TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kurang Kalium Menyebabkan Kelumpuhan ?

Bacaan 3 menit
Kurang Kalium Menyebabkan Kelumpuhan ?

Benarkah kekurangan kalium menyebabkan kelumpuhan? Bagaimana tindakan untuk mencegahnya?

 

kalium dalam tubuh

Kandungan kalium dalam tubuh kurang dapat sebabkan kelumpuhan

Kita sering mendengar keluhan mengenai kekurangan kalsium yang berefek pada pertumbuhan dan kekuatan tulang penyangga tubuh. Tapi tahukah jika kandungan kalium dalam tubuh kurang, apa sih efeknya?

Kalium dalam tubuh, apa pentingnya?

Kalium atau potasium merupakan salah satu mineral penting yang membantu mengatur fungsi jantung, tekanan darah dan aktivitas otot. Selain itu, kalium juga diperlukan untuk metabolisme karbohidrat dan protein dan membantu menjaga asam-basa yang tepat dalam tubuh.

Ketika tubuh kita kekurangan kalium, atau ketika otot-otot tubuh tidak dapat menyerap kalium dengan baik, maka tubuh kita akan sulit untuk digerakkan, bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan sementara. Kondisi ini disebut paralisis periodik hipokalemia (periodic paralysis)

Kelumpuhan sementara? Ya. Sebab tubuh akan kembali normal bila asupan kalium dalam darah cukup dan dapat diserap dengan baik oleh otot. Resiko menjadi lebih besar apabila terjadi komplikasi dan kelumpuhan parah yang menyerang otot pernapasan dan mengganggu kerja jantung.

Yuk mari kita mengenal lebih dekat tentang Paralisis Periodik Hipokalemia (periodic paralysis hypokalemia) ini.

Menurut Genetic Home Reference, paralisis periodik hipokalemia adalah suatu kondisi yang menyebabkan episode kelemahan otot yang ekstrim, biasanya dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja.

Dampak yang timbul adalah tubuh menjadi lemas, kurang bertenaga, kram otot, gangguan pencernaan, detak jantung abnormal. Tidak jarang menyebabkan kelumpuhan berat pada penderita.

Serangan yang menyebabkan kelumpuhan yang bisa berlangsung dari jam ke hari, hingga mingguan dan bulanan ini bisa terjadi secara tiba-tiba, bisa juga disebabkan oleh faktor-faktor seperti kelelahan setelah bekerja keras, penyakit virus dan obat-obatan tertentu yang menyebabkan otot tubuh sulit menyerap kalium. Sehingga kalium terbuang melalui urin dan saluran cerna.

Ketika serangan ini terjadi, langkah yang harus kita ambil adalah mengobatinya ke dokter. Sebab bila dibiarkan akan menimbulkan komplikasi yang bisa membahayakan jiwa. Yaitu apabila sudah menyebabkan gangguan kelumpuhan pada salauran napas dan otot jantung.

Paralisis periodik ini bersifat genetik dan diperkirakan 1 dari 100.000 orang diperkirakan mengalaminya. Dan pria cenderung lebih sering mengalami gejala penyakit ini.

Sekalipun tidak bisa dicegah, namun kita bisa meminimalisir munculnya penyakit ini dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu.

Tindakan untuk menghindari munculnya gejala paralisis periodik hipokalemia atau kurangnya kalium dalam tubuh adalah sebagai berikut:

1. Konseling genetik

Konseling ini amat dianjurkan bagi pasangan yang berisiko mengalami penyakit genetis ini.

2. Mengkonsumsi makanan kaya kandungan kalium

Kita juga juga bisa menghindari munculnya gejala yang menyebabkan kelumpuhan ini dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung kalium.

Contohnya air kelapa hijau, pisang ambon, kurma yang mengandung kalium dalam jumlah tertinggi. Selain itu kalium pun terdapat pada alpukat, melon, tomat, buncis, kacang-kacangan, sayuran, ikan dan daging sapi.

3. Olahraga ringan

Lakukan olah raga ringan secara rutin, agar tubuh tetap sehat. Klik di sini untuk melihat berbagai jenis olah raga yang dapat dilakukan bersama keluarga.

4. Memperhatikan gejala-gejala yang pernah muncul sebelumnya atau gejala awal.

Seperti kesemutan pada tungkai kaki dan lengan. Dan bila kita merasakan munculnya gejala awal tersebut,  segeralah mengkonsumsi obat yang telah diresepkan oleh dokter.

Semoga informasi tersebut bermanfaat.

 

Baca juga artikel menarik lainnya :

7 Makanan Sumber Kalsium Terbaik untuk Keluarga

Minuman Energi Buatan Sendiri Sebagai Pengganti Minuman Energi untuk Anak

 

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Liza P. Arjanto

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kurang Kalium Menyebabkan Kelumpuhan ?
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti