TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengapa Kutu Rambut Jadi Perhatian Guru di Belanda?

Bacaan 3 menit
Mengapa Kutu Rambut Jadi Perhatian Guru di Belanda?

Bagi kita, kutu rambut adalah masalah pribadi. Namun ternyata di Belanda, sekolah memeriksa kepala anak dan menyurati orangtua bila ditemukan kutu rambut.

Kutu rambut mudah menular sehingga seringkali dijumpai pada anak-anak.

Kutu rambut mudah menular sehingga seringkali dijumpai pada anak-anak.

Guru di Belanda peduli kutu rambut

Gangguan konsentrasi belajar bisa diakibatkan oleh parasit yang berdiam di kulit kepala, yaitu kutu rambut.

Suatu hari teman saya yang tengah meraih gelar doktor di Belanda bercerita tentang kebijakan sekolah anaknya di kelas persiapan (setingkat TK dan kelas 1 SD) yang secara rutin  melakukan pemeriksaan fisik dan psikis siswa usai libur panjang.

Salah satunya adalah pemeriksaan bagian kepala. Bila di kepala siswa terdapat kutu, maka orangtua siswa yang bersangkutan akan mendapatkan surat peringatan untuk membersihkan kepala anaknya dari kutu tersebut.

Jujur saja, saya agak geli pada mulanya mendengar cerita tersebut. Karena di Indonesia, urusan kutu rambut adalah hal yang lazim dan tidak pernah menjadi perhatian guru di sekolah.

Urusan kutu rambut menjadi urusan pribadi antara anak dengan orangtua, bukan antara murid dengan guru. Tidak adanya himbauan tegas dari guru serta kurangnya inisiatif dan keseriusan orangtua untuk membasmi parasit yang menyerang anak-anak telah menjadi lingkaran yang sulit untuk putus.

Namun ternyata urusan ini menjadi hal penting bagi anak-anak yang bersekolah di Belanda.

Mengapa guru-guru sekolah di negri Kincir Angin itu begitu peduli dengan urusan kutu rambut?

Dalam suratnya yang bersifat ‘urgent’ pihak sekolah mengingatkan bahaya kutu rambut yang bisa mengganggu konsentrasi siswa – akibat sering menggaruk bagian yang gatal. Selain itu kutu tersebut mudah menyebar dari satu siswa ke siswa lainnya, sehingga dinilai mampu membahayakan proses pembelajaran.

Kutu rambut (pediculus capitis) merupakan parasit yang memiliki produktivitas tinggi, yaitu mengeluarkan telur antara 6-8 butir perhari. Telur-telur ini ditempelkan pada pangkal rambut dengan pelekatan yang kuat dan akan menetas dalam waktu singkat. Dan kemudian menjadi kutu dewasa yang siap bertelur dalam jangka waktu 9 hari.

Siklus hidup parasit ini cukup singkat hanya 30 hari di kulit kepala dan dua hari di luar tubuh manusia. Namun, dengan produktivitas yang tinggi, kutu ini amat mengganggu konsentrasi, terutama bagi anak-anak sekolah.

Gejala kepala si kecil berkutu:

1. Gatal

Rasa gatal yang luar biasa diakibatkan oleh cairan di mulut kutu ketika hendak menghisap kulit kepala. Rasa gatal inilah yang membuat anak-anak kehilangan konsentrasinya dalam belajar.

2. Tanda merah

Tanda merah bekas gigitan kutu biasanya terdapat di permukaan kulit di bagian-bagian tertentu. Seperti : permukaan kulit kepala, tengkuk dan di belakang telinga.

3. Telur

Telur kutu biasanya tampak seperti butiran-butiran putih yang menempel pada rambut dan sukar dilepaskan.

Parasit ini juga amat sulit dibasmi, sebab tidak hanya menyerang anak-anak melainkan juga orang dewasa. Terlebih, mereka juga menyukai rambut-rambut yang sering dikeramas.

Cara penyebaran kutu rambut

1. Melalui sentuhan

Kutu rambut mudah sekali berpindah tempat melalui sentuhan yang terjadi antar rambut maupun pakaian yang saling menempel.

2. Melalui pertukaran barang-barang pribadi

Misalnya handuk, baju, penutup kepala.

Apabila kutu mulai menyerang kepala anak Anda, klik di sini untuk mendapatkan cara menghilangkan kutu rambut secara alami.

Parents, semoga ulasan di atas bermanfaat.

Referensi : kuturambut.org, www.constiti.com

 

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Liza P. Arjanto

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Mengapa Kutu Rambut Jadi Perhatian Guru di Belanda?
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti