini disebut dengan kemoterapi intratekal.

Obat-obat kemoterapi yang banyak digunakan untuk mengobatinya adalah:

  • Cyclophosphamide
  • Cytarabine
  • Doxorubicin 
  • Etoposide
  • Methotrexate
  • Vincristine

Limfoma Burkitt

Kebanyakan individu dengan jenis kanker limfoma ini diobati dengan kemoterapi intensif yang dikombinasikan dengan:

  • Rituximab, yaitu antibodi monoklonal yang menempel pada sel-sel kanker dan memicu sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel kanker. 
  • Radioterapi.
  • Obat-obat golongan steroid.
  • Transplantasi sumsum tulang menggunakan sel-sel penderita itu sendiri (otolog).
  • Pembedahan pada kasus tertentu. 

Pascapengobatan, individu perlu menjalani pemeriksaan ulang untuk mengevaluasi hasilnya dan apakah terdapat perbaikan kondisi. Diperlukan kontrol rutin untuk memantau pemulihan sekaligus mendeteksi kekambuhan sel-sel kanker.

Baca Juga: Terkena Kanker Limfoma Ganas dan Langka, Ari Lasso: “Optimis Sembuh”

Perlu digarisbawahi, jenis kanker ini bersifat fatal bila dibiarkan. Pada anak-anak, kemoterapi intensif yang segera diinisiasi biasanya dapat menyembuhkan kanker, dengan angka kelangsungan hidup antara 60-90 persen. Sedangkan pada individu dewasa, angka ini lebih bervariasi.

Individu yang berusia tua lebih sulit diobati karena pada umumnya lebih kurang mampu mentoleransi efek samping kemoterapi yang intensif. Secara umum, limfoma Burkitt yang diobati secara dini memberikan angka kelangsungan hidup antara 70-80 persen. 

 

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Baca Juga:

13 Gejala Batu Amandel, Bagaimana Cara Mengobatinya?

11 Gejala Kanker Limfoma, Kanker Langka yang Dialami Ari Lasso

Cek! Ini Tanda-tanda Seseorang Alami Sindrom Turner

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

dr. Fiona Amelia, MPH

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Sangat Agresif dan Bisa Dialami si Kecil, Ketahui Gejala Limfoma Burkitt
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Author Image

dr. Fiona Amelia, MPH

Medical Writer dengan pengalaman di dunia kesehatan digital selama 5 tahun terakhir. Dokter sekaligus ibu dari 2 putra ini memiliki passion yang kuat di dalam dunia parenting serta edukasi seputar kesehatan ibu dan anak. Menyukai travelling dan olahraga, khususnya bulutangkis dan bersepeda. Untuk kontak, email di [email protected] atau DM Instagram @amelifio.
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti